
Kamila demam.
Sepanjang pagi ini ia meringis kesakitan, mengeluhkan kepalanya sakit tak tertahankan.
Tapi Kamila tidak mau memberitahukan siapa pun. Ia cuma ingin Iaros berada di dekatnya, memegang tangannya, cukup untuk meyakinkan Kamila bahwa dia tak pergi ke pelukan wanita lain.
"Aku tidak bisa melihatmu terluka." Iaros berlutut di samping tempat tidur, memegangi tangannya yang terasa mati rasa. "Aku selalu menyakitimu, Kamila. Kamu pantas membenciku."
Apa yang dia katakan?
"Saya yang bersalah." Kamila memejamkan mata dan berusaha bernapas meski terputus-putus. "Saya selalu mudah menangis dan meminta pertolongan Anda. Maaf, Tuan Muda."
Sesak.
Kamila menahan diri tidak menangis agar kepalanya tidak semakin sakit. Berkali-kali Iaros mengganti kompres di keningnya, lalu memegang tangan Kamila dan bergumam maaf.
Padahal itu bukan salahnya.
Kamila yang dikutuk memiliki tubuh ini.
"Tuan Muda."
"Jangan bicara."
"Apa Anda menbenci saya?" Kamila menatapnya di antara pandangan yang memburam. "Anda pasti merasa jijik pada saya. Saya lemah. Saya mudah menyusahkan. Alih-alih melakukan sesuatu untuk hidup saya, saya mengeluh dan menangisinya. Anda pasti membenci saya."
__ADS_1
Iaros bernapas memburu.
Tangannya meremas jemari Kamila. Mencium jari-jari manisnya yang kecil dan mungil, gemetar karena memang dia lemah.
"Aku juga akan menangis untukmu." Iaros menggosok pipinya ke tangan Kamila itu. "Aku akan sering menangis sepertimu. Jika kamu merasa tidak nyaman menangis sendirian, akan kutemani."
Kamila malah menarik tangan Iaros agar mendarat di pipinya. Dia masih sulit bernapas di sana.
"Saya hanya memiliki Anda." Dia lagi-lagi meneteskan air mata. "Saya tidak tahu apa pun mengenai dunia. Hanya Anda yang saya bisa miliki."
"Maka miliki aku dan jangan mimpikan dunia. Aku cukup bagimu."
Iaros membungkuk, membenamkan wajahnya di garis air mata Kamila.
Bukankah hari itu pun dia menangis? Dia menangis pada Iaros, tampak sangat menyedihkan dan rapuh tapi dipenuhi kebencian dan rasa jijik.
Kamila meremas tangan di dadanya, gemetar oleh tatapan benci. "Siapa wanita yang mau dengan orang gila seperti Anda?"
"...."
"Saya dan Anda tidak bisa bersama. Saya menghabiskan waktu dengan Anda sebagai saudara Anda. Bagaimana Anda mengartikan itu sebagai cinta? Anda yang seenaknya mengklaim saya!"
"Bohong." Iaros mendorong dia kuat-kuat, tak sadar sudah mencengkram kasar pergelangan Kamila.
Kemarahannya membara.
__ADS_1
Waktu seumur hidup yang mereka habiskan bagi Iaros adalah cinta. Bagaimana bisa dia berkata itu saudara?
"Kamila, jangan marah padaku. Aku memang berbuat salah karena membentakmu. Maaf. Maaf melakukan kesalahan. Kamu bisa memukulku atau menghinaku. Lakukan apa saja asal jangan berkata—"
"Anda menjijikan!"
Iaros terpaku.
"Andi membuat saya jijik! Anda menjijikan!" Kamila tampak berusaha melindungi diri seakan Iaros melukainya. "Apa Anda pikir saya jatuh cinta pada Anda ketika Anda hanya terus melecehkan saya?! Anda pikir saya bodoh?! Mata Anda, perilaku Anda, seluruhnya tentang Anda, Anda pikir saya tidak bisa sadar Anda memikirkan hal kotor tentang saya?!"
Iaros berdosa. Ia tahu Kamila adalah wanita dan wanita cenderung membenci pikiran pria. Tapi ia sedikitpun tidak menyangka bahwa hal itu akan membuat dia sangat jijik dan tertekan.
"Aku memang bersalah." Iaros menarik tangannya, tak bisa menerima sikap Kamila yang seolah Iaros begitu menakutkan. "Aku memang bersalah. Maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku tidak akan melakukan yang tidak kamu sukai. Maaf, Kamila. Maaf."
Tapi Kamila memalingkan wajah darinya. "Saya tidak mau dicintai oleh Anda. Saya ingin menikah dan menjalani hidup saya. Anda mungkin mudah mengatakannya. Tapi saya sedikitpun tidak memiliki hak selain ini. Anda bisa terbang ke sana-kemari sebagai putra Narendra lalu saya? Saya terkurung di sini. Jadi setidaknya berikan saya kebahagiaan dan kebebasan. Cintai orang lain."
Kini Iaros tersenyum mengecup tangan Kamila yang tak bisa bernapas tanpanya.
Aku mencintai orang lain sekarang. Iaros menggesek bibirnya di permukaan kulit putih tangan Kamila. Aku mencintai diri kamu yang melupakan aku sekarang.
Jadi cintai aku. Sedalam mungkin. Sebesar mungkin.
Dan lupakan semuanya.
Selamanya.
__ADS_1
*