
Aether menyerahkan luaran pakaiannya pada Hera, sang istri pertama, malam hari selepas kembali dari luar kota. Kemarin memang pernikahan Iaros, tapi Aether memutuskan tidak mengambil libur karena bukan dirinya yang menikah juga, tidak ada kewajiban untuk berbulan madu.
"Ada apa, Tuan Muda?"
Pria tiga puluh dua tahun itu duduk di kursi megahnya, kursi yang menbuat dia tampak seperti duduk di atas tahta alih-alih kursi santai biasa.
Mata Aether menatap dinding kamar aristokratis itu, memikirkan sesuatu yang membuat keningnya berkerut.
"Aku merasa ada sesuatu yang dibuat Iaros di belakang."
"Apa maksud Anda?"
"Aku tahu Lily mewaspadainya, lalu kudengar hari ini Iaros menghilang dari kamarnya." Aether menatap Hera lekat. "Kamu pasti tahu sesuatu tentang ini, kan?"
Hera tersenyum. Sebagai wanita utama, istri pewaris Narendra dan Nyonya paling terkuasa setelah istri kepala keluarga, tentu saja Hera memegang informasi keseluruhan rumah.
"Apa yang Anda inginkan, Tuan Muda?"
"Kamila dan Lily adalah adikku, aku akan menjaganya. Jika Iaros melalukan sesuatu yang merugikan, aku harus memberinya peringatan."
"Maka keinginan Anda adalah perintah bagi saya."
Aether menghela napas. Tak bisa menyingkirkan firasat buruknya setelah melihat ekspresi Lily di pesta semalam.
Iaros dan Kamila memang dekat. Tapi apa ada hubungan di antara mereka?
__ADS_1
*
Atas keinginan sang tuan sekaligus suami tercintanya itulah Hera datang menemui Helen, istri baru Iaros. Wanita tujuh belas tahun itu hanya duduk di ruang kerjanya seolah dia tak tahu di mana sang suami baru berada.
"Nyonya."
Hera mengisyaratkan dia tak perlu memberi salam. "Kamu harusnya menghabiskan waktu bersama Tuan Mudamu."
Pura-pura tidak paham, dia berkata, "Tuan Muda kemungkinan sedang beristirahat."
"Hubungan Nona Kamila dan Tuan Muda Iaros adalah rahasia." Hera meletakkan tangan di depan bibirnya. "Rahasia bagi sebagian besar Narendra. Tidak bagi kita."
"...."
"Apa aku harus memperjelasnya?"
Maka tanpa basa-basi Hera mengutarakan apa yang ia mau. Wanita muda itu mendengar sebelum mengerutkan keningnya dalam-dalam.
"Apa Anda bermaksud membunuh saya?"
"Pada generasi ini pembunuhan kepada istri yang tidak patuh sudah dilarang tegas oleh Tuan Mudaku. Tentu saja, berusaha keras agar Tuan Mudamu tidak membunuhmu."
"Baiklah." Helen tidak punya pilihan lain. "Akan saya lakukan. Tapi dengan syarat dari saya."
"Apa itu?"
__ADS_1
"Saya tidak akan mengemis cinta Tuan Muda Iaros. Karena itu, saya ingin kekayaan pribadi yang saya nikmati bukan dari izin beliau."
"Akan kuberikan."
Helen mengangguk puas, dan membiarkan Hera pergi karena urusannya sudah selesai.
Sejenak ia kembali bekerja. Mengerjakan sejumlah pekerjaan Iaros yang sekarang jadi pekerjaannya karena pernikahan mereka.
Tapi Helen berhenti, mengulang kembali permintaan Hera.
"Pancing Nona Kamila meninggalkan Tuan Muda."
Sepertinya dia tidak bermaksud benar-benar memisahkan mereka. Tapi keturunan setengah Narendra dan Narendra murni tidak pernah bersama.
Bukan karena larangan adat atau larangan kepercayaan. Itu adalah peraturan. Jika keturunan setengah Narendra dan murni memang mau disatukan, sejak dulu Kamila leluhur mereka sudah menikahi entah itu Kaisar Erebus Narendra, Killua Orion Narendra atau Al Areza Narendra.
Namun tidak. Kamila hamil anak pengawalnya alih-alih saudaranya. Karena memang tidak bisa.
Meski sekarang Iaros dan Kamila sudah menjadi 'sepupu', garis keturunan yang berbeda melarang mereka bersama.
Percuma saja, pikir Helen malas.
Untuk apa mereka saling mencintai kalau ujung-ujungnya mereka juga akan berpisah karena peraturan?
Takdir mereka mutlak ditentukan.
__ADS_1
*