Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Billa yang mudah luluh


__ADS_3

Keesokkan harinya.


Hari sabtu yang cerah, matahari seolah tersenyum hangat kesetiap penduduk bumi, Rafael baru saja pulang setelah semalaman bergadang dengan Bisma, mereka hanya menyisakan waktu 3 jam saja untuk tidur.


Billa terlihat sedang menyiram tanaman dihalaman rumah, dia masih malas untuk melihat wajah Bisma.


Dia terus menyibukkan diri dengan mengerjakan semua pekerjaan rumah.


Billa semakin sebal ketika Bisma melihat kembali tidur sehabis solat subuh.


Setelah selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah, Billa melihat Bisma yang masih saja tidur, padahal matahari sudah hampir berada diatas kepala.


Billa memutuskan untuk diam diruang tengah, menonton tv sambil memakan snack yang memang selalu disediakannya.


***


Tepat pukul satu siang, Bisma terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat ngantuk karena semalaman dia menghabiskan waktu untuk bermain ps.


Diapun beranjak dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak berselang lama, dia keluar dari kamar mandi dan langsung menunaikan shalat dzuhur.


Setelah itu, dia merasa perutnya sangat lapar, diapun memutuskan untuk turun dan mencari makan.


***


Saat berjalan menuju dapur, Bisma melihat Billa yang sedang duduk didepan televisi, Bismapun tersenyum melihatnya, dia merasa sangat rindu terhadap istrinya itu, beberapa hari terakhir dia sibuk untuk mencari tau tentang keberadaan ibu kandung Billa.


Dan kali ini Bisma tidak perlu mencemaskan tentang itu, sebentar lagi mereka akan segera bertemu.


Bisma berjalan menghampiri Billa, lalu dia duduk tepat disamping perempuan itu.


Billa yang menyadarai kedatangan Bisma berpura-pura tidak melihatnya, matanya tidak berpaling dari televisi.



"Bill, nanti sore kita makan diluar, ya?" ucap Bisma memulai pembicaraan.


Billa tak menjawab, dia sangat sebal terhadap Bisma, Bisma yang merasa dicueki, sedikit bingung harus bersikap seperti apa, tapi dia berusaha untuk membujuk Billa agar mau ikut dengannya.


"kamu masih marah ya sama aku? Aku minta maaf, aku mau tebus kesalahan aku dengan ajak kamu jalan-jalan sore ini, ya!" ucap Bisma.


Billa masih tidak memperdulikannya.

__ADS_1


"Bill. Bicara dong!" ucap Bisma sambil mencolek pinggang Billa, Billa merasa kaget karena kegelian.


"jangan pegang-pegang!" seru Billa dengan kesalnya, dia sedikit menoleh kearah Bisma.


"biarin aja, aku mau pegang kamu, malahan aku mau peluk kamu." balas Bisma, dia malah semakin melunjak setelah mendapat teguran dari Billa, dia sengaja memeluk Billa.


"Bisma, lepasin!" seru Billa ketika Bisma memeluknya.


Tapi jauh dilubuk hatinya dia merasa senang, karena Bisma kembali bersikap hangat terhadap dirinya.


"aku nggak tahan kalau kamu cuekin terus kaya gini." ucap Bisma, dia masih tidak melepaskan pelukannya, Billa mencoba untuk melepaskan diri tapi tidak bisa.


"aku minta maaf, aku memang salah udah bohongin kamu, tapi percayalah Bill, aku lakuin itu semua demi kamu." ucap Bisma.


Billa yang meronta seketika terdiam ketika mendengar perkataan Bisma.


"maksudnya apa?" tanya Billa sedikit bingung.


"sore ini kamu pasti tau alasannya. Aku udah janji sama kamu waktu itu kan?" balas Bisma. Billa semakin tidak mengerti dengan perkataan Bisma.


"kamu ngomong apa sih?" tanya Billa.


"kalau kamu mau tau, ikut aku sore ini, ya!" ucap Bisma.


Billa tidak menjawab, seketika suasana berubah menjadi hening, tak ada kata yang keluar dari keduanya, Bisma masih tidak melepaskan pelukannya, Billapun tidak lagi menolaknya, karena itupun yang Billa inginkan.


"Bill." ucap Bisma lirih.


"apa?" tanya Billa.


"aku kangen banget sama kamu." balas Bisma.


"kenapa? Setiap hari juga kan ketemu." balas Billa, Bisma tersenyum mendengar perkataan Billa.


"aku rasa akhir-akhir ini aku terlalu sibuk, jadi nggak sempet perhatiin kamu. Maafin aku, ya!" ucap Bisma.


Tanpa disadari Billa tersenyum mendengarnya, akhirnya laki-laki itu menyadarinya.


"emang kita mau kemana nanti?" tanya Billa mengalihkan pembicaraan.


"ada, nanti kamu juga tau sendiri. Aku pastiin kamu bakalan seneng disana." balas Bisma.


Billa semakin penasaran dibuatnya, tapi Billa memutuskan untuk menjalani semua dengan apa adanya, dia ingin melihat sampai sejauh mana Bisma bisa mempertahankan dirinya sebagai seorang istri.

__ADS_1


***


Mama Dinar terlihat sudah rapih dengan menggungakan cardigan yang cocok untuk orang seusianya, sore ini, dia akan bertemu dengan Bisma dan juga istrinya.


Veni yang melihat mamanya hendak memasuki mobil langsung mencegahnya.


"ma, mama nggak usah pergi ya! Pliiis." ucap Veni sambil menutup kembali pintu mobil yang dibuka mamanya tadi.


"kamu apa-apaan sih, Ven? Mama udah siap gini masa nggak jadi?" balas mama Dinar.


"ya mama bisakan batalin janjinya? Mumpung belum terlambat."


"kamu itu bicara apa sih Ven? Ngawur banget, kamu nggak usah khawatirin mama, kan ada supir, lagian kita ketemunya juga ditempat yang ramai, jadi nggak ada yang perlu dicemaskan." balas mama Dinar.


"kalau gitu, aku ikut!" ucap Veni bersikukuh.


Mama Dinar tertawa melihat Veni.


"kamu mau ikut mama pake baju tidur kaya gini? Udahlah, mama udah terlambat, lebih baik kamu ajarin adik kamu itu, nilai matematikanya ancur banget!" balas mama Dinar, dia segera masuk kedalam mobil sebelum Veni kembali mencegahnya.


"ayo pa, jalan!" seru mama Dinar pada supirnya, tak berselang lama mobilpun mulai melaju.


"ma! Mama!" seru Veni sambil menggedor-gedor kaca mobil, namun sayang, mobilnya sudah sedikit menjauh.


"ahh, sial." gerutu Veni sambil melihat mobil mamanya yang keluar dari pekarangan rumah.


Tapi Veni tak boleh tinggal diam, masih ada waktu untuk mencegah mamanya, dia tidak perduli dengan pakaiannya, dia berlari memasuki rumah untuk mengambil kunci motor dan helmnya, diapun langsung menancap gas untuk mengikuti kemana mamanya itu pergi.


***


Billa dan Bisma terlihat sudah siap untuk pergi, Billa merasa sangat minder ketika berjalan dengan Bisma, tubuhnya yang tidak beraturan terasa tidak pantas disandingkan dengan Bisma.


"kamu nggak malu bawa aku pergi jalan-jalan?" tanya Billa.


Bisma tersenyum mendengar perkataan Billa.


"kenapa harus malu? Justru aku bangga punya istri secantik kamu." balas Bisma.


"aku nggak sebaik yang kamu pikir Bisma, aku itu..." ucap Billa yang langsung dipotong Bisma.


"ssst, nggak usah berpikir yang macam-macam, kamu harus bahagia Bill, udah cukup selama ini kamu menderita gara-gara aku. Aku mau sekarang kamu lupakan semua kesedihan kamu, kita mulai hidup baru, jangan ungit-ungkit masalalu." balas Bisma, seketika mulut Billa dibungkan oleh telunjuk Bisma.


"ya udah, kita pergi sekarang, ya!" seru Bisma, dia menggandeng pinggang Billa, Billa hanya mengikuti langkah Bisma.

__ADS_1


***


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca !!! :-)


__ADS_2