Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 101


__ADS_3

Fika memasang wajah cemberut saat mengingat siapa yang tengah berjalan menghampirinya dan suaminya ke atas pelaminan sedangkan Nanda yang melihat perubahan wajah istrinya itu mengerutkan keningnya


" Kamu kenapa hem?" Nanda bertanya dengan nada lembut


" Lihat itu" Fika menunjuk dengan dagunya masih dengan wajah yang sama


Nanda pun menurut dan melihat kearah yang ditunjukan oleh Fika, Nanda melihat seorang gadis yang tak asing baginya sedang mendekat kearahnya


" Oh itu" Nanda berucap santai membuat Fika mendengus kesal


" Apa? Hanya seperti itu? Bagaimana dia bisa secuek itu saat melihat gadis yang dulu mengejarnya" batin Fika menatap tak percaya pada suaminya


Ya yang dilihat Fika menghadiri pernikahan itu adalah Alice, gadis yang pernah Fika lihat mendekati Nanda saat di pesta aniversary om Herman dan tante Wina


" Jadi ini pilihanmu? Dia bahkan tidak bisa dibandingkan denganku" Alice menghampiri Fika dan Nanda dengan gaya angkuhnya


Baru Fika akan menjawab Nanda sudah terlebih dahulu melakukannya


" Ya kau benar, bahkan istriku terlalu istimewa untuk dibandingkan denganmu" Nanda berbicara dengan wajah dinginnya


" Nanda, aku tidak habis fikir denganmu yang selalu menolak dan mengacuhkanku. Tapi kamu malah menikah dengan gadis seperti dia" Alice yang sudah tidak bisa menyimpan kekesalannya tampak berbicara keras membuat semua orang menatap kearah mereka. Bahkan Nami dan Yuki yang sedang makan tak jauh dari pelaminan pun menghentikan makan mereka dan menghampiri mereka. Adzriel yang tak bisa jauh dari Yuki pun juga ikut kesana. Sedangkan para orang tua hanya melihat dari kejauhan karena merasa itu adalah urusan anak muda

__ADS_1


Semua memandang dengan fikiran mereka masing - masing, ada juga yang tampak berbisik membicarakan apa yang sedang terjadi. Jay tampak terkejut saat melihat siapa yang sedang berada disana " apa yang sedang dia lakukan disini, apa dia ingin mempermalukan dirinya sendiri" batin Jay seraya memijat dahinya yang tiba - tiba berdenyut


Ya Jay kenal denga Alice karena mereka satu kampus dulu. Alice sangat tergila - gila pada Nanda saat dia tak sengaja bertemu dipertemuan bisnis antara perusahaan Nanda dan ayahnya. Namun Nanda tidak pernah menghiraukannya, tapi walaupun begitu Alice tak patah semangat dan terus berusaha mendekati Nanda dengan bermacam cara walaupun hasilnya tetap sama selalu saja gagal


" Itu urusanku dan kamu tidak berhak untuk mengurusinya!" Nanda berkata dengan penuh penekanan


" Kamu jahat Nanda" Alice berteriak dihadapan Nanda " dan kamu, dasar wanita murahan" Alice menunjuk wajah Fika dengan mata yang memerah karena marah


" Maaf nona, sepertinya anda membicarakan diri anda sendiri" Fika berbicara santai


" Apa maksudmu?" Alice menatap nyalang pada Fika


" Maksudku?" Fika menunjuk dirinya sendiri " nona pasti tahu apa maksudku, wanita murahan bukannya yang mengejar seorang pria terus menerus walaupun sudah ditolak dan bahkan pria itu sudah menikah. Bukankah itu yang namanya murahan?" ucap Fika telak membuat Alice sangat marah dan melayangkan tangannya hendak menampar Fika dan kalian pasti sudah tahu bagaimana akhirnya, tangan Alice berakhir mengenaskan dipelintir oleh Fika membuatnya mengaduh kesakitan


Nanda hanya melihat tanpa ada niat untuk menghentikan ataupun membantu istrinya itu karena Nanda yakin Fika pasti punya caranya sendiri untuk menyelesaikan masalahnya begitu pun yang lainnya mereka tau Fika selalu bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik


Setelah beberapa saat Fika pun melepaskan tangan Alice saat gadis itu terlihat menangis kesakitan dan Fika bukanlah orang jahat yang tega menyakiti orang bila dia tidak melakukan salah padanya


" Bagaimana? Apa kamu masih mau menggangu suamiku hem?" Fika tersenyum penuh kemenangan kearah Alice yang kini tengah meringis sambil mengusap - ngusap tangannya yang terasa sakit


" Carilah kebahagiaanmu sendiri, dan carilah pria yang benar - benar mencintaimu sesungguhnya lebih baik dicintai dan mencintai dari pada harus mencintai tanpa dicintai. Itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri"

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Fika mendudukan dirinya dikursi pelaminan, mungpung belum ada lagi yang mengajak ia untuk bersalaman karena mereka masih sibuk melihat pertunjukan antara dirinya bersama Alice bahkan Alice pun masih mematung ditempatnya fikirnya. Sungguh hari ini sangat melelahkan bagi Fika


" Apa kamu lelah sayang? Apa mau aku pijat?" Nanda tampak memijat tangan Fika dengan lembut sedangkan Fika hanya membiarkannya saja tanpa ada niat melarangnya karena dia sungguh merasa lelah walaupun hanya untuk sekedar berdebat dengan Nanda


Alice yang masih diam berdiri mematung disana tersenyum getir melihat bagaimana Nanda begitu sayang dan perhatian pada istrinya itu. Sungguh pemandangan yang langka melihat seorang Nanda Aditama Balendra dapat bersikap selembut itu terhadap seorang wanita, sebegitu ajaib kah cinta? Itu yang ada dalam fikiran Alice saat ini


" Sepertinya lo bener, lebih baik dicintai dari pada mencintai tapi tak dicintai" ucap Alice membuat Fika dan Nanda menoleh padanya begitupun semua yang ada disana


" Gue bisa lihat bagaimana Nanda mencintai lo, dan lo beruntung karena itu" Alice tersenyum tulus pada Fika


" Lo salah, justru gue yang beruntung karena Qia mencintai gue" Nanda menyela


" Cih, segitu cintanya kamu sama dia" Alice mendekati Fika yang masih duduk dikursi singgasananya " Selamat, semoga kalian bahagia" Alice mengulurkan tangannya


" Thanks, semoga lo juga segera bertemu dengan orang yang sangat mencintai lo dengan tulus" Fika membalas uluran tangan dari Alice seraya tersenyum dengan tulus


" Aamiin" Alice mengaminkan do'a dari Fika


Akhirnya pesta kembali berjalan dengan baik sampai selesai . Semua tampak bahagia dan menikmati suasana pesta disana


Keramaian dan kemewahan pesta yang disuguhkan oleh keluarga Balendra terlihat dinikmati dengan baik oleh para tamu yang hadir disana

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2