
Billa menjamu Rafael dan Veni dengan masakan perdananya setelah melahirkan, mereka memakan dengan lahap masakan Billa, karena dipesta tadi mereka belum sempat mencicipi hidangan yang disuguhkan.
Hanya Bisma, Rafael dan Veni yang makan. Sedangkan Billa, dia masih sibuk mengurusi Ian yang sedang pup.
Setelah selesai mengurus Ian, Billa menghampiri meja makan dan ikut bergabung bersama mereka, dia tidak ikut makan karena masih menggendong Ian.
Bisma mengerti Billa sedang lapar, karena semenjak hamil lalu menyusui Billa jadi doyan makan dan selalu merasa lapar.
"buka mulut kamu!" seru Bisma.
"kenapa?" tanya Billa bingung.
"kamu pasti lapar, kan. Biar aku suapin." ucap Bisma.
Bismapun memasukkan sendok berisi makanan kemulut Billa, dia terus mengulangnya sampai berkali-kali. Sesekali dia juga memakan makanan dari sendok yang sama.
Veni menatap mereka dengan tidak suka, entah dia merasa iri atau cemburu.
"ehem." Rafael sengaja berdehem cukup keras, jiwa jomblonya meronta saat melihat keharmonisan keluarga kecil itu.
"Coco keselek apa? Cepet minum!" seru Billa.
"nggak kok." jawab Rafael.
"loe kenapa?" tanya Rafael.
"nggak, kok tiba-tiba jadi gerah begini ya?" ucap Rafael sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"hareudang ya Co? hihi " tanya Billa sambil cekikikan.
"gue tau kalian ini pasangan sweet, tapi jangan diumbar dihadapan para jomblo." ucap Rafael.
"makanya cari cewe dong Raf, biar nggak jomblo terus." ucap Bisma.
"bukannya kamu juga masih jomblo Ven, kenapa kalian nggak pacaran aja?" tanya Billa yang langsung membuat Veni tersedak makanannya.
"uhuk, uhuk." Veni terbatuk-batuk.
Rafael yang melihat itu langsung menyodorkan segelas air putih kepada Veni dan menepuk-nepuk tengkuk Veni.
Veni menerimanya lalu meminum air itu sampai habis.
"hati-hati dong Ven!" seru Rafael.
Bisma dan Billa saling melempar pandangan saat melihat perhatian Rafael kepada Veni.
***
Sore harinya, Rafael mengantar Veni pulang ke Lembang. Veni sedari tadi memaksa Rafael untuk segera pergi dari sana, tapi Rafael tidak mau mendengarkannya. Veni semakin kesal berada disana, apalagi Bisma dengan sengaja terus mengumbar kemesraannya bersama Billa.
Setelah kepergian mereka, Bisma dan Billa duduk diruang tengah sambil mengawasi Ian yang sedang tertidur.
"menurut kamu, apa Coco suka sama Veni?" tanya Billa.
"kayanya sih gitu Bill, tapi aku nggak yakin Veninya sukanya sama Rafael." jawab Bisma.
__ADS_1
Dia sangat yakin dengan apa yang dia ucapkan, dia merasa ada yang aneh dengan tatapan Veni kepadanya selama ini. Dia bisa merasakannya karena dia orang yang sangat peka.
"kasihan Coco cintanya bertepuk sebelah tangan." ucap Billa sedih.
"dulu juga cinta aku bertepuk sebelah tangan Bill. Nggak enak banget lho rasanya." sahut Bisma tak kalah sedih.
Billa terkesiap, selama ini dia tidak pernah berpikir bagaimana Bisma bisa bertahan mencintai dirinya sedangkan Billa sendiri selalu acuh kepadanya.
Billa jadi baper.
"maafin aku Bisma, aku udah banyak sakitin kamu dulu." ucap Billa, dia menyandarkan kepalanya dibahu Bisma.
"hey, kenapa kamu jadi baper?" tanya Bisma.
"aku nggak baper, aku cuma menyesal." jawab Billa.
Bisma merubah posisi kepala Billa agar menatap kearahnya.
"aku sayang kamu Bill." ucap Bisma lirih. Perlahan dia mulai mencium bibir Billa dengan penuh perasaan, rasanya sudah lama dia tidak melakukan ini setelah Billa melahirkan, mereka terlalu disibukkan untuk mengurus Ian.
Billa memejamkan matanya saat bibir Bisma mendarat dibibirnya, Billa juga sangat merindukan sentuhan Bisma yang hangat. Dia terbuai dengan setiap perlakuan Bisma terhadapnya.
Tangan Bisma mulai menjamahi buah dada Billa, Billa masih terdiam menikmati sentuhan Bisma, hanya terdengar desahan dari mulut Billa yang masih dilumat Bisma.
Saat tangan Bisma turun kebagian yang lebih sensitif, Billa teringat kalau dirinya masih dalam masa nifas.
Billa sontak melepaskan ciuman mereka secara mendadak dan menepis tangan Bisma yang ada dibagian bawahnya. Bisma terkesiap, sedang nikmat-nikmatnya dia menjamahi mulut dan tubuh Billa, tapi Billa malah menepisnya. Sedangkan kepunyaannya sudah menegang didalam sana.
"kenapa?" tanya Bisma bingung.
"darahnya masih belum berhenti Bisma. Bekas jahitannyapun masih terasa ngilu." jawab Billa.
"tapi minum susu boleh kan?" tanya Bisma.
Billa membulatkan matanya, lagi-lagi Bisma meminta itu.
"ini kan punyanya Ian." jawab Billa.
"Iannya kan lagi tidur, sekarang giliran aku dulu ya." ucap Bisma tersenyum nakal.
Billa tidak bisa menolak Bisma, pasti laki-laki itu akan terus memaksanya.
Akhirnya Bisma kembali mendapatkan merasakan nikmatnya minuman favorit barunya langsung dari sumbernya.
***
Rafael sesekali melirik Veni dari kaca spion motornya. Semenjak dari rumah Bisma, Veni lebih banyak diam dan tidak bersuara. Rafael jadi bingung dengan perubahan sikap Veni.
'apa sakit dikakinya yang mempengaruhi sikap dia?' tanya Rafael didalam hati.
Sementara Veni merasa galau, perhatian yang Bisma berikan kepada istrinya telah membuat hati Veni meronta.
Dia sebenarnya merasa iri kepada adik tirinya itu, Billa sangat beruntung memiliki pasangan hidup yang menyayanginya. Sedangka Veni sendiri, hatinya hampa, tidak ada orang yang mencintainya.
Veni merasa jijik terhadap dirinya sendiri karena masih berharap akan mendapatkan Bisma.
__ADS_1
'meskipun bukan dia, setidaknya kirimkanlah orang yang seperti dia Tuhan.' batin Veni menjerit.
Dibalik sikapnya yang keras kepala, Veni tetaplah seorang perempuan yang memiliki hati rapuh. Diapun ingin merasakan bagaimana dicintai dengan tulus oleh seseorang, sedangkan sampai sekarang, Tuhan belum juga mengirimkan seseorang itu untuknya.
1 jam selama perjalanan tidak ada yang berbicara, Rafael dan Veni sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Rafael mematikan mesin motornya dihalaman rumah milik Veni. Venipun turun dan melepaskan helm dikepalanya.
"loe kenapa sih Ven?" tanya Rafael yang sedari tadi memendam pertanyaan dihatinya.
"nggak kenapa-napa." jawab Veni cuek.
"gue perhatikan dari tadi loe cuma diem aja. Apa kaki loe makin sakit?" tanya Rafael.
"kaki gue udah mendingan kok." jawab Veni.
Rafael hanya manggut-manggut.
"kalau gitu, gue masuk dulu ya." pamit Veni, dia berbalik hendak pergi masuk kerumahnya.
Tapi tangannya ditarik oleh Rafael sehingga Veni berbalik menatap lagi kearahnya.
Veni melihat tangan Rafael yang melingkar dilengannya. Perempuan itu tidak marah, Rafael semakin merasa aneh. Biasanya Veni akan ngomel tidak.jelas ketika tangannya dipegang Rafael.
"ada apa?" tanya Veni lirih.
"gue minta maaf udah bikin loe sakit." ucap Rafael serius.
"udahlah, lupakan!" jawab Veni.
"gue seneng banget lho bisa jalan sama loe. kapan-kapan kita bisa jalan bareng lagi, kan?" tanya Rafael.
"ya." jawab Veni singkat.
Dia benar-benar sedang tidak mood untuk berdebat, kalau sikap keras kepalanya sedang menjelma, mungkin Veni akan berkata.
'ogah banget gue jalan bareng loe lagi, bisa-bisa kaki gue bukan cuma terkilir tapi juga bisa patah.'
Untung saja hatinya sedang galau sehingga kata-kata itu tidak keluar dari mulutnya.
"ya udah, loe istirahatlah! Gue pulang sekarang." ucap Rafael, Venipun mengangguk lesu kemudian pergi masuk kedalam rumahnya.
Sebelum benar-benar pergi, Rafael melihat punggung Veni yang menjauh, dia benar-benar bingung, apa yang sudah membuat macan tutul berubah jadi kucing anggora seperti ini?
***
Bisma dan Billa berencana mengadakan syukuran sekaligus aqiqah untuk anak pertama mereka, mereka setuju kalau acaranya akan dilaksanakan minggu depan. Untung saja ada mama Dinar yang selalu bisa diandalkan, dialah yang paling disibukan untuk acara nanti.
Dan untungnya lagi, Liona sedang libur sekolah karena semua kelas dipakai untuk kelas 3 ujian nasional. Liona jadi bisa ikut membantu acara aqiqah keponakannya itu, Liona sangat gemas kepada Ian yang sesekali menguap saat sedang tertidur.
Om Suryo berjanji akan datang dihari H acaranya, sedangkan Bisma sengaja tidak memberi tahu mama Vera soal aqiqahnya Ian. Dia tidak ingin kejadian waktu diklinik bersalin kembali terjadi saat dua keluarga itu tipertemukan.
Hanya om Ardi dan Rafael yang Bisma beritahu. Om Ardi tidak bisa hadir karena beralasan akhir-akhir ini kurang enak badan. Padahal alasan sebenarnya dia tidak ingin mengingat masa lalu saat bertemu mama Dinar.
---------
__ADS_1
***Jangan lupa tinggalkan jejaknya setelah membaca....
Ditunggu juga kehadirannya dinovel keduaku HATI YANG TERBENGKALAI, baru 8 episode***...