Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
CLBk


__ADS_3

"Cepetan Mba, jangan banyak mikir!" Ucap salah satu pengendara mobil.


"Iya udah udah, kamu minggir." Ucap Billa spontan.


"Jadi kamu mau terima aku lagi?" Tanya Dicky memastikan.


Dia sedikit tak menyangka jika Billa berkata seperti itu.


"Iya, cepet minggir!" Seru Billa kemudian.


Dickypun segera membawa motornya ketepian.


"Makasih ya sayang, aku janji aku nggak akan mengulangi kesalan lagi. Aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik buat kamu." Ucap Dicky.


Perlahan dia mulai meraih kedua tangan Billa.


Billa tersenyum mendengar penuturan Dicky.


"Kamu janji?" Tanya Billa meyakinkan.


"Bukan cuma janji, tapi aku akan buktiin sama kamu. Aku nggak akan menyia-nyiakan kamu lagi." Ucap Dicky kemudian.


Dicky merasa sangat bahagia, dia masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.


Billa tersenyum, dia harap keputusannya itu takan membuatnya kembali kecewa.


Dia berharap Dicky mengang sudah benar-benar berubah dan mereka akan memulai hidup baru tanpa ada yang mengusik kebahagiaan mereka.


***


Haripun berlalu, Dicky dan Billa benar-benar memulai semua dari awal lagi.


Mereka berkomitmen untuk saling mencintai satu samalain tanpa mengungkit tentang masalalu.


Dicky terlihat sering mengantar dan menjemput Billa ketika hendak berangkat dan pulang bekerja.


Billa merasa senang, ternyata Dicky benar-benar berubah dan menepati janjinya.


Billa fikir jika Dicky memanglah cinta pertama dan terakhirnya.


***


Siang ini Bisma berniat untuk menemui Billa, dia benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan perasaannya.


Bisma menghampiri Billa yang sedang berkumpul dengan beberapa temannya ditempat biasa mereka beristrirahat.


Dia tak perduli dengan beberapa teman Billa yang memperhatikannya dengan tatapan aneh.


Billa yang sedang duduk santaipun mengerutkan dahinya.


Untuk apa laki-laki menghampirinya? Billa terlihat salah tingkah, namun dia berusaha bersikap biasa saja.

__ADS_1


"Bill, aku mau bicara sebentar sama kamu. Bisa kan?" Tanya Bisma kemudian.


Billa tak menjawab pertanyaan Bisma, dia terlihat acuh kepada laki-laki itu.


Beberapa teman Billa terlihat berbisik-bisik membicarakan tentang Bisma.


Bu Sri menyenggol Billa sedikit kasar mengisyaratkan agar Billa merespon laki-laki itu.


"Apa sih?" Bisik Billa pada Bu Sri.


"Ngobrol sana!" Seru Bu Sri kemudian.


"Bill, bisa kan?" Tanya Bisma sekali lagi.


Billa merasa sangat malu pada teman-temannya, untuk apa Bisma terus saja mendesaknya.


Bu Sri berfikir untuk membiarkan mereka berdua berbicara, dia sedikit mengambil tindakan untuk menjauh dari mereka.


"Ya udah, kita pergi aja dulu yuk!" Seru Bu Sri kemudian.


"Ya udah, ayo!" Seru yang lain.


Bu Sri dan yang lainnyapun beranjak kemudian pergi dari sana.


Tinggallah Bisma dan Billa berdua.


Bisma duduk disebelah Billa, dia melihat Billa dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


Billa terus saja buang muka, perasaannya benar-benar tak enak ketika berhadapan dengan Bisma.


Billa sedikit menoleh kearahnya.


Terlihat mata laki-laki itu yang memerah, entahlah dia kenapa.


"Aku kenapa? Aku biasa aja perasaan." Jawab Billa.


"Ya udah kalau gitu, aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" Tanya Bisma.


"Tanya apa?" Tanya Billa sedikit Bingung.


"Kenapa selama ini kamu rahasiain keberadaan kamu dari aku? Bertahun-tahun aku cari kamu Bill." Ucap Bisma.


Billa terdiam, dia menjadi bingung sendiri untuk menjawab pertanyaan dari Bisma.


"Ok kalau kamu nggak mau jawab nggak apa-apa, tapi mulai sekarang aku mau hubungan kita kaya dulu lagi." Ucap Bisma.


Billa membulatkan matanya mendengar permintaan Bisma, dengan susah payah dia membuat Bisma agar melupakannya dan sekarang laki-laki itu meminta dia kembali?


Billa tak bisa membiarkan Bisma terus berharap kepadanya, karena Billa sudah menjalin hubungannya kembali dengan Dicky.


Billa beranjak dari duduknya, dia berfikir untuk menghindar dari laki-laki itu sebelum dirinya kembali merasa bersalah.

__ADS_1


"Maaf, aku duluan ya!" Billapun segera berlalu.


Tapi dengan sigap Bisma segera menarik tangan kanannya.


"Bill aku mohon jangan hindarin aku kaya gini, apa salah aku? Coba jelasin biar aku bisa perbaiki kesalahan aku." Ucap Bisma kemudian.


Billa merasa risih dengan perlakuan Bisma, apa lagi beberapa karyawan menatap mereka dengan tatapan aneh, mereka seperti sedang membicarakan sesuatu tentang Bisma dan Billa.


"Bisma, lepasin tangan aku!" Seru Billa, dia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Bisma.


Bisma semakin memperkuat genggamannya agar perempuan itu tidak lari lagi darinya.


"Aku mau kamu jangan gini Bill. Aku udah nunggu kamu bertahun-tahun. Aku nggak sanggup lagi kalau sekarang disaat kita udah ketemu kamu malah hindarin aku kaya gini." Ucap Bisma.


Billa sedikit merasa kesakitan, karena Bisma terlalu kasar menarik tangannya.


"Bisma tangan aku sakit! Lepasin!" Ucap Billa sedikit meringis.


Mata Billa mulai memerah, entah apa yang dia rasakan saat ini, dia merasa kesal karena Bisma terus saja mendesaknya untuk bicara.


Billa sangat tidak suka ketika dipaksa-paksa seperti itu.


Bisma sama sekali tak mendengarkan perkataannya untuk melepaskan tangannya, justru laki-laki itu semakin kencang memeganginya.


"Biama lepasin tangan aku! Kamu denger nggak sih?" Ucap Billa dengan nada tinggi, kesabarannya benar-benar sudah habis menghadapi kelakuan Bisma.


Tanpa disadari Billa meneteskan air matanya setelah membentak Bisma seperti itu.


Dia benar-benar merasa kesal.


Bisma sangat kaget mendengar Billa berbicara dengan nada tinggi, dia juga tak menyangka jika perempuan itu akan menangis ketika dia paksa bicara.


Bisma merasa sangat bersalah telah membuat Billa bersedih.


"Maafin aku Bil, aku nggak bermaksud buat sakitin kamu. Aku cuma mau kita baikan, aku mau kamu jangan hindarin aku terus, itu aja!" Ucap Bisma.


Billa benar-benar tak kuasa menahan tangisnya, entah perasaan apa yang dia rasakan ketika melihat Bisma yang terus memohon seperti itu.


Dia tak bisa memenuhi semua keinginan laki-laki itu, diapun tak bisa menjelaskan semua yang dipertanyakan oleh Bisma.


Dia bingung harus memulai kata-katanya dari mana.


"Maafin aku Bill!" Seru Bisma dengan suara melemah, dia tak kuasa ketika melihat air mata perempuan itu yang terjatuh.


"Jangan temui aku lagi!" Ucap Billa dengan nada bicaranya yang sudah pelan.


Sedetik kemudian dia berlari menjauhi Bisma, dia takut jika Bisma akan menghalanginya lagi.


Bisma masih merasa ada sesuatu yang mengganjal, perbincangannya dengan Billa tadi tak menjawab pertanyaan yang selama ini ada dihatinya.


Dia berfikir jika perempuan itu butuh sendiri sekarang, Bisma tak akan menyerah, dia sudah bertahan sejauh ini untuk menunggu Billa, dia yakin jika penantiannya takkan sia-sia.

__ADS_1


Dia akan menemui Billa dilain kesempatan.


***


__ADS_2