Takdir Wanita Narendra

Takdir Wanita Narendra
17. Jangan Merebutnya [REVISED]


__ADS_3

Lily tahu jadinya akan seperti ini.


Pagi hari ketika ia mendatangi Aether untuk meminta izin kembali lebih awal, kakak sepupunya justru mengatakan hal lain.


"Hmmm, sepertinya itu sulit, Lily. Iaros meminta waktu bulan madu di Korea, dan kita semua akan pergi termasuk kamu. Jika masalah Bibi Amarilis, aku akan menjemputnya nanti."


Tidak.


Ibu tidak akan sanggup jika harus melihat Kamila semakin tersiksa oleh Iaros. Jadi Lily menggeleng kuat, menolak dengan alasan dibuat-buat.


"Tidak perlu, Tuan Muda. Ibu saya sedang sakit."


"Maka baiklah. Nyamankan dirimu dulu, karena bagaimanapun ini momen langka kita semua bisa berkumpul."


Secara terpaksa Lily kembali ke kamarnya. Ia cuma bisa membuka jendela untuk melihat kamar Kamila di sana gelap.


Apa lagi yang monster itu lakukan?


Apa tidak puas dia berbuat semaunya pada Kamila?


Menjijikan.


Dari semua Narendra, tidak pernah ada yang semenjijikan Iaros.


*


Iaros membelai wajah Kamila yang kini tertidur pulas dalam dekapannya. Aroma khas dari Kamila yang mengingatkan Iaros pada sekumpulan bunga kamelia, cantik, anggun, menarik.


Atau setidaknya bagi Iaros.


Kenapa tiba-tiba dia mau pergi? Apa karena Lily mempengaruhinya lagi?


Padahal ini kesempatan mereka bersama. Kenapa dia malah harus sibuk memikirkan ingin pulang ke tempat yang sulit Iaros datangi kecuali dengan alasan?

__ADS_1


"Kamu selalu lari dariku," gumam Iaros tanpa sadar.


Kamila menggeliat. Segera Iaros tenangkan dengan menepuk-nepuk punggungnya, menarik dia lebih dekat dan dekat.


Apa kalian tahu apa bagian menjijikan dari wanita?


Mereka suka mempermainkan cinta mereka.


Seumur hidupnya mencintai Kamila, Iaros hanya selalu merasa dipermainkan oleh perasaan tak menentu itu.


Kenapa?


Kenapa dia menolak padahal mencintai Iaros?


"Saya tidak mencintai Anda." Adalah apa yang dia katakan tapi dia berbohong.


Bagi Iaros, itu kebohongan.


Tubuhmu mendorongku, tapi juga menggigil merindukanku.


Adik kecilku yang sangat senang bermain-main.


Iaros mengecup bibirnya sekalipun Kamila terlelap pulas.


"Aku mencintaimu," ucap Iaros di depan wajah ketakutan Kamila hari itu.


Ia hanya bergumam dingin. Memperlihatkan wujudnya yang menakutkan sebab menyerah dan muak.


"Aku mencintaimu dengan sangat halus sepanjang waktu kita bersama, Kamila-ku. Tapi sekarang tidak."


Tangan Iaros yang berlumuran darah memegang pipinya.


"Aku akan mencintaimu dengan caraku. Aku mengikuti caramu. Bermain-main sebagai kakakmu yang baik dan manis. Tapi pada akhirnya sama saja. Jadi mulai sekarang, bahkan kalau harus mencekikmu, aku akan melakukannya agar memilikimu."

__ADS_1


Dia mundur menjauh. Hanya terpaku tanpa suara karena tak lagi dapat melakukannya.


"Kamu milikku," bisik Iaros padanya. "Akan selamanya begitu, bahkan kalau kamu menolak."


*


"Liburan?" Kamila terkesiap mendengar perkataan Ribia saat mengunjunginya sore ini.


Perempuan itu duduk di kursi dekat kasur, tampak masih saja sibuk dengan tablet di tangannya. Katanya dia datang untuk menanyakan beberapa hal yang Kamila inginkan selama liburan.


"Nona." Kamila tercekik hanya dengan membayangkan ia pergi menemani Iaros bulan madu. "Saya ingin pulang menemani Ibu saja. Tolong beritahu Tuan Besar tidak perlu menyertakan saya."


"Liburan kali ini tidak dipimpin oleh ayahnya Kakak Pertama. Tapi Kakak Pertama langsung. Sepertinya Paman dan Bibi juga tidak bisa ikut, jadi yang pergi hanya kita anak-anak. Dan tentu saja, kakak juga istri-istrinya."


Kamila menelan ludah. Suara Helen berputar di kepalanya, dan sekarang itu menusuk Kamila seolah ia memang benar-benar menikmati peran sebagai pengganggu dalam pernikahan Iaros.


Tidak bisa seperti ini. Dirinya harus menolak keras bagaimanapun caranya. Lily pasti tidak akan ikut.


Begitu pikir Kamila saat ia mendatangi Lily sekali lagi dan menemukan wanita itu berkata, "Diam dan turuti saja. Itu perintah."


"Tapi Kakak—"


"Berhenti berpura-pura tidak bahagia!" Lily melayangkan tangan, tapi tertahan di udara begitu saja.


Kakaknya berdecak gelisah, langsung berbalik.


"Ingat, Kamila. Jangan jadi wanita murahan yang mengganggu suami orang. Nyonya Muda Helen juga sama sepertimu. Dia yang diberikan Iaros, bukan kamu. Jadi jangan merebutnya lagi."


Kamila menahan tangis.


Kalau sama, kenapa Helen diberikan sementara Kamila sekalipun tidak pernah?


*

__ADS_1


__ADS_2