Takdir Wanita Narendra

Takdir Wanita Narendra
90. Hukuman yang Pantas


__ADS_3

"Iaros."


Kamila berjalan cepat mengikuti langkah Iaros.


"Iaros!"


Tangan Kamila terjulur, berusaha menarik lengan Iaros agar berhenti. Tapi seolah tahu memang Kamila memanggilnya, Iaros menghindar, jadi penyebab Kamila terjerembab begitu saja di lantai.


Kamila tentu terkejut. Namun yang membuatnya terpaku, adalah mata dingin Iaros menatapnya dari atas.


"Iaros—"


Pria itu berlalu, melanjutkan langkahnya untuk turun. Dengan kata lain, dia benar-benar tak mau lagi berurusan dengan Kamila.


Meski pandangannya semakin menggelap dan tubuhnya masih sakit, Kamila memaksakan diri untuk bangun. Berlari susah payah menyusul Iaros untuk sekali lagi memegang lengannya.


Kali ini, Iaros tak menghindar.


Hanya menatap Kamila tanpa ekspresi.


"Aku ikut."


"...."


"Biarpun kamu menolak, aku akan ikut."


Karena kurungan itu seharusnya menjadi kurungan Kamila, bukan Iaros.


Dari lantai atas, Aether menyaksikan semuanya di samping Hera. Pria itu mau tak mau menghela napas, merasa masih melakukan kesalahan sekalipun ia berusaha keras.


"Anda sudah melakukan yang terbaik."

__ADS_1


"Apa yang terbaik bukan mengancam Demeter yang seperti bom waktu, menyingkirkan Iaros dari keluarga ini dan Kamila seperti tidak memiliki harga sama sekali."


"...."


"Aku sepertinya memang tidak layak di posisiku ini." Aether berlalu, pergi untuk merenungi semuanya.


Saat Aether tak melihat, Hera justru tersenyum.


Bagi Hera, ini sudah menjadi akhir yang cukup baik.


Keputusan diakhirinya keturunan setengah Narendra menurut Hera adalah keputusan tepat yang sulit diambil jika bukan karena situasi sekarang. Selain itu, Iaros yang terang-terangan menghinakan Aether memang harus tersingkir sebagai bentuk kekalahannya.


Lalu Kamila, pada kenyataannya dialah pemicu semua kekacauan ini. Maka tidak ada gunanya bagi Hera merasa sedih melepaskan Kamila.


Mungkin justru jauh lebih baik jika Kamila pergi bersama Iaros daripada menikahi seseorang dari Narendra.


Ini pencapaian yang Hera inginkan. Tidak ada yang perlu dikeluhkan.


...*...


Langit-langit putih, dinding putih, lantai putih.


Kamila pusing dengan semuanya.


Terlebih Iaros berjalan cukup lebar meski terlihat sangat santai. Kamila bersusah payah terus menyusulnya, merasa sudah berjalan lebih dari sepuluh menit.


Kenapa rasanya ia hanya berputar-putar di tempat sama?


Tapi Kamila tidak bisa bertanya. Iaros menekan sebuah tombol di tembok, dan dinding tiba-tiba bergeser. Mereka melewati dinding itu, bertemu dinding lain yang serupa, hingga tiga kali.


Setelah dinding, Kamila malah bertemu dengan pintu baja.

__ADS_1


Kurungan terdalam adalah tempat seperti ini?


Kamila mulai ketakutan. Namun ketakutannya memuncak sampai ke ujung helai rambut kala Iaros berhenti tepat di depan sebuah kolam buaya raksasa.


"Iaros—"


Dia berjalan di atas jembatan kecil yang hanya muat untuk ukuran sepasang kaki pria dewasa. Berjalan semakin jauh, meninggalkan Kamila yang ketakutan.


Seolah dia tak takut sama sekali, Iaros memijak lantai di seberang kolam itu. Lalu menoleh pada Kamila.


"Jembatan itu akan hancur dalam satu menit setelah aku masuk." Iaros berbalik pergi. "Lewati itu jika bisa."


Kaki Kamila lemas ketakutan. Ini jauh lebih menakutkan daripada saat dirinya melompat dari balkon kamar untuk bunuh diri.


"Kamu menyerah?" Seolah bayangan dirinya muncul lagi, dia tersenyum mengejek Kamila. "Begitulah kamu. Tidak perlu terlalu memaksakan diri."


Napas Kamila tertahan. Bahkan sebenarnya ia tak sadar secara penuh ketika kakinya memijak jembatan, melangkah perlahan.


Tapi baru empat langkah yang ia ambil, tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh.


Lantai di belakangnya!


Kamila berlari ketakutan. Berusaha keras menjaga keseimbangan meski jika ia jatuh, maka tubuhnya akan terkoyak sebelum bisa berenang.


Napas Kamila naik turun saat ia melompat ke lantai di depan pintu Iaros. Kini seluruh jembatan penghubung yang berada di atas kolam buaya itu telah runtuh.


Tidak ada lagi kata kembali ke atas, pada Ibu, pada Lily, pada siapa pun.


Kamila akan menjalani. Hukuman yang paling pantas untuk gadis menyebalkan seperti dirinya.


...*...

__ADS_1


__ADS_2