
Tapi Aether pun punya akal sehat.
Dia pun diajari tidak menyamakan posisinya dengan orang lain. Karena itulah dia tidak diajari cara minta maaf. Meski begitu, Aether dapat memahami apa maksud Ribia.
Dan diluar dugaan Dios, pembela Ribia ... adalah Hefaistos.
"Aku pun berpikir begitu." Kakak kedua mereka itu memberi senyum tenang serupa Demeter. "Keturunan campuran bukanlah Narendra."
Wajah Lily mulai pcuat. Karena meski Hefaistos membela Ribia, dia secara tegas tidak mengakui mereka sebagai anggota keluarga.
Lalu kami hidup seperti ini karena apa? Lily mau tak mau memikirkannya dengan miris.
Demeter jauh lebih cerdik dari Ribia. Biarpun Hefaistos mengatakan hal sebaliknya, gadis itu langsung tersenyum. "Maka bagaimana jika Kamila dan Lily menikahi Narendra? Akan lebih baik mengakhirinya dengan cara seperti itu."
"Itu bukan pembicaraan yang bisa dilakukan di sini."
"Tentu saja, Kakak. Aku hanya mengajukan permintaan." Demete mengangkat dagunya. "Nikahkan Kamila dan Lily dengan Narendra. Tentu saja, kecuali Kakak Iaros."
Dios tergelak mengingat semua itu. Adik kecil kesayangannya tidak pernah berubah. Setelah dia berkata dia mau membebaskan Iaros, sekarang dia berkata mau menikahkan Kamila dengan Narendra kecuali Iaros.
Sejak dulu, dia selalu hobi menyiksa orang lain.
"Masih terdengar mustahil," balas Helen setelah Dios menyelesaikan ceritanya.
__ADS_1
Wanita itu menyesap teh tenang, tapi tidak bisa menyembunyikan kegelisahan atas Iaros.
"Jika perkataan Nona Demeter dianggap serius oleh Tuan Muda Pertama, lalu pengajuan benar diberikan pada Tuan Besar Utama, maka itu berarti Nona Kamila bisa menikahi Tuan Muda Iaros."
Ya. Pengecualian itu akan sulit diterima. Karena justru gara-gara Iaros kabur bersama Kamila, besar kemungkinan mereka dinikahkan, jika pengajuan Demeter diterima.
Tapi sepertinya tidak akan sesederhana itu. Pengaturan keturunan campuran dan murni tidak akan semudah itu dilakukan.
Narendra sekarang berpatokan lurus pada ketentuan Narendra pertama, Lio Narendra. Mengubah pengaturannya berarti menghina garis keturunan mereka.
Karena Narendra itu fanatik.
"Lagipula ... apa kamu akan membiarkan penghinaan itu dilakukan?"
Helen adalah istri Narendra. Saat dia dihina, seluruh yang menyandang gelar istri Narendra juga ikut terhina.
...*...
Kamila membiarkan Zefirus mengangkat tubuhnya ke pangkuan pria itu. Ia terbatuk-batuk oleh rasa gatal di tenggorokannya, sesekali meringis saat obat dingin dioleskan pada luka di punggungnya.
Sementara itu, Aether duduk di meja memandangi sesuatu.
"Apa ada masalah, Tuan Muda?"
__ADS_1
Aether melirik. "Tidak."
Bohong.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, Kamila." Aether tiba-tiba beranjak. "Sejak kapan hubunganmu dam Iaros berlangsung?"
Kamila menahan napas. Hal spontan yang ia lakukan adalah memegang tangan Zefirus di perutnya, mulai bernapas berat karena takut.
Ini pertama kali ia ditanyai langsung mengenai Iaros.
"Ada reaksi aneh dari tubuhmu." Zefirus berbisik. "Beritahu Aether. Tidak ada yang akan mengganggumu."
Bukan. Bukan ia takut diganggu seseorang.
Kamila hanya ....
"Jangan menahannya." Aether tiba-tiba membungkuk di depan wajahnya, memegangi pipi Kamila lembut. "Apa yang dia lakukan? Apa yang membuatmu seperti ini?"
Entah kenapa Kamila merasa sesuatu menariknya. Bukan secara nyata, namun terasa sangat nyata hingga ia tersekat.
Ia berusaha memegang tangan Aether agar tak terhisap, tapi hal itu terus menariknya jatuh, memudarkan sosok Aether dan Zefirus, menggantinya dengan sebuah pemandangan kastil bersama sosok Kamila dan Iaros kecil.
...*...
__ADS_1