
Beberapa hari setelah itu Nanda dan Fika terlihat sedang berada dikamar mereka dengan kesibukan mereka masing - masing. Nanda sibuk dengan laptop yang ada dipangkuannya untuk mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai sedangkan Fika tampak sibuk dengan ponsel ditangannya, sesekali dia tersenyum dan tertawa melihat ponselnya itu
Nanda yang ada disamping Fika melihatnya dengan dahi mengkerut " kamu lihat apa sih yang? ko sampai ketawa gitu?"
" Tidak ada ka, ini aku lagi chat sama Yuki dan Adzriel di grup" Fika memperlihatkan ponselnya pada Nanda
Nanda manggut - manggut " Oke, lanjutkan!" Nanda mengacak rambut Fika dan kembali fokus pada laptopnya
" Ish... kaka..k" Fika mengerucutkan bibirnya sedangkan Nanda terkekeh
Drrrrt
Drrrrt
Ponsel Nanda yang ia letakkan diatas nakas yang berada disampingnya berdering menandakan ada panggilan masuk
Nanda meraih ponselnya dan melihat siapa yang memanggilnya. Nanda menaikan sebelah alisnya " untuk apa dia menghubungiku?" gumamnya
" Siapa ka?" tanya Fika
" Bukan siapa - siapa, hanya rekan bisnis. Aku angkat dulu telponnya" Nanda beranjak menjauh dari Fika tidak ingin Fika sampai tahu siapa yang sudah menghubunginya
Fika yang melihat Nanda menjauh darinya tampak mengerutkan keningnya " Siapa? tidak biasanya kak Adi seperti itu" Fika tampak berfikir " ah sudahlah mungkin urusan pekerjaan yang aku juga tidak begitu faham" Fika pun kembali fokus pada ponsel yang ada ditangannya
Sementara dibalkon kamar mereka. Nanda tampak sedang menerima panggilannya
__ADS_1
" Halo"
".............."
" Langsung saja! Apa yang anda inginkan?"
" ..............."
Nanda mengerutkan keningnya saat orang disebrang sana berbicara " permainan apa lagi ini" batin Nanda
" Oke, temui aku di kafe xx besok siang" Putus Nanda akhirnya dan langsung memutuskan panggilan mereka
" Oke, aku akan mengikuti permainanamu"
Nanda langsung menekan tombol pada layar ponselnya untuk menghubungi seseorang
Tak menunggu lama Nanda pun ikut berbaring disamping istrinya dan menarik Fika kedalam pelukannya. Nanda memejamkan matanya dan tak lama ia pun mulai masuk kealam mimpi
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Keesokan harinya, seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya Nanda dengan ditemani oleh Jay pergi ke kafe xx untuk menemui seseorang. Nanda sengaja tidak mengajak Fika karena tidak mau Fika bertemu dengan orang yang akan dia temui nanti.
Awalnya Fika curiga dan merajuk ingin ikut karena Nanda tidak seperti biasanya tidak mengajaknya apalagi setelah semalam Nanda mengangkat telpon dari seseorang tanpa ingin dia dengar, sungguh mencurigakan fikirnya
Setelah aksi bujuk membujuk yang dilakukan Nanda pada istrinya itu akhirnya Fika mengizinkannya dengan syarat Fika pun akan keluar bersama dengan Yuki, dia tidak mau hanya sendirian diruang kerja tanpa melakukan apa - apa karena beberapa hari ini Nanda tidak pernah memberinya pekerjaan kantor
__ADS_1
Tugasnya hanya menemani dan melayani Nanda entah itu menyediakan makan atau minuman untuk suaminya itu, sudah seperti pelayan restoran saja fikirnya
Nanda akhirnya pergi dengan perasaan was - was karena membiarkan Fika pergi sendirian menemui sahabatnya tanpa ia temani, tapi itu lebih baik daripada Fika harus ikut dengannya dan bertemu dengan orang itu fikirnya
Nanda dan Jay sampai di kafe sebelum orang yang akan ia temui. Nanda memang sengaja karena dia tidak mau kalau orang itu melakukan sesuatu untuk mencelakainya. Dan dia juga harus melakukan beberapa pesiapan juga bersama dengan Jay
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya orang yang ditunggu Nanda datang dengan dua orang wanita berbeda usia. Mereka pun menghampiri Nanda dan Jay yang sudah menunggu mereka diruang VIP yang memang sudah dipesan Nanda untuk pertemuan kali ini
" Maaf kami terlambat" ujar Pria paruh baya yang baru datang menghampiri Nanda
" Tidak apa - apa pak Bisma, kami mengerti karena jarak Bandung ke Jakarta memang lumayan jauh" Nanda tersenyum
Ya yang kemarin menghubungi Nanda dan meminta bertemu adalah Bisma , paman dari istrinya Fika. Sebenarnya Nanda malas harus berurusan dengan orang jahat dan licik seperti Bisma namun Nanda juga ingin tahu apa yang direncanakan oleh paman dari istrinya itu kali ini, karena dia tidak akan mau mengambil resiko akan keselamatan Fika
" Perkenalkan ini istri saya Anggi , bibi dari Fika" Anggi pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Nanda dan Nanda pun menerimanya
" Anggi"
" Nanda"
" Wah, tampan sekali pria ini, sudah gagah kaya pula. Tak pantas sekali gadis sialan itu bila bersanding dengannya" batin Anggi seraya tersenyum penuh arti
" Dan ini Fika, keponakan kami" Bisma menunjuk gadis muda yang seumuran dengan Fika yang ada disampingnya " bukankah anda mencarinya selama ini" Bisma tersenyum penuh kemenangan sedangkan Nanda dan Jay tampak saling menatap sambil tersenyum penuh arti
" Wah , kalau prianya setampan dan sekeren ini, gue dengan senang hati jadi Fika sampai kapan pun kalau perlu untuk selamanya apalagi dia juga tajir gila, sempurna" batin gadis itu tersenyum menyeringai
__ADS_1
Jangan lupa Like , Vote dan Komen . Terima kasih🙏🙏