
Saat ini Fika dan yang lainnya sedang menunggu Bisma yang sedang dijemput oleh petugas untuk menemui mereka diruang tunggu yang memang disediakan untuk mereka bisa bertemu dengan tahanan yang ada disana
Ini adalah pertama kalinya Fika datang menjenguk pamannya itu setelah pamannya masuk dalam tahanan polisi karena banyaknya kejadian - kejadian yang tak terduga dan juga kesibukan akan pesta yang kemarin mereka adakan
Tak lama Bisma tampak datang dengan baju berwarna orange ciri khas dari tahanan disana. Bisma terlihat lebih kurus dan tak terawat terlihat dari jambang halus yang mulai tumbuh pada wajahnya. Sepertinya beberapa hari didalam tahanan sudah membuat nya lumayan tersiksa
" Ayah" Andra berhambur kedalam pelukan sang ayah yang sudah beberapa hari ini tidak dia temui, begitupun Anggi dia ikut berhambur kedalam pelukan sang suami yang sudah beberapa hari ini dia rindukan. Jujur saja walaupun Anggi tidak menunjukan kesedihannya didepan orang lain tapi dalam hatinya dia selalu menangis saat mengingat suaminya yang kini sedang mendekam dibalik jeruji besi. Terkadang bila Anggi tengah sendiri didalam kamarnya, Anggi tak jarang terisak dalam tangisnya
" Maafkan ayah nak, jaga ibumu untuk ayah selama ayah berada disini" Bisma melepaskan pelukan dari keduanya dan menatap putra semata wayangnya dengan tatapan sendu. Bisma belum menyadari keberadaan Bima dan Sita yang juga ada disana memperhatikan, Bisma belum tahu kalau kakak dan kakak iparnya itu masih hidup dan kini ada di dekatnya. Fika dan Nanda pun hanya melihat pertemuan keluarga kecil itu dengan tersenyum penuh haru disamping ayah dan ibunya
"Andra merindukan ayah" Andra menghapus setiap tetes yang keluar dari sudut matanya. Dia tidak ingin ada yang melihatnya karena dia ingin terlihat kuat dan tegar dihadapan ayahnya
__ADS_1
Walaupun Bisma terkadang jahat dan serakah juga mudah terhasut oleh orang lain, namun Bisma adalah sosok ayah dan suami yang sangat baik dan bertanggung jawab terbukti dia rela melakukan apapun demi memenuhi keinginam istrinya walau terkadang permintaan sang istri berlebihan dan Bisma juga melakukannya dengan cara yang salah. Tapi Bisma tetaplah sosok ayah sempurna dimata Andra dan sosok suami sempurna dimata Anggi
" Ayah juga merindukan kalian" Bisma tak mampu menahan air mata yang sudah menggenang dipelupuk matanya " Oh ya dimana Fik...?" Bima tampak melihat sekeliling mencari keberadaan Fika, namun betapa kagetnya dia melihat siapa yang ada disamping Fika saat ini sampai dia tidak mampu meneruskan lagi perkataannya
" Apa ini mimpi? Aku bisa melihat kak Bima dan Sita ada disini." Bisma menatap dengan mata yang berkaca - kaca pada kedua sosok yang dia anggap hanya bayangan saja " Oh Tuhan, mereka begitu menyayangiku sampai mereka menyempatkan diri mereka untuk menemuiku walaupun mereka sudah berada di alam yang berbeda" air mata Bisma menetes
" Aku minta maaf ka" Bisma perlahan melangkahkan kakinya menghampiri dua sosok yang sangat dia rindukan " Maafkan aku kakak ipar" Bisma terus melangkah sampai tiba dihadapan mereka berdua sedangkan Bima dan Sita tampak diam mematung ditempatnya
Nanda ,Fika, Anggi dan Andra tampak menatap dengan rasa haru pada hati mereka namun sepersekian detik kemudian mereka mengerutkan dahi mereka saat mendengar kata yang di ucapakan oleh Bisma
" Seandainya saja kalian masih hidup, kalian pasti tidak akan memaafkanku iya kan?" Bisma menundukan pandangannya " Kau tahu Fika? sepertinya paman mu ini sudah gila atau mungkin akan segera mati karena aku bisa melihat ayah dan ibumu disini sepertinya mereka akan menjemputku" Bisma menolehkan wajahnya pada Fika
__ADS_1
" Apa dia fikir mereka itu hantu" kira - kira seperti itu yang ada difikiran semua orang saat ini. Suasana yang tadinya penuh rasa haru tiba - tiba berubah menjadi suasana yang aneh saat ini lucu bercampur menyeramkan
" Ya, aku memang mau menjemputmu" Bima yang sedari tadi hanya diam pun berbicara
" Eh, kamu bisa berbicara?" Bisma tampak terkejut dan kembali menolehkan pandangannya pada Bima dan Sita
" Tentu saja, aku kan tidak bisu" Bima merasa kesal saat ini " katakan apa kau akan terus menghinaku atau kau akan memelukku? bukankah kau sangat merindukanku ha?" Bima tampak mengembangkan senyumannya sedangkan Bisma tampak diam mematung sambil mencerna keadaan saat ini
" Tunggu - tunggu, apa ini nyata? Kalian masih hidup? Ta tapi bagaimana bisa?"
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏
__ADS_1