
Fika dan Nanda kini sudah berada dibutik langganan mommy Anika. Hari ini mereka akan melakuakan Fiting gaun pengantin yang akan mereka kenakan pada hari resepsi pernikahan mereka yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi
" Ka bisa gak setelah dari sini aku ingin menemui Yuki dan Adzriel dikafe biasa kami berkumpul? Tadi Yuki bilang kalau Adzriel ingin ketemu sama aku. Boleh ya?" Fika memasang puppy eyes nya membuat Nanda merasa gemas
" Tentu boleh dong sayang, apa sih yang nggak buat istriku tercinta ini asalkan aku ikut bersamamu "Nanda menangkup wajah Fika
" Terima kasih" Fika tersenyum manis namun sepersekian detik kemudian senyum itu menghilang dan diganti tatapan tajam " tapi ingat, ini tidak mengurangi kekesalanku pada kakak"
" Selamat datang tuan Nanda dan nyonya, mari ikut saya!" Tiba tiba ada seorang karyawan butik yang menhampiri mereka Fika tersenyum manis sedangkan Nanda terlihat datar. Fika melangkahkan kakinya mengikuti pegawai butik itu sedangkan Nanda masih mematung ditempatnya " ish, kalau seperti ini terus kapan aku akan belah durennya" batin Nanda seraya melangkah gontai mengikuti Fika
Didalam tampak ada tanteu Fany sang pemilik butik sekaligus sahabat dari mommy Anika
" Wah... ini istri kamu Nan? Cantik banget, pantes kamu kepincut" Fani terkekeh sedangkan wajah Fika kini tengah merona
" Terima kasih" Fika tersenyun manis
" Kamu tahu Anika selalu bercerita kalau Nanda itu terlalu cuek, sampai - sampai dia khawatir kalau dia gak bakalan nikah" Fany terkekeh " Tapi akhirnya Nanda bawa kamu sebagai istrinya, awalnya dia kaget tapi dia senang banget. Malahan dia sangat bersemangat mempersiapkan pernikahan kalian."
" Oh ya tanteu? Aku malah ngerasa nggak enak karena gak banyak bantu, semua mommy yang siapin"
" Gak papa mommy mu seneng banget ko ngelakuinnya, oh ya tanteu udah siapin beberapa gaun terbaik dibutik ini. Cobain ya!"
Fika pun mengangguk dan pergi bersama dengan salah satu karyawan disana untuk mencoba gaun yang sudah disiapkan oleh tanteu Fani untuknya
__ADS_1
Pilihan Fika jatuh pada gaun berwarna hijau mint lengan panjang dengan hiasan bunga , renda dan beberapa payet dibagian atas dan bawahnya terlihat elegan dan wow saat ada yang melihatnya
Fika pun keluar dari ruang ganti dengan mengenakan gaun pilihannya itu , Nanda yang sejak tadi sibuk dengan ponsel yang ada ditangannya pun mendongakan kepalanya dan betapa terpesonanya dia melihat istrinya saat ini
" Wah , kamu cantik banget sayang" Bukan Nanda yang berbicara melainkan Fani karena Nanda hanya melongo tanpa berkedip melihat Fika " Nanda saja sampai melongo seperti itu" Fani terkekeh melihat eksfresi Nanda membuat Nanda sadar dari lamunannya
" Eh...emm.. tanteu benar, kamu cantik sekali sayang" Nanda tersenyum manis membuat Fika tersipu malu dan salah tingkah
" Ayo Nanda kamu juga coba jasnya" Nanda pun mengangguk dan masuk kedalam ruang ganti dan untuk mencoba setelan jas yang senada dengan gaun Fika
Kini giliran Fika yang melongo melihat Nanda yang tampak semakin tampan dan gagah saat mengenakan setelan jas itu. Nanda berdiri disamping Fika dan tersenyum manis pada Fika
" Wah wah wah.. kalian ini memang pasangan yang sangat serasi. Yang satu cantik dan yang satunya tampan" Fani memandang penuh kagum pada keduanya
Keduanya pun mengganti kembali pakaian mereka dan pamit pada Fany untuk pergi dari sana. Fika mersa senang bertemu dengan sahabat dari ibu mertuanya itu karena Fany sangat ramah dan juga baik padanya.
Didalam mobil Fika terlihat sendu karena mengingat kedua orang tuanya yang sudah tiada dan keluarga satu - satunya yaitu pamannya Bisma yang malah berusaha untuk menghabisinya. Entahlah Fika selalu sedih saat dia mengingat semua itu
" Sayang.. kamu kenapa sedih?" Nanda yang melihat istrinya berwajah sendu pun menghawatirkannya
" Aku hanya teringat ibu dan ayah ka, seandainya saja mereka masih hidup. Mereka pasti akan sangat senang melihat kita akhirnya menikah" Fika menatap Nanda begitupun Nanda yang menatap Fika
" Kamu jangan sedih, ayah sama ibu pasti bahagia disana lihat kamu juga bahagia, do'akan mereka terus ya, karena do'a anak yang soleh itu akan dikabulkan oleh Alloh SWT" Nanda menarik tubuh istrinya itu kedalam pelukannya. Fika pun menenggelamkan wajahnya didada bidang suaminya. Tempat ternyaman bagi Fika saat ini
__ADS_1
Beberapa menit mereka lewati dengan saling berpelukan didalam mobil yang masih terparkir didepan butik
" Udah puas belum peluknya?" Nanda bertanya dengan nada mengejeknya membuat Fika mendongak dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Nanda
" Ish... bilang aja kalau bosen meluk aku" Fika mengerucutkan bibirnya sedangkan Nanda terkekeh geli
" Aku sih tidak keberatan dipeluk sama istriku yang cantik ini, mau sehari semalam juga boleh, bahkan kalau mau lebih dari sekedar pelukan juga dengan senang hati aku akan bersedia" Nanda menaikan turunkan alisnya
" Ish.. itu mah maunya situ" Fika memukul pelan dada Nanda
" Aw... sakit yang, harusnya jangan dipukul tapi dicium" Nanda terus terkekeh
" Kakak.... Ayo cepet jalan! Lama - lama disini kakak makin ngaco aja"
" Siap , sayangku! Jadi kita ke hotel atau apartemen hem" Nanda masih saja menggoda Fika
" Kakak... apaan sih, kita kan mau ke kafe buat ketemu Yuki sama Adzriel" Fika mendengus kesal
" Iya - iya sayangku, tapi nanti kita pulang ke apartemen ya!"
" Terserah"
Nanda pun tersenyum dan mulai menancap gas mobilnya membelah jalanan ibu kota menuju kafe tempat mereka akan bertemu dengan kedua sahabat Fika
__ADS_1
Jangan lupa Like , Vote dan Koment. Terima kasih🙏🙏