Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Extra Part


__ADS_3

Keesokan paginya Nanda tampak berteriak dengan wajah paniknya memanggil mommy dan ibu mertuanya


" Mom, bu " Nanda berteriak berkali - kali seraya menuruni tangga


" Ada apa sayang, pagi - pagi udah teriak - teriak" Anika tanpa sadar malah ikut berteriak menghampiri anak semata wayangnya itu


" Kenapa Di" Sita yang tadi ada didapur pun ikut menghampiri menantunya itu.


" Iya, ada apa Nan ko kamu panik banget kayaknya" Anggi yang sedang bersama Sita mengikuti kakak iparnya itu


Ya keluarga Bima dan Bisma menginap di mansion keluarga Balendra atas permintaan Fika karena Fika yang masih ingin bersama dengan keluarganya itu kecuali Danu yang pylang terlebih dahulu ke Bandung untuk mengurus Wijaya Corp yang tidak mungkin mereka tinggalkan dalam waktu yang lama


" I itu mom, bu, tan Qia" Nanda tampak panik sambil menunjuk ke arah kamarnya yang berada dilantai atas


" Fika" teriak ketiga wanita itu bersamaan dengan wajah yang tak kalah panik dengan wajah Nanda tadi


" Qia tadi..." belum sempat Nanda menyelesaikan ucapannya ketiga wanita paruh baya yang ada dihadapannya sudah melesat naik menuju kamar Namda dan Fika berada tanpa memperdulikan Nanda yang tampak terhuyung tiga kali sampai limbung karena dia ditabrak oleh ketiga wanita paruh baya yang tanpa perasaan menabraknya dan pergi begitu saja meninggalkannya


" Ada apa sih, ribut banget" baru Nanda akan melangkahkan kakinya tiba - tiba Davian , Bima, Andra dan Bisma yang sehabis melakukan olah raga pagi menghampirinya


" Itu dad , Qia" Nanda kembali berwajah panik


" Fika? Ada apa dengan Fika?" Bima mulai terlihat panik


" Jangan panik, lebih baik kita lihat saja keatas" Bisma menenangkan kakaknya


" Ayo" tanpa basa basi Andra lansung melesat naik keatas dimana kamar ka Fika nya berada diikuti oleh ketiga pria paruh baya yang ikut berlari mengikuti langkah Andra


Nanda yang tak mau tertabrak untuk yang kesekian kalinya pun dengan cekatan menghindar dari depan tangga namun karena keseimbangannya yang kurang baik, bokong Nanda akhirnya jatuh juga mencium kerasnya lantai mansion mereka

__ADS_1


" Ish, kenapa aku sial sekali" Nanda bangkit dari jatuhnya " lagian kenapa mereka tidak memperdulikanku? Bahkan aku belum sempat mengatakan apapun pada mereka" Nanda mendengus kesal seraya melangkah gontai menyusul semuanya menuju kamarnya dan juga Fika


Sementara dikamar, terlihat Fika yang sedang terduduk lemas bersandar pada kepala ranjang karena pusing yang ia rasakan merasa terkejut saat semua orang tampak berbondong - bondong masuk kedalam kamarnya


Fika mengerjap - ngerjapkan matanya berkali - kali mencoba mencerna apa yang sedang terjadi karena seingatnya tadi Fika hanya meminta suaminya Nanda untuk membawakannya buah - buahan yang segar dan sedikit berasa asam karena sejak tadi dia merasa pusing dan agak mual diperutnya namun tidak sampai muntah - muntah sehingga yang dia bayangkan adalam memakan makanan yang segar - segar untuk megurangi rasa pusing dan mual yang menderanya


Tapi apa ini? Semua orang tampak datang dengan wajah cemas mereka


" Kamu kenapa sayang?" Sita duduk disamping Fika dengan wajah cemasnya


" Kamu sakit?" Anika ikut mendekat dengan wajah yang tak kalah khawatir


" Apa kita panggil dokter saja ya mbak" Anggi tampak berbicara pada Anika dan Sita dengan wajah yang terlihat cemas juga


Fika ingin menjawab mereka tapi tidak ada yang memberikan kesempatan padanya karena semua tampak sibuk dengan asumsi mereka sendiri termasuk para bapak - bapak juga tampak ikut mencemaskan keadaan Fika. Fika hanya bisa menghela nafasnya panjang seraya tersenyum senang melihat seluruh keluarganya tampak berkumpul bersama terlihat kompak dan akur


" Sayang, mana buah yang kuminta?" Fika yang melihat suaminya memasuki kamar langsung meminta pesanannya sedangkan semua yang ada disana tampak mengerutkan kening mereka menatap Nanda yang tampak melangkah dengan gontai


" Maaf sayang, aku belum mengambilnya karena mereka langsung berlarian kemari tanpa mendengarkanku terlebih dahulu" Nanda menunjuk semua dengan dagunya " jadi aku terburu - buru menyusul mereka"


Pletak


Satu jitakan mendarat dikepala Nanda, siapa lagi pelakunya kalau bukan Anika


" Siapa juga yang tidak akan cemas melihat kamu teriak - teriak dengan wajah yang terlihat sangat panik, dasar anak nakal" Anika mendengus kesal


" Aw, sakit mooom" Nanda merengek kesakitan


" Rasakan! itu balasan untuk anak yang nakal sepertimu . Membuat semua khawatir saja" Semua tampak menganggukan kepala mereka setuju atas ucapan Anika

__ADS_1


" Tapi kak Fika terlihat agak pucat, kakak sakit?" Andra tak menghiraukan keributan yang terjadi dan hanya memperhatikan Fika saja


" Kakak tidak apa - apa Ndra, cuma sedikit pusing dan mual aja makannya kakak minta ka Adi untuk membawakan beberapa buah yang segar dan asam. Kayaknya enak deh" Fika terlihat membayangkan buah segar yang asam seraya mengerak - gerakan lidahnya


" Oh" Semua tampak beroh ria dengan mengangguk - nganggukan kepalanya mengerti


" Tunggu, kata kamu mual dan pusing sayang?" Tiba - tiba Sita menyadari sesuatu


" Apa kamu muntah?" Anika juga mulai mengerti arah dari ucapan besannya itu


" Nggak mom, cuma pusing dan mual dikit ko gak sampai muntah"


Sita dan Anika tampak saling pandang sedangkan yang lainnya tampak mengerutkan kening mereka


" Kapan terakhir kamu datang bulan sayang?" Anggi yang baru mengerti arah ucapan kedua kakak iparnya itu pun ikut bertanya


" Emmm kapan ya? Ko aku lupa ya, apa kakak ingat kapan terakhir aku datang bulan?" Fika malah menanyakannya pada Nanda karena biasanya Nanda akan tahu waktu liburnya


" Entahlah, sepertinya sudah lama aku tidak mendapat libur darimu sayang" Nanda berbicara santai " memang apa hubungannya dengan sakit istriku ini?" Nanda malah bertanya pada Anggi


" Ish, tentu saja berhubungan" Sita dan Anika menjawab kompak


" Apa itu mungkin mom?" Davian yang mulai paham langsung bertanya pada Anika dengan antusiasnya


" Apa?" Bima yang belum faham tampak mengerutkan keningnya


Sita , Anika dan Anggi tampak saling melempar pandangan dan senyuman yang penuh arti " Sepertinya Fika hamil" Ucap Sita, Anika dan Anggi bersamaan seraya tersenyum senang membuat semua orang membulatkan bola mata mereka termasuk Fika dan Nanda


" Aku hamil? Fika dengan wajah terkejutnya

__ADS_1


" Istriku hamil?" Nanda juga sama terkejutnya


Gimana ekstra partnya? Semoga bisa mengobati kerinduan para readers semua pada kekonyolan Nanda, Fika dan keluarganya. Terima kasih sudah mendukung karya aku πŸ™πŸ™ LOVE YOU ALL😘😘


__ADS_2