
Arlan benar-benar meninggalkan Shinta dikamar hotel bintang lima tersebut, untuk kembali ke mansion miliknya, dan bertemu dengan Liberti juga Raline yang masih saja mengganggu ketenangan keluarganya sejak kepergian Yasmin.
"What do you mean by disturbing my daughter-in-law huh!?" hardiknya saat memasuki kediamannya dengan penuh amarah dan wajah garang, melihat kearah Liberti serta Raline yang tengah berbincang-bincang di ruang keluarga.
(Apa maksud Mama mengganggu anak menantu ku hah)
Liberti menoleh kearah Arlan, tersenyum lebar menyambut kedatangan calon menantu kesayangannya.
"Ooogh, has your concubine who is a daughter-in-law complained about our presence here, Arlan?"
(Ooogh, apakah selir mu yang merupakan menantu itu sudah mengadukan kehadiran kami disini, Arlan)
Arlan mendengus dingin, dia menoleh kearah Raline yang akan berdiri menghampiri pria gagah tersebut ...
"Hentikan langkah mu, Raline! Apa yang kalian katakan pada menantuku? Jangan macam-macam kalian disini! Dan jangan berbuat seenak perut kalian di kediaman ku! Aku mengetahui bukan dari Shinta, tapi aku melihat kehadiran kalian dari CCTV! Dasar keluarga tidak ada sopan santun! Tinggalkan kediaman ku!" teriak Arlan lantang.
Liberti menghampiri Arlan, menautkan kedua alisnya, menatap netra pria angkuh yang sejak dulu tidak menyukai dirinya ...
Wanita paruh baya itu mengarahkan telunjuknya di wajah Arlan, "Ingat Arlan, Leon membutuhkan Ibu seperti Raline, dia tidak membutuhkan wanita Singapura itu! Kau pikir aku tidak tahu hubungan terlarang mu dengan menantu mu, Arlan!!"
Arlan menggeleng berang, dia benar-benar tidak menyangka bahwa gosip murahan itu beredar di telinga Liberti dengan sangat cepat, "Apa urusan kalian? Jika aku berhubungan dengan Shinta! Aku mencintai dia, dan aku akan menjadikan dia simpanan ku! Sekarang pergi dari kediaman ku!!" bentaknya dengan mata memerah.
Sontak pernyataan Arlan semakin membuat Liberti murka, ingin sekali dia menampar wajah menantunya itu, namun tidak dilakukannya, karena tahu mereka tengah berada dikediaman Arlan.
"Kau akan menyesal Arlan, karena telah berani merusak kebahagiaan rumah tangga Leon putra mu sendiri! Ingat kata-kata ku, Arlan!" sesal Liberti menarik tangan Raline untuk meninggalkan kediaman menantunya tersebut.
__ADS_1
Kali ini Arlan tidak ingin menyembunyikan statusnya yang mencintai Shinta, dihadapan keluarga Yasmin. Baginya, Yasmin sudah meninggal dunia, dan Leon tidak bisa memberikan kebahagiaan batin pada Shinta, meski sudah menikah ...
"Bagaimanapun, Leon dan Shinta menikah kontrak, tidak resmi ..." geramnya mengepal kuat tangannya sendiri.
Arlan berlalu meninggalkan mansion, tanpa mau melihat kondisi putra kesayangannya, yang tengah melakukan cuci darah, dengan alasan tidak ingin berdebat ataupun menyebabkan putra kesayangannya terkenang masalah mereka beberapa waktu lalu.
Tapi siapa sangka, Leon mendengar pertikaian antara Arlan dan keluarga Maminya, tanpa mau menangis lagi. Kali ini ia harus sembuh dan mengahadapi Arlan dengan caranya.
"Apapun alasan Papi saat ini, aku akan memperjuangkan Shinta. Aku harus mencari cara agar Papi melepaskan Shinta, walaupun sesungguhnya aku tidak mampu membahagiakan istri ku sendiri. Aku yakin, aku pasti sembuh ..." bisiknya dari balik pintu kamar, saat selesai melakukan proses cuci darah yang hanya dilakukan lebih cepat dari biasanya, tanpa sepengetahuan semua keluarga.
Dokter spesialis dalam yang menangani Leon, menganjurkan pria muda itu, untuk terbang ke China, melakukan terapi bersama temannya sesama dokter.
"Bagaimana? Apakah kamu memiliki uang lebih kurang tiga milyar? Mungkin kita bisa pergi bersama kesana Leon, tanpa sepengetahuan Pak Arlan, juga Shinta ..."
"Apakah kamu yakin semua ini akan berhasil, dok? Bagaimana jika Papi atau Shinta mengetahui dimana keberadaan ku?"
Dokter spesialis dalam yang bernama Iman itu hanya tersenyum kecil, "Jangan pernah meninggalkan jejak, kita akan bertemu di bandara, karena saya akan mengurus semua legalitas dan keberangkatan kita. Jika kamu memang memiliki uang sebesar tiga milyar itu. Aku yakin kamu pasti sembuh, Leon. Tapi kita berharap Tuhan bekerja sama dengan kita, karena aku yakin kamu mau melakukannya demi mempertahankan rumah tangga mu dan Shinta ..."
Leon berfikir sejenak, mengira-ngira berapa dana yang ia miliki sepeninggallan Yasmin, "Nanti aku kabari dokter. Karena aku belum tahu pasti berapa dana yang ada selama ini aku miliki ..." jelasnya.
Iman mengangguk setuju, "Saya permisi, jika kamu benar-benar sudah siap, hubungi saya, dan kita akan berangkat lusa menuju Cina, serta menghubungi Tuan Chang untuk mempersiapkan semua tindakan cepat untuk mu, Leon."
Leon tersenyum sumringah, kali ini ia mendapatkan perhatian khusus dari dokter pribadinya, yang lebih telaten membantunya dalam menjalani cuci darah.
Pikiran Iman akan membawa Leon menjalani pengobatan secara akupuntur di Cina, setelah ia mendapatkan pencerahan saat kembali dari Italia bersama Seno beberapa waktu lalu.
__ADS_1
Ide mereka muncul, setelah mengetahui perselingkuhan Arlan dan Shinta, sehingga membuat mereka mencari cara untuk melarikan Leon dari mansion tanpa sepengetahuan Arlan.
Ini akan menjadi masalah baru bagi Shinta, karena kehilangan Leon, dan Arlan akan mengembalikan wanita jahanam itu ke Singapura, karena kekecewaan yang telah ditorehkan oleh wanita itu dalam merawat putra kesayangannya.
.
Ditempat yang berbeda, Iman tiba dikediaman Seno untuk memberikan informasi seputar kesehatan Leon ...
Seno bertanya, stelah menutup rapat pintu ruangan kerjanya, "Bagaimana hmm? Apakah Leon baik-baik saja, dok?"
Dokter Iman menghela nafas panjang, dia tersenyum sumringah menghempaskan tubuhnya disofa ruang kerja Seno, sambil berkata ...
"Saya rasa Leon tertarik untuk melakukan pengobatan di Cina. Karena ia sudah mendengar sendiri ucapan Arlan yang benar-benar mencintai wanita itu, tanpa mau melepaskan Shinta. Kini Arlan sangat terpedaya oleh pesona seorang menantu seperti Shinta, sehingga membutakan mata hatinya, untuk melihat Leon, Pak."
Seno mengusap wajahnya berkali-kali, jujur saat ini ia sangat geram karena perlakuan Arlan. Tapi kini ia juga tidak dapat bertindak, untuk menasehati sahabatnya yang semakin keras kepala karena perasaan cinta terlarangnya itu.
"Saya takut jika aku ikut menemani Leon, maka Arlan menganggap bahwa saya bersekongkol dengan rencana kita. Saya percaya pada mu, untuk menemani Leon, dan saya akan memberikan semua fasilitas selama pengobatan berlangsung disana," tegasnya ...
"Ta-ta-tapi Pak ... Leon juga ternyata memiliki tabungan. Saya hanya meminta dia menyediakan dana tiga milyar sesuai ucapan Tuan Chang," jelas Iman.
Seno menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju, "Saya akan menyelamatkan anak itu. Untuk membalaskan dendamnya terhadap Shinta juga Arlan. Jika memang benar mereka tidak mau menerima masukan dari semua orang, justru kita harus meminta Leon yang melakukannya, tentu setelah ia sembuh dari sakitnya. Saya yakin, Yasmin akan setuju dengan semua ini. Kamu siapkan semua legalitas, hari ini juga saya akan menyelesaikan semua administrasinya!"
Iman mengangguk setuju, "Baik Pak. Saya akan menghubungi Leon dan Tuan Chang segera!"
Benar saja, semua Seno lakukan demi Leon. Bukan untuk menyelamatkan rumah tangganya dengan Shinta, melainkan merebut Arlan dari tangan wanita itu ...
__ADS_1