Tergoda Hasrat Menantu

Tergoda Hasrat Menantu
Urat nadi yang terputus ...


__ADS_3

Arlan masih meringis menahan sakit akibat pukulan Seno yang sangat menyesakkan dadanya. Kali ini ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa-apa. Baginya kesehatan Leon paling utama, tanpa memikirkan Shinta.


Arlan berusaha berdiri, dan berjalan tertatih menuju sofa tanpa bantuan Seno, hanya bisa bertanya ...


"Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika anak itu lahir?" geramnya.


Seno menyunggingkan senyuman tipisnya, "Gampang ... Kau menikah dengan Raline dan jika anak haram itu lahir ke dunia ini, kau bisa mengambil alih pengasuhan mereka. Menikah hanya untuk status!"


Arlan menautkan kedua alisnya, menatap nanar kearah Seno, "Ide gila! Tidak mungkin aku menikahi Raline!" geramnya semakin berang.


"Oke ... Mila atau Mia! Tinggal pilih. Ingat Arlan, Leon membutuhkan Shinta! Dan wanita itu adalah menantu mu! Jangan kau rebut dia dari Leon, karena semua akan mengutuk keras perbuatan mu! Kau menikah dengan salah satu secretaris pribadi kita dan kau katakan pada mereka, bahwa anak itu kau dapat dari Singapura! Jangan pernah menghancurkan seluruh harapan Leon dengan rumah tangganya! Kau kejam Arlan," tegas Seno dengan wajah garang.


Arlan mengalihkan pandangannya, kearah lain, "Sial ... Bagaimana mungkin aku akan menikah dengan Mia atau Mila! Sementara aku tidak menyukai mereka, Sen!" teriaknya semakin frustasi dengan nada tinggi.


Seno tertawa kecil, mendengar pernyataan Arlan yang seperti anak kecil, sambil berkata, "Jangan bicara suka saat ini. Lebih baik kau menghindari Shinta, dan buat drama seolah-olah kau menikah dengan Mia. Aku yakin cinta itu datang dengan sendirinya, setelah kalian tinggal bersama Arlan. Jangan gila, jangan kau buat Leon menderita dengan pernikahan yang ia anggap indah, ternyata kau mengkhianati anakmu! Mengertilah, Lan ..." Apa kau mau kehilangan Leon? Apa yang bisa kau harapkan jika Leon pergi menyusul Yasmin! Biarkan mereka bahagia dengan pernikahannya. Aku pikir kemaren kau sudah tenang berada di apartemen, ternyata kau melakukan hal yang keji! Apa kata dunia!"


Arlan menyandarkan kepalanya disofa, kali ini dia tidak memiliki pilihan lain. Dia harus segera mengatasi permasalah ini, dan menjauhi Shinta dengan menikahi wanita lain. Agar Shinta tidak menggodanya lagi.


Arlan mengangguk setuju, "Apa kau mau mengantarkan mereka ke Singapura? Dan temui aku di Italia. Aku akan segera menghubungi Shinta!"


Seno mendehem, "Hmm ... Lebih baik begitu! Jangan lupa kau bawa pelayan yang sudah terbiasa menemani Leon! Kita harus bertindak cepat!"


Lagi-lagi Arlan bertanya dengan perasaan khawatir, "Tapi bagaimana dia mencekik putra ku?"


"Apa gadis itu sudah siap untuk hidup miskin seumur hidupnya? Undang dia kesini? Aku ingin bertemu dengannya! Aku yang akan mengambil alih! Dasar mertua brengsek! Tidak tahu aturan! Jangan kau pikir aku selalu setuju dengan ide gila mu hmm? Kau meniduri Yasmin lebih dulu kala itu sudah aku peringatkan, akhirnya apa hah? Kau memiliki keturunan yang tidak sehat, bahkan apa! Apa Arlan!" geram Seno dengan wajah semakin garang.


Arlan hanya bisa menelan ludahnya, kali ini dia tidak peduli dengan semua makian yang ditujukan Seno padanya. Ia hanya ingin menyelamatkan Leon dengan menikahi wanita lain untuk statusnya kali ini.


Dengan wajah merah padam Arlan memberi ruang pada Seno untuk menghubungi Shinta melalui handphone milik duda beranak satu tersebut.


[Papi ... Shinta kehilangan Leon]

__ADS_1


Terdengar jeritan Shinta di seberang sana, membuat Seno menjauhkan handphone itu dari telinganya, dengan wajah mengkerut.


[Cepat ke apartemen Arlan! Karena Leon sedang menunggu mu!]


Shinta menjawab dengan berteriak ...


[Apa? Ba-ba-baik Pak, Shinta akan segera kesana]


Seno memberikan handphone milik Arlan, tanpa mau banyak bicara. Mereka berdua hanya terdiam, dengan pikiran masing-masing.


Tanpa pikir panjang, Seno merampas handphone yang ada dalam genggaman Arlan, untuk menghubungi Mia ...


[Ya Pak]


[Kamu dimana]


[Lagi di kosan, Pak]


[Pak Seno? Bukankah kita akan berangkat ke Italia besok, Pak]


[Ya aku, Seno. Aku membutuhkan mu, Mia. Tolong jangan banyak tanya, cepat lakukan perintah ku]


[Ba-ba-baik Pak]


Seno tidak peduli, apa yang ada dipikiran dua wanita itu saat ini. Dia harus menghentikan kegilaan Arlan demi menyelamatkan Leon, dan putra kesayangan Yasmin itu dapat bertahan dengan menjadi saksi pernikahan Papi-nya.


"Maafkan aku, Arlan! Aku harus melakukan sesuatu, demi keselamatan kita bersama. Aku tidak ingin kau terus menerus melakukan hal yang sangat memalukan, dan menjatuhkan harga dirimu sebagai crazy rich, yang disegani serta dihargai oleh Mama Liberti. Setidaknya dengan kau menikahi Mia, semua mata akan tertuju pada kau dan Mia, tidak dengan Shinta. Ini semua demi kebaikan kau yang sudah aku anggap sebagai keluarga!" tegasnya tanpa mau mendengar penolakan dari Arlan.


Sebut saja Alan terlena, Arlan terjebak dalam permainan hati yang tidak akan pernah berujung, sehingga berdampak pada kesehatan Leon yang semakin hari semakin membaik, namun kini hancur karena perbuatan pria yang berstatus duda itu. Sehingga ia harus mengambil keputusan dalam waktu lima detik untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik di lima hari, lima bulan, bahkan lima tahun ke depan.


Arlan menoleh kearah Seno, "Kenapa kamu memperlakukan aku seperti anak kecil? Aku sudah dewasa, bahkan Leon sudah berusia 20 tahun, Sen!" sesalnya.

__ADS_1


Seno melempar Arlan menggunakan bantal sofa yang ada dalam pelukannya, "Leon mengatakan padaku sebelum dia jatuh pingsan, Arlan! Papi mengkhianati aku, Paman. Papi telah tidur dengan istriku! Kau tahu betapa terkejutnya aku, brengsek! Dan dia memperlihatkan testpack yang ada di saku bajunya! Apa itu namanya kalau tidak pengkhianat! Aaagh bodoh sekali kau bermain!"


Arlan meremas kuat rambutnya, kali ini ia semakin frustasi, dan tidak ada pilihan lain selain menikahi Mia secretarisnya. Dengan dada yang masih bergemuruh, Arlan beranjak dari duduknya untuk masuk kedalam kamar, hanya untuk melihat kondisi Leon putra kesayangan.


Benar saja, saat pintu kamar terbuka lebar, Arlan melongokkan kepalanya, untuk melihat kondisi Leon, putranya mengalihkan pandangannya kearah lain, tanpa mau melihat.


Arlan hanya tersenyum tipis melihat kearah dokter yang masih duduk dibibir ranjang kingsize kamar miliknya, melangkah perlahan mendekati Leon ...


"Tinggalkan aku, aku ingin bicara dengan Leon!" perintah Arlan pada dokter.


Dokter yang biasa menangani Leon ketika cuci darah mengangguk setuju, "Baik Pak!" bergegas dia melangkah meninggalkan kamar Arlan.


Arlan menatap kearah Leon dengan wajah tersenyum sumringah, walau sesungguhnya hatinya menangis dan marah merutuki kebodohannya, namun kali ini ia harus tetap menghormati Leon sebagai suami Shinta.


"Hmm maafkan Papi, Leon ..."


Mendengar kalimat maaf yang keluar dari bibir Arlan membuat Leon mendengus dingin ...


"Papi akan menikahi Mia. Dan untuk sementara waktu, kamu akan tinggal di Singapura atau kamu mau dimana, sayang?" perlahan kaki Arlan mendekati Leon.


Leon yang tidak ada kuasa untuk memukul, bahkan menyakiti Arlan hanya bisa menangis meratapi nasibnya, "Kenapa Papi tega menyentuh istri ku? Apa salah ku sama, Papi? Papi telah menghina ku sebagai seorang suami! Papi jahat! Ternyata menikah itu tidak enak, dan aku tidak ingin memiliki istri! Papi jahat!" sesalnya dengan terisak-isak.


Arlan menyentuh tangan putra kesayangannya, "Maafkan Papi, Nak! Sama sekali Papi tidak bermaksud untuk menyakiti mu!"


"Apa? Tidak berniat menyakiti aku? Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama lagi seperti dulu! Aku tidak membutuhkan Shinta, dia telah menyakiti aku!"


"Leon, jangan bicara seperti ini. Shinta sangat sayang padamu, dan dia yang merawat mu dengan sangat baik, Nak ... Please ... Jangan melupakan jasa orang lain ..."


Leon terdiam, kali ini dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia kembali menangis sejadi-jadinya, sehingga menarik selang cuci darah yang ada di lengannya, membuat darah segar mengalir deras selayaknya urat nadi yang terputus ...


"Ooogh tidak Leon! Seno! Dokter!" teriak Arlan histeris dengan wajah merah padam.

__ADS_1


__ADS_2