Takdir Wanita Narendra

Takdir Wanita Narendra
78. Bukan Kebetulan


__ADS_3

Aether ikut melihat ke arah Iaros melihat. Menemukan Kamila dan Lily yang berdiri di tempat berbeda sama-sama terguncang melihat darah merah membasahi lantai putih.


Mata Aether jelas tak melewatkan bagaimana Iaros melihat semua itu dengan tenang.


"Aku mengakui kebodohanku mencoba berdamai denganmu, Bocah." Aether maju bersamaan dengan medis datang mengambil Agav.


Tidak mungkin seorang Narendra kalah dari pengawal Narendra, itu adalah gema dalam jiwa setiap Narendra. Dia sudah melakukan yang terbaik, menerima penghinaan untuk lebih menjaga Ribia kedepannya.


Kini, tinggal urusan utama.


"Itu sudah kebodohan baru menyadarinya sekarang," Iaros tersenyum sinis, "Tuan Muda."


Aether perlahan-lahan menguatkan cengkram pada pedangnya. Saat ia menunduk, pantulan bayangan Demeter di belakangnya terlihat. Duduk bersama Ares, menyaksikan laju pertandingan dengan keyakinan.


Untuk menghajar Iaros, Aether harus mengikuti Demeter.


Sungguh sebuah penghinaan bagi dirinya sendiri.


Tapi sekarang aku mengerti kenapa keluarga ini selalu menekankan harga diri dan penghinaan. Aether menarik napas tenang. Agar aku tidak mengalaminya lagi.


Bersamaan dengan alarm berbunyi, Iaros menyerangnya. Aether mengayunkan pedang sekuat mungkin, mengerahkan seluruh kekuatan yang ia punya sebagai ahli waris.


Memang benar, Ibu Hilaeira adalah ahli pedang terbaik dalam generasi sebelum dan bahkan generasi ini. Iaros adalah anak kesayangannya, Iaros menerima pelatihan secara langsung darinya.


Tapi ....

__ADS_1


"Aku," Aether menemukan celah, dan menendang rusuk Iaros keras-keras, "tidak jadi pewaris karena kebetulan, anak sialan!"


Napas Aether berembus kencang. Kemarahan yang ia tahan kini tenang membara, tak puas melihat Iaros terbatuk memuntahkan darah.


...*...


Hera adalah pemilik wajah tercerah di antara semua penonton. Wanita itu tersenyum bahagia, merasakan jantungnya berdebar manis karena Aether.


"Tuan Muda selalu terombang-ambing karena memikirkan keamanan semua orang." Hera tertawa senang. "Karena itulah beliau selalu menahan diri."


Istri Aether lainnya ikut tersenyum di sisi Hera.


Jika ada hari Aether kalah dari Iaros, maka itu adalah hari di mana Iaros benar-benar menjadikan Demeter sebagai pelindungnya. Tapi sayang sekali, Iaros memang tidak ditakdirkan memerintah Narendra.


Tidak dengan keegoisannya yang terbutakan oleh cinta konyol.


"Tidak mungkin—"


"Hina aku, jika aku hina."


Hera melihat jelas mata suaminya pagi ini. Dia membulatkan tekad, dan menahan sebisa mungkin jika cara terbaik berdamai tapi juga menghentikan Iaros secara paksa adalah dengan menarik keberpihakan Demeter.


Maka Demeter tak menahan dirinya.


"Ya." Gadis itu berbicara dengan senyum manis. "Kakak sangat menyedihkan hingga aku berpikir memberikan Narendra pada Kakak Iaros saja."

__ADS_1


"...."


"Tapi, aku tidak suka berbohong. Aku sudah bilang berkali-kali. Aku benci mengotori sejarah namaku." Demeter menghampiri Aether, berjinjit mengecup bibirnya. "Akan kubuat Kakak menang dari Kakak Iaros, tapi aku tidak akan beepihak pada Kakak sampai Kakak menghancurkan Kakak Iaros."


Gadis yang menakutkan. Hera bahkan merinding waktu Demeter tertawa kecil mengatakannya.


"Kakak Iaros membuatku marah jadi kurasa aku akan memaafkan dia dengan satu dua tulang yang patah."


Hera tahu, itu berarti Aether hanya sedang dikendalikan oleh Demeter. Tapi, yang terpenting sekarang adalah menghentikan Iaros dan permintaan perebutan hak kuasa ditolak.


Mengurus Demeter setelah itu akan lebih mudah.


Karena nampaknya ... Demeter tidak terlalu senang meski Iaros muntah darah.


"Nyonya."


Hera tersenyum manis pada Helen. "Bagaimana Nona Muda? Beliau baik-baik saja?"


"Beliau berkata baik-baik saja. Hanya sedikit trauma melihat darah."


Tatapan Hera bergeser dari Aether menuju Demeter. Kini tidak ada satu orang pun yang tidak tahu bahwa Iaros sekarang sedang berjuang memiliki Kamila.


Hal itu pasti sangat menyebalkan bagi Demeter.


"Dengan begini," Hera bersedekap, "tinggal menunggu keinginan Nona Demeter jadi kenyataan."

__ADS_1


Karena dengan begitu Hera bisa membalik harga diri Tuan Muda-nya yang diambil oleh Demeter.


...*...


__ADS_2