Tergoda Hasrat Menantu

Tergoda Hasrat Menantu
Crazy rich yang tersakiti ...


__ADS_3

Arlan tersentak dari tidur panjangnya, sejenak melihat Shinta yang sejak tadi ternyata mengusap-usap lembut kepala, menggunakan air dingin.


"Astaga Tuhan, aku harus cepat-cepat mencari keberadaan Leon, Shinta! Anak ku dalam masalah besar!" ucapnya langsung mendudukkan tubuhnya, dan bergegas beranjak dari ranjang kamar Leon, membuat Shinta menahan lengan Arlan.


"Pi ... Papi kenapa? A-a-apa ini? Surat apa yang Papi baca?"


Arlan terdiam, tangisnya pecah di bahu Shinta, ia tak kuasa membendung rasa kecewanya terhadap Seno yang selama ini dipercayai ternyata tega mengkhianatinya.


"A-a-aku tertipu oleh Yasmin dan Seno, Shinta! Mereka mengkhianati aku, pantas saja darah juga ginjal ku, tidak pernah cocok untuk Leon. Sumpah demi Tuhan, aku tidak akan pernah memaafkan perselingkuhan mereka berdua! Aku membenci Yasmin, Shinta ... Aku membenci almarhum istri ku. Selama 18 tahun pernikahan ku, tidak pernah aku mengkhianati nya. Ternyata dia mengkhianati aku, Shinta!" ratapan Arlan terdengar sangat memilukan, bahkan menyakitkan.


Bagaimana mungkin, seorang pria yang selama ini setia harus menerima kenyataan, bahwa dirinya di khianati dan di sakiti oleh seorang sahabat yang selama ini dipercayainya.


Shinta, mengusap lembut rambut Arlan. Pria yang memiliki tubuh tegap dengan rambut ikal, membuat ia harus memberi kekuatan pada sosok crazy rich yang tersakiti tersebut.


"Tenanglah Papi ... Semua akan baik-baik saja. Mungkin Leon ingin menenangkan dirinya, karena mengetahui hal ini, dan sengaja pergi tanpa pesan," jelasnya lembut.


Arlan menggeleng pelan, "Tidak mungkin, Leon tidak pernah membuka lemari itu," tunjuknya. Kemudian melanjutkan ucapannya, "Semua berkas didalam sana tidak pernah di buka oleh Leon, aku tahu persis bagaimana putraku. Aku yakin Raline ataupun Mama Liberti sudah sejak dulu mengetahui semua ini. Makanya mereka ingin aku menikah dengan Raline. Aku harus bertemu Seno hari ini, dan membatalkan semua kerja sama ku dengan laki-laki brengsek itu!" geramnya dengan mata berkaca-kaca.


Lagi-lagi Arlan tak kuasa membendung rasa kecewanya, sakit hati yang sangat membekas, bahkan menyakitkan.


"Kenapa tega Seno pada ku, Shinta? Apa salah ku padanya?" tangisnya kembali pecah di bahu wanita yang masih tampak kebingungan tersebut.


Bagaimana tidak, Shinta harus memenangkan Arlan dalam menghadapi masalah yang tidak pernah ia hadapi sebelumnya. Ia hanya menjalani kehidupan sebagai istri yang tidak pernah di sentuh saja oleh suami dalam status pernikahan kontrak, dan melakukan hal itu dengan mertuanya, membuat kepalanya hampir pecah memikirkan Leon.


Apalagi masalah seperti ini ... Pikiran Shinta seakan-akan kosong mendengar penuturan Arlan yang sangat membingungkan.


Arlan berusaha berdiri, dan menarik tangan Shinta menuju ruangannya, tidak lupa membawa semua buntelan berkas itu sebagai bukti dihadapan Seno jika pria itu berkelit.


Sangat berbeda di kediaman Seno saat ini. Dia tengah melakukan panggilan video call, bersama Leon yang baru akan berangkat meninggalkan kota metropolitan itu, menggunakan jet pribadi miliknya.


[Terimakasih Om! Doakan Leon, berhasil menjalani pengobatan. Semoga saja Leon sehat dan bisa menjadi suami terbaik untuk Shinta ...]


Seno tertawa kecil, mendengar celotehan Leon di seberang sana.


[Sembuh dulu, sayang. Om yakin kamu pasti sembuh, dan tidak perlu cuci darah lagi ... See you Leon. Jaga makan dan ikuti aturan kesehatan di sana ...]


[Oke Om ... See you, bye. Jaga Papi buat Leon ... I love you ...]


Seno mengakhiri panggilan teleponnya, seketika matanya berkaca-kaca, mengenang kisah cintanya terhadap Yasmin, yang selama ini disembunyikan nya dari istri juga sahabatnya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Arlan. Semua ini harus aku lakukan, karena aku tidak ingin kehilangan Leon ..."


Seno mengusap sudut mata yang basah, beranjak menuju meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Seketika handphonenya berdering, menatap kearah layar yang menyala, tertera nama "Raline ..."


[Hmm halo]


[Apa kau yang menyembunyikan Leon? Kenapa Arlan mencaci maki ku? Bahkan dia mengancam ingin menghabisi nyawa ku. Dimana Leon? Apa kau dalang dari semua ini? Sudah berkali-kali aku katakan padamu, paksa Arlan agar menikahi aku, maka kalian tidak perlu menghadirkan wanita jallang itu di kehidupan Arlan. Aku sangat mencintainya, Sen. Rasanya ingin sekali aaagh ...]


Seno menghela nafas berat, menoleh kearah pintu melihat Lily membawa secangkir teh manis hangat untuk suami tercinta.


"Mas, aku izin keluar sebentar yah? Mau ke supermarket, untuk membeli beberapa makanan kecil ..."


Seno hanya mengangguk sebagai isyarat bahwa setuju, karena dirinya masih sibuk dengan panggilan telepon Raline.


[Ya, ya ... Biarkan saja dulu. Arlan masih terlena dengan pesona menantunya. Jadi lebih baik kau bersabar! Sudah yah, aku masih ada pekerjaan. Jika sempat aku akan mampir ke mansion ataupun ke apartemen milik Arlan. Aku tidak janji, tapi aku mencoba ... Karena kau tahu sendiri, ipar mu itu sangat keras kepala ...]


[Ya-ya-ya ... Bye Sen ...]


Seno tertawa kecil, meletakkan handphone miliknya diatas meja, mimijat pelan pelipisnya, membuka laci yang selalu ada foto Yasmin bersama dirinya beberapa tahun silam.


Lebih dari dua jam Seno di sibukkan dengan kegiatannya di ruang kerja mansion mewahnya, membuat dia memilih untuk merebahkan tubuhnya di kursi kebanggaannya.


Namun, saat Seno akan terlelap, pintu ruangannya di tendang oleh orang asing dari arah luar ...


BRAAK ...!


"Anjiing kau, Sen! Laki-laki brengsek, sahabat seperti apa kau!"


BHUUG ...!


BHUUG ...!


BHUUG ...!


BHUUG ...!


Arlan masuk tanpa permisi, bahkan tidak perduli dengan tanggapan para pembantu ataupun pengawal kediaman Seno, yang menyatakan bahwa, 'bapak sedang istirahat, Pak Arlan ...'

__ADS_1


Seno benar-benar hoyong dan langsung terjerembab di dalam ruangannya, dan langsung di hujami kaki Arlan yang masih menggunakan sepatu pantofel di batang lehernya.


"Ar-lan a-a-apa yang kau lakukan!? Lepaskan kaki mu di le-le-leher ku, Arlan ..." ucapnya kaget, dengan suara terbata-bata.


Arlan menggerakkan kakinya, di leher Seno dengan sangat keras, membuat Shinta yang melihat kejadian tersebut, langsung memeluk pria yang sudah tak kuasa menahan amarahnya, untuk melerai kedua pria dewasa itu.


"Papi, stop!" tatap Shinta dengan linangan air mata.


Arlan mendorong tubuh Shinta, "Minggir kamu, Shinta! Aku harus membunuh pria brengsek ini, karena dia telah mengkhianati aku!" murkanya, membuat Shinta ikut terjerembab di lantai ruang kerja milik Seno ...


"Aaauugh Papihh ... Aaagh ..."


Seno yang terkejut dengan penuturan Arlan berusaha berdiri, untuk melawan, karena memang tidak mengetahui apa masalahnya, namun lagi-lagi Arlan menghajar Seno habis-habisan ...


BHUUG ...!


BHUUG ...!


BHUUG ...!


"Brengsek kau, Sen! Ternyata, kau pernah meniduri Yasmin, sehingga dia melahirkan Leon dan menikah dengan ku!!!" teriaknya tak kuasa menahan emosinya kala itu, seketika ...


BHUUG ...!


BRAAK ...!


Tubuh Seno ambruk seketika, dengan mata berkaca-kaca merasakan sakit teramat sangat di bagian hidungnya yang patah, ditambah giginya patah empat karena pukulan Arlan yang bertubi-tubi.


"Bangun kau! Bangun!!! Katakan pada ku, apa salah ku pada mu Seno Prayoga Anggoro!!!"


Tangis Arlan kembali pecah, namun ia kembali tersadar dengan rintihan Shinta yang tak mampu berkata-kata, karena menahan rasa sakitnya.


Bergegas Arlan menghampiri Shinta, "Sayang, maafkan aku! Kita ke rumah sakit sekarang!"


Shinta menggelengkan kepalanya, "Kaki Shinta cuma keseleo, Pih ..." tunjuknya.


Arlan kembali menoleh kearah Seno, yang masih tak bergeming, hanya menangis, membuat Lily terkejut mendengar dan melihat kejadian di ruang kerja suaminya.


"Ooogh Tuhan, apa yang terjadi, Mas?" pekik Lily, menoleh kearah Arlan yang masih terduduk dilantai ruangan itu, sambil menangis memeluk Shinta.

__ADS_1


Lily bergegas membantu suaminya, melihat darah segar mengalir deras dari hidung dan mulut Seno, "What happened, Mas!" Ia menolehkan kepalanya kearah Arlan, "Mas Arlan, jawab Lily, apa yang terjadi diantara kalian!!!"


__ADS_2