Takdir Wanita Narendra

Takdir Wanita Narendra
73. Cara Menghentikan Semuanya


__ADS_3

Aether terus memikirkan bagaimana ia menghentikan Iaros sebelum semuanya memuncak. Tapi ketika tiba-tiba Zefirus datang mengatakan Iaros pergi menemui Ayah dengan Demeter, Aether ditimpa oleh kenyataan bahwa ia membuang waktu berhari-hari tanpa hasil.


Sial. Aether tidak memperhitungkan Demeter di sisi Iaros!


"Ini berbahaya." Hefaistos melipat tangan. "Demeter adalah jaminan yang menjanjikan."


Zefirus tergelak. "Tapi kamu percaya Demeter begitu saja memihak Iaros? Adik nakal itu tidak pernah suka dijadikan pion."


Kepala Aether tak pernah berhenti sakit tiap ia memikirkan ini. Semua hanya bermula dari cinta terlarang, lalu kenapa sekarang ia harus memikirkan pembunuhan semua adiknya?


"Aku bertanya-tanya kenapa tidak ada yang pernah mengajakku berdiskusi."


Pandangan Aether langsung tertuju pada Ares, adik laki-lakinya. Mereka semua sedang berkumpul sekarang, jadi Ares pun turut serta meski biasanya dia diam.


"Karena otakmu menikmati kekacauan ini," jawab Hefaistos. "Tapi bicara soal Demeter, benar juga. Menurutmu Demeter berpihak pada siapa?"


"Pada dirinya sendiri."


Semua orang juga tahu itu. Aether hanya mendengkus mendengar, rasanya cuma ingin muntah setiap hari gara-gara Iaros.


Anak itu sudah bertindak sangat jauh. Sekarang dia bahkan pergi menjual Demeter demi persetujuan. Kalau saja Aether bisa, ia memang lebih mau membunuh Iaros sekarang juga.

__ADS_1


"Jika aku jadi kamu," Ares menunjuk sendoknya pada Aether, "hal pertama yang kulakukan adalah membuat Demeter menyukaiku."


Aether memicing. "Apa barusan kamu menghinaku?"


"Demeter sudah tidak menyukaimu sejak kamu mengambil waktu berpikir, Aether. Kamu mungkin berpikir begini : 'aku harus memikirkannya baik-baik demi kedamaian bersama', tapi bagi Demeter, sikapmu, perilakumu, dan terutama waktu panjang yang kamu butuhkan mempertimbangkan kedamaian itu, semuanya menghina bagi Demeter."


Aether tertegun.


"Kamu membiarkan Iaros menghinamu dengan meminta perebutan hak waris. Apa? Kamu tidak mengerti? Dengan munculnya permintaan itu, sama saja Iaros berkata 'aku bisa membunuh Aether jadi izinkan aku membunuh dia'. Demeter sangat membencinya."


Nyaris semua orang terpaku, mereka tidak memikirkan itu yang dipikirkan oleh Demeter.


"Kamu sudah menjadikan dirimu hinaan bagi Narendra yang dicintai Demeter, maka jelas dia membencimu. Lalu, bukannya memperbaiki itu, kamu malah membiarkan Kamila, keturunan setengah Narendra, menjadi alasan dari penghinaan Iaros padamu."


"Maka kesimpulanku, siapa pun yang didukung oleh Demeter, orang yang paling menghinanya sekarang adalah kamu. Sekian."


...*...


Kamila kembali ke kamarnya. Keputusan yang tepat sebab sore harinya, Aether mendatangi kamar Kamila bersama Zefirus.


Ada rasa khawatir dalam diri Kamila jika Aether tahu ia pergi menemui Iaros, namun ternyata Aether tidak berkata apa pun, hingga Kamila simpulkan dia tidak tahu.

__ADS_1


Sebaliknya, Aether langsung melepaskan pakaiannya, mencium Kamila agak kasar.


"Tuam Muda?"


"Hibur aku." Aether hanya membisikkan kalimat itu, sebelum memulai semuanya.


Kamila membiarkan Aether dan Zefirus menggerayanginya, tapi tiba-tiba berpikir bahwa meski ia telah melakukan ini, Kamila tetap tidak memiliki kekuatan apa pun.


Apa keputusannya waktu itu adalah salah?


"Bukankah kamu hanya tidak tahu cara membuat keputusanmu jadi benar?"


Kamila tertegun. Setelah sekian lama rasanya, bayangan dirinya yang lain muncul lagi. Tampak tersenyum memandangi Kamila.


"Padahal Aether sudah memihakmu, tapi kamu terus membiarkan dirimu terhina. Iaros, Demeter. Jangan salahkan hal lain, Kamila. Kamulah yang tidak benar."


Lalu apa yang harus ia lakukan? Bagaimana caranya agar ini berakhir?


"Menurutmu, bagaimana cara menghentikan Iaros secara total?"


Kamila terheyak, karena tiba-tiba sesuatu terpikir di kepalanya.

__ADS_1


Cara ... menghentikan semua ini.


*


__ADS_2