
Sore harinya,
Billa terlihat sumringah ketika didepan matanya kini terbentang sangat luas hamparan kebun teh berwarna hijau menyejukkan hatinya itu.
"wah, aku seneng banget Bisma." ucap Billa kemudian.
Veni menatapnya dengan sinis.
"biasa aja kali, gue mah tiap hari liat yang kaya beginian." sahut Veni sambil melipat kedua tangannya didada.
Bisma, Liona dan Billa memutuskan untuk tidak menggubris perkataan Veni, karena itu hanya akan membuat suasana yang sejuk ini berubah menjadi gerah.
Sepertinya Bisma salah mengajak Veni juga, harusnya dia bisa menduga kalau Veni akan sedikit membuat suasana menjadi tidak nyaman.
Tapi sudahlah!
"oh ya kak, kita ketengah yuk!" seru Liona yang langsung disetujui Billa.
"ayo, ayo!" sahut Billa antusias.
Merekapun berjalan masuk jauh ketengah-tengah tanaman teh itu, Venipun terpaksa mengikuti mereka.
Tiba-tiba ponsel Billa berbunyi, dia merogoh sakunya dan mengambil ponselnya.
Ternyata sebuah panggilan video call dari Rafael, Billapun langsung menjawabnya.
"hai Coco!" ucap Billa setelah terhubung.
Rafael sedikit menganga ketika melihat pemandangan yang ada dilayar ponselnya.
"Bill, kamu lagi dimana?" tanya Rafael.
Tiba-tiba Bisma menimbrung percakapan mereka.
"hayo, tebak kita lagi dimana?" Bisma malah balik bertanya.
Veni melirik mereka dengan sinis, dia merasa sangat kesal dengan kedekatan pasangan suami istri itu, melihat Bisma dan Billa yang bahagia membuat Veni semakin iri dan kebencian terhadap Billapun semakin besar dia rasakan.
"sial, loe piknik kaga ajak-ajak gue!" umpat Rafael.
Bisma dan Billa tertawa melihat Rafael yang sedikit merajuk.
"kita lagi diLembang Co, dirumah mama. Ayo nyusul kesini! Pemandangannya bagus lho." ucap Billa, dia sengaja memutar ponselnya agar Rafael bisa melihat pemandangan sekitar kebun teh itu.
Tak sengaja ponsel Billa menangkap Veni yang sedang adu mulut dengan Liona.
__ADS_1
"ehh, ehh, ngapain itu cewe ribet ada disana?" tanya Rafael ketika melihat Veni berada disana juga.
"siapa? Veni?" Billa balik bertanya.
"iya, coba kamu kasih hp kamu sama dia, Coco mau bicara sama dia." ucap Rafael.
"cie, cie, mau ngapain loe? Jangan bilang loe suka sama cewe ribet ini." goda Bisma sambil mengedipkan sebelah matanya.
Seketika wajah Rafael terlihat memerah digoda oleh Bisma seperti itu.
"ya nggak mungkinlah." Rafael mengelak.
"ya udah, tunggu. Ven, Coco mau bicara sama kamu, nih." ucap Billa sambil menyodorkan ponselnya kepada Veni.
"ngapain dia?" tanya Veni, Billa hanya mengangkat bahunya.
Venipun menerimanya dan dia melihat Rafael berada dilayar ponsel Billa.
"mau apa loe?" tanya Veni sinis.
"wes, santuy dong nggak usah ngegas gitu." balas Rafael.
Veni tak menjawab, dia hanya menatap Rafael dengan tatapan kebenciannya. Bagaimana Veni tidak benci, dia masih sangat kesal dengan Rafael yang dengan sengaja menahan sim dan ktpnya.
"ok ok, gue bakalan to the point aja, sekarang ini posisi loe ada dibawah gue karena loe masih punya hutang sama gue." ucap Rafael.
"sorry, gue nggak terima bayaran hutang dalam bentuk uang tunai ataupun transferan." ucap Rafael.
"terus apa? Pake emas batangan gitu?" tanya Veni semakin sewot.
Rafael tertawa mendengar perkataan Veni.
"hmm, nggak juga. Nanti hari senin temui gue didepan kantor kalau mau urusan kita selesai." ucap Rafael.
"loe pikir gue takut? Gue bakalan selesaikan masalah ini sampai tuntas dan sampai keakar-akarnya." balas Veni.
"nah, gitu dong Ven. Loe harus berani buat nyelesaikan masalah, gue rasa loe sedikit bijak" ucap Bisma yang tiba-tiba menimbrung.
Veni menoleh kearah Bisma, astaga! Tadi dia bilang kalau Veni bijak? Veni sedikit tak percaya ternyata Bisma bisa juga memujinya.
***
Veni sangat kesal karena sedari tadi dia disuruh untuk memotret Bisma dan Billa, berbagai macam gaya Bisma dan Billa tunjukkan, dari mulai Bisma yang memeluk Billa, Bisma mencium Billa, sampai dia menggendong Billa, terlihat sangat romantis, Veni sengaja memotret mereka dengan asal-asalan karena merasa iri.
Lionapun mengikuti Veni, memotret kedua pasangan sweet itu menggunakan ponsel miliknya sendiri.
__ADS_1
"apa-apaan sih ini? Kalian mau ngerjain gue?" tanya Veni yang sudah mulai habis kesabaran.
Dia melempar ponsel Bisma asal, untung saja dengan sigap menangkapnya hingga ponsel itu terjatuh.
"kenapa? Kamu mau foto juga? Katanya kamu udah bosen sama tempat ini?" tanya Billa yang terkesan mengejek.
Bisma cekikikan melihat Veni yang kalah telak dengan perkataan Billa.
'ternyata dia bisa bersikap menyebalkan juga.' pikir Bisma.
"ohh, loe mau foto juga? Ayo!" seru Bisma yang langsung menghampiri Veni, dia dengan sengaja merangkul pundak Veni dengan sangat kencang.
Veni sedikit kaget dengan apa yang dilakukan Bisma, seketika jantungnya berdebar tak beraturan melihat tangan Bisma yang melingkar dipundaknya.
Cekrek!
Bisma memotret dirinya dan Veni, terlihat Bisma yang menunjukkan deretan giginya, sedangkan Veni dengan ekspresi kagetnya.
Tapi Veni juga merasa sebal karena Bisma memperlakukannya dengan kasar.
Veni berusaha melepaskan tangan Bisma, tapi Bisma semakin kuat mencekamnya.
'apa sih maksudnya?' tanya Veni dalam hati.
Cekrek...
Bisma kembali memotret, dia memperlihatkan senyum termanisnya, sedangkan Veni terlihat sangat kesal dengan perlakuan Bisma.
Billa sama sekali tidak merasa cemburu, malahan dia menertawakan kelakuan suaminya yang memang suka jahil itu.
Lionapun ikut-ikutan tertawa.
"udah, stop! Loe sengaja ya bikin gue kesel?" ucap Veni sambil menghempaskan tangan Bisma kasar.
"bukannya loe pengen foto bareng gue, kan?" tanya Bisma.
"idih, kepedean loe." sahut Veni sambil melipat kedua tangannya.
"ya udah udah, kita selfi berempat ya sekarang!" ucap Billa melerai pertengkaran mereka.
Merekapun ambil posisi, tapi Veni masih dengan ekspresi kesalnya.
"ciiiis." ucap Billa, Liona dan Bisma sambil menunjukkan deretan gigi.
Satu fotopun berhasil diambil dengan bantuan alat yang bernama tongsis itu.
__ADS_1
"aduuuh!" ringis Veni, dia terlihat memegangi perut ratanya.
"loe kenapa kak?" tanya Liona sedikit khawatir.