
Di dunia ini tidak ada yang abadi. Cinta yang awalnya Arlan tercipta hanya untuk Yasmin, kini berlabuh kepada Shinta menjadi wanita terbaik dalam hidupnya. Tidak ada yang menyangka, bahwa Yasmin telah mengkhianati selama pernikahan mereka dengan pria yang diakui Arlan sebagai sahabat selama ini yaitu Seno. Sehingga melahirkan Leon yang memiliki riwayat kesehatan tidak normal.
Sangat berbeda dengan Sandy. Pria itu tumbuh dalam belaian Shinta juga Arlan, dan tumbuh sehat juga bahagia bersama kedua orangtuanya yang selalu tampak romantis.
Arlan terus memompa Shinta dalam kungkungan tubuh kekarnya, membuat wanita oriental itu merasakan kepuasan dalam bercinta dengan pria mapan tersebut.
"Ahh, Bibihh ... please," rengeknya ketika merasakan sesuatu akan meledak karena ulah Arlan.
Dengan dua hentakan, Arlan menyemburkan benih cintanya didalam rahim Shinta dengan mellumat bibir mungil yang masih terasa sangat manis itu sambil menggerakkan pinggulnya secara perlahan.
"I love you so much, sayang. Aku benar-benar tidak bisa lepas dari mu, Shinta," tuturnya penuh lemah lembut, membuat Shinta hanya bisa menikmati indahnya pernikahan kedua-nya bersama pria mapan.
Terdengar suara deringan telepon, membuat Arlan mengecup kembali kening Shinta, kemudian melepaskan penyatuan mereka berdua ...
"Wait baby, Lily menghubungi aku!"
Arlan menutupi tubuhnya dengan sehelai selimut tipis, kemudian menggeser lambang hijau, untuk menjawab panggilan Lily.
Arlan : "Ya Li."
Lily : "Kami di Paris, baru tiba dua malam di sini. Apa Mas Arlan menginap di Shangri-La? Karena aku melihat Abigail bersama Lala tengah menghabiskan waktu dengan membawa Sandy!"
Kedua alis Arlan menaut, melirik kearah Shinta yang langsung terlelap dengan tubuh ramping terbalut selimut tebal.
Arlan : "Kami? Apakah kamu pergi bersama seseorang, Li?"
Terdengar suara Lily tertawa kecil, kemudian memberikan handphone itu kepada Stefan yang ternyata sudah memeluk tubuh sintal itu dari belakang.
Stefan : "Aku sedang berbulan madu dengan istri ku! Kau tidak datang ketika aku mengucapkan ijab kabul. Jadi kau harus memberikan fasilitas kepada ku, karena aku baru memiliki istri yang lembut tiga hari ini. Kau terlalu lama berbulan madu anak muda, sehingga tidak mau kembali. Sudah lebih dari tiga minggu kau meninggalkan Singapura, sehingga aku menyusul mu kesini, untuk pulang berbulan madu bersama!"
Mendengar penuturan Stefan, sontak membuat mulut Arlan ternganga lebar, bagaimana mungkin Lily yang sudah lama menyandang status janda selama tiga tahun lebih, bersedia menjadi istri kesekian seorang pria tua ...
__ADS_1
Arlan : "Ogh God! Aku tidak menyangka Tuhan punya rahasia seperti ini. Baiklah kita akan berangkat ke Hawaii, terakhir akan berlabuh di Jepang. Sesuai janjiku kepada Sandy, akan membawanya keliling dunia menikmati pemandangan serta hidup lama di Eropa. Kita bertemu dua jam lagi di restoran!"
Stefan : "Oke, anak muda!"
Arlan meletakkan handphonenya di atas nakas, kemudian membangunkan Shinta untuk mandi bersama.
"Sayang, wake up! Tuan Stefan dan Lily ada di sini. Mereka baru menikah tiga hari lalu. Dan kita akan jalan-jalan bersama mereka. Menghabiskan waktu, untuk bulan madu bersama. Aku mencintaimu, Shinta."
Tubuh ramping itu menggeliat, membalikkan tubuhnya hanya untuk memandangi wajah tampan suami tercinta.
"Sejak kapan mereka berada di Paris, Bi?"
"Entahlah, aku rasa setelah menikah, mereka langsung berangkat ke sini, sayang."
Shinta menyibakkan selimut yang menutup tubuh indahnya, kemudian memeluk Arlan sambil merengek selayaknya anak kecil, "Gendong aku. Aku ingin kita berendam dengan aroma therapis bunga mawar, Bi."
Arlan mengangguk setuju, "Wait ... aku persiapkan dulu. Aku tidak ingin kamu terlalu letih hanya untuk melayani aku. Aku ingin kamu cepat-cepat hamil sayang. Aku menginginkan anak perempuan untuk menemani Sandy."
Shinta mengusap lembut dada berbulu Arlan, mengangguk bahagia dengan tatapan penuh perasaan bahagia.
Melihat air terasa sudah cukup juga tidak terlalu panas, Arlan melongokkan kepalanya untuk memastikan bahwa Shinta tidak terlelap.
Akan tetapi, wanita itu tengah berdiri di balkon kamar sambil menikmati segelas wine sambil menatap keindahan Eiffel.
"Hmm, selamat beristirahat dengan tenang Leon. Aku telah menutup semua kenangan bersama mu. Bibi lebih mencintai aku, sehingga dia mau memperjuangkan aku untuk tetap bertahan menjadi istri serta ibu yang baik untuk buah cinta kami ..."
Wajah sendu itu lagi-lagi hanya menatap keindahan kota romantis yang sangat indah tersebut. Membuat Shinta tak menyadari bahwa Arlan telah memeluknya dari arah belakang.
Arlan mengecup lembut leher putih nan bersih itu dengan sangat lembut, "What do you think, baby? Apakah kamu ingin makan malam di atas menara itu?"
Shinta sedikit kaget mendengar pertanyaan Arlan, kemudian menjawab, "Bisakah?"
__ADS_1
Arlan menganggukkan kepalanya, "Kita bisa dinner bersama di sana. Dengan memesan sehari sebelumnya. Apa kamu mau?"
Lagi-lagi Shinta membulatkan kedua bola matanya, "Apakah Bibi lupa aku takut dengan ketinggian? Lebih baik kita jalan-jalan ke perkebunan, seperti di Buhl3 Nurnberg Jerman, serta menikmati keindahan alam. Aku kurang suka dengan nuansa ketinggian, Bi."
Seketika kening Arlan mengerenyit masam, karena mendengar penolakan dari sang istri untuk menghabiskan malam di menara Eiffel.
"Hmm ... baiklah, kita akan pergi ke Hawaii. Kita akan menghabiskan waktu bercinta di bibir pantai, tanpa menghiraukan orang-orang yang melihat kita."
Shinta menggeleng, tidak menyangka bahwa suaminya akan berpikiran mesum seperti itu. "Tidak, Bi. Tidak mungkin kita akan bercinta di alam terbuka. Aku pasti malu, jika melakukan hal itu," tolaknya lembut ingin melangkah menuju kamar mandi, akan tetapi di cegah oleh Arlan karena ingin menggendong ala bridal wanita cantiknya, yang ternyata sangat menggemaskan.
"Bibi! Aku tidak mau melakukannya lagi. Bukankah kita akan bertemu Tu-tu-tu-tuan Stefan! Ahh, Bibihh ..." Lagi-lagi Shinta tak mampu menolak sentuhan Arlan jika sudah berada di bagian intinya hanya untuk sekedar mengunjungi lembah surga halalnya.
.
Cinta dari hubungan terlarang, terajut dengan penuh kasih sayang dengan segala perjuangan dan perbedaan. Dari sebuah pengkhianatan, hingga menemukan cinta sejati yang sempurna diusia yang tidak muda.
Arlan Alendra, dengan berbagai macam tantangan yang ia hadapi selama hidup dari pengkhianatan istri, sahabat juga keluarganya, sehingga membuat ia tumbuh semakin berpikir matang dan banyak bersabar dalam menghadapi polemik pernikahannya bersama Shinta.
Shinta gadis oriental yang selalu berada dalam kebimbangan, kini mampu menerima Arlan walau memiliki selisih usia yang cukup jauh demi menjadi seorang Nyonya Arlan untuk mendidik buah cinta mereka, Sandy Alendra.
Cinta datang karena terbiasa, kasih sayang yang sudah terbina, akhirnya mampu memberikan kenyamanan bagi kedua-nya untuk menjalani komitmen, berjanji setia selamanya hingga maut memisahkan.
Selamat beristirahat Leon, selamat menuai hasil yang kalian perbuat selama ini Raline, Seno, Liberti yang tak kunjung mati dalam siksaan.
Kini tubuh Liberti hanya tersisa kulit pembalut tulang, akan tetapi tidak ada kata maaf yang terucap dari bibirnya.
Tatapan nyalang selalu menjadi momok menakutkan bagi para suster yang merawat wanita paruh baya itu. Selalu mengatakan, "Ar-ar-lan me-me-menantu ku. A-a-aku tidak pernah ingin melihat menantu ku bahagia dengan wanita manapun ...!"
Hanya kalimat-kalimat itu yang selalu didengar oleh para suster, membuat bulu kuduk mereka meremang.
Sementara itu, Seno berada dalam kehampaan di jeruji besi yang selalu menjadi bulan-bulanan para orang-orang pembencinya. Penyesalan terdalam yang dilakukannya selama ini, sehingga harus menerima kenyataan akan mendekam di penjara diakhir masa hidupnya.
__ADS_1
"Maafkan aku, Arlan. Aku mohon, lepaskan aku dari siksaan ini ..."
____