
Iaros lahir sebagai seorang raja. Meski ia bukan pewaris utama seperti Aether, Iaros tetaplah seorang Narendra. Perbedaan ahli waris dan anak terakhir Narendra tidaklah sejauh itu. Semua hanya tentang siapa yang nanti akan jadi kepala keluarga, sementara posisi dan bobot perkataan mereka semuanya tetap sama.
Karena itu jika Iaros sudah memutuskan sesuatu adalah miliknya, ia terbiasa yakin bahwa sampai mati itu adalah miliknya.
Kamila adalah miliknya.
Gadis itu bukan gadis yang boleh disentuh oleh siapa pun selain dirinya.
Itu sebabnya, malam itu, ketika Iaros mengoyak dada calon suami Kamila, membunuhnya tepat di depan mata Kamila dan Lily, Iaros tak merasa berbuat salah.
Iaros merasa ia sedang memberitahu sesuatu yang harus mereka ketahui.
Meski ekspresi Kamila mendadak berubah seolah dia melihat monster, Iaros tak peduli.
Miliknya harus tahu bahwa dia milik Iaros.
*
Kamila berusaha mengatur napasnya yang memburu.
Ia terbangun dari mimpi buruk. Sebuah mimpi yang membuatnya merasa ingin muntah oleh perasaan jijik.
Tak mau larut dalam perasaan terombang-ambing, Kamila memutuskan untuk turun. Duduk di lantai dingin memandangi tangan dan kakinya yang terbelenggu.
"Jika aku bukan Narendra, aku tidak akan pernah bisa menyentuhmu." Kamila bergumam pada kekosongan kurungannya. "Tapi ketika aku jadi Narendra, aku harus terjebak dalam posisi tidak bisa memilikimu."
Sejak awal ia dan Iaros tidak pernah ditakdirkan. Semua itu hanya rasa sesaat dari anak kecil yang terlalu sering bersama hingga terbawa dalam keinginan terlarang.
Kamila terdiam di sana sangat lama, sebelum ia beranjak menuju dinding yang menahannya dari mana-mana. Pintu tidak bisa terbuka, tapi Kamila bisa melihat dari luar jendela lorong-lorong gelap yang cahayanya menerobos sampai ke tempat ini.
Di mana ini?
Apa mereka mencarinya?
Apa ada dari Narendra yang mencarinya?
Atau justru tidak ada?
__ADS_1
"Ibu membenciku." Kamila meletakkan keningnya di tembok dan menangis kesepian. "Lily juga membenciku. Tidak ada yang peduli padaku. Untuk apa mencariku?"
Apa tempat ini akan jadi kurungannya seumur hidup sekarang? Ia harus tinggal dam mendekam di sini seumur hidup?
"Kamila."
Ia mendongak pada langit-langit yang terbuka, menampilkan sosok Iaros dengan pakaian santai yang belum pernah Kamila lihat digunakan oleh Narendra.
Mereka selalu memakai pakaian yang dibuat khusus untuk mereka.
"Apa yang kamu lakukan?" Iaros berjongkok di tepian, menatapnya dengan kesan dia peduli. "Ini sudah malam. Tidurlah."
Siapa yang bisa tidur tenang ketika tangan dan kakinya dibelenggu?
Kamila mengerjap. Merasakan sakit kepala luar biasa itu datang. Entah kenapa tiba-tiba ia teringat pada buku harian Kamila leluhurnya.
"Buku harian," ucapnya serak. "Kamu membawanya?"
Diluar dugaan, Iaros pergi dan mengambil buku itu. Meski dia tak melemparnya ke bawah.
Iaros duduk di tepian, membiarkan kakinya bergelantungan di tembok kurungan Kamila.
Pria itu menatapnya di antara suasana temaran. "Anak haram istri Narendra."
"Mengapa namamu sama dengannya?"
".... Ibuku menyukai Trika Narendra."
"Tapi dia anak haram. Kenapa bukan Kaisar atau Ares?"
"Iaros anak kesayangannya." Iaros tersenyum samar. "Anak dari saudaranya."
Kamila tertegun.
"Trika Narendra berzinah dengan saudaranya. Iaros lahir setahun setelah Kamila, anak haram Luka Narendra lahir. Kamu tahu siapa yang membuat tradisi hubungan sedarah dalam diam di keluarga Narendra? Itu Trika. Meskipun Luka dan Lio Narendra, pendiri Narendra tahu bahwa Iaros anak dari hubungan kotor sepasang saudara, mereka membiarkannya hidup."
"...."
__ADS_1
"Lalu kamu tahu mengapa Trika Narendra memutuskan mati setelah pernikahan anak laki-laki terakhirnya?"
"...."
"Itu karena Iaros dan Lissa mengulang hubungan cinta yang sama antara Trika dan saudaranya."
Kamila memejam. Kalau begitu, dalam kisah Iaros dan Lissa, Kamila yang mencintainya hanya pengganggu?
"Kamila."
Mulut Kamila tak mau menjawabnya.
"Apa menurutmu mencintai saudaramu itu menjijikan?"
Bibir Kamila mau tak mau merangkai senyum getir.
Jika ia berada di posisi Lissa Makaria Narendra saat itu, mungkin Kamila dapat memahaminya. Menjadi siapa pun mereka, ketika itu adalah wanita Narendra yang bukan istri mereka, maka dunia yang bisa dilihat hanyalah dunia dalam kastil kurungan.
"Tidak." Kamila menunduk. "Tidak jika itu tidak menyesakkan."
*
Mata Iaros memandangnya dingjn.
Tidak, katanya?
"Saya menganggap Anda saudara saya."
"Kalau begitu cintai saja aku sebagai saudara!"
"Saya menganggap Anda saudara justru karena saya tidak bisa!"
Maksudmu aku menyesakkan?
Iaros mencengkram kuat buku harian di tangannya. Hanya diam menyaksikan Kamila di sana, tertunduk menyedihkan.
Sejujurnya, Iaros berharap ia dan Kamila sungguhan jadi saudara. Karena jika demikian, Iaros bisa bebas memilikinya sebagaimana dulu Iaros bebas memiliki Lissa meski mereka memiliki ibu yang sama.
__ADS_1
Nyatanya cinta mereka yang terhalang oleh garis keturunan setengah dan murni ini jauh lebih menyebalkan.
*