
Beberapa minggu telah berlalu Bisma kini semakin percaya pada Danu. Bima juga terus terlihat semakin acuh saja pada Danu begitupun sebaliknya, tapi mereka sering bertemu diam - diam untuk membicarakan rencana mereka untuk menghadapi Bisma dan Arga.
Arga tentu saja senang saat mendengar kabar dari Bisma bahwa Danu dan Bima saling berselisih dan bahkan Danu mau bergabung dalam rencana jahat mereka. Namun Arga yang tau bagaimana hubungan Danu dan Bima sejak dulu tidak mau mempercayai Danu begitu saja seperti Bisma yang memang terlalu bodoh dalam hal ini
Arga mengutus dua orang kepercayaannya untuk mengawasi gerak - gerik Danu dan dua orang lagi mengawasi Bisma dan Danu yang memang tidak bodoh dapat mengetahui itu semua sehingga dia harus lebih berhati - hati saat bertemu dengan Bima
Besok adalah hari kelulusan Fika ,dan Bisma akan melancarkan aksinya untuk mencelakakan Bima. Tadi pagi Danu baru diberi tahu rencana selengkapnya dari Bisma saat mereka mengadakan pertemuan dengan anak buah Arga
" Sial, bagaimana aku bisa membicarakan ini pada Bima, sedangkan waktuku hanya semalam dan aku bahkan kini kesulitan untuk berhubungan dengan Bima" batin Danu saat dia kembali dari pertemuannya dengan Bisma
" Aku harus bergerak cepat" gumamnya seraya melajukan mobilnya membelah jalan dmenuju apartemennya
Malam harinya anak buah Arga yang bertugas mengawasi Danu saat ini sedang menyiapkan perlengkapan untuk rencana mereka besok sehingga perjagaan pada Danu sedikit longgar
Danu pergi dari apartemennya menuju rumah besar Wijaya. Dia masuk melalui jalan belakang yang biasa ia gunakan bila datang kesana. Danu tidak mungkin bertamu seperti biasa karena yang semua orang tahu bahwa hubungannya dan Bima sedang sangat buruk jadi Danu menunggu semua orang tertidur agar dia bisa menuelinap masuk kekamar Bima
Danu bahkan tidak bisa menghubungi Bima dengan ponselnya karena semua alat komunikasi Danu telah disadap oleh Arga
Dengan perlahan Danu menyelinap masuk dan mengendap - endap menuju kamar Bima dan Sita berada.
Tok
Tok
Tok
Danu mengetuk pintu kamar itu dengan pelan namun tidak ada sahutan sama sekali sehingga Danu mengulanginya lagi dan lagi, beruntung kamar Bima ada dilantai atas dan hanya dua kamar disana kamar Bima dan Fika itu juga dengan jarak yang lumayan jauh sehingga tidak ada yang akan mendengarkan suara ketukan pintu yang dilakukan Danu
__ADS_1
Sementara didalam kamar Bima dan Sita yang tengah terlelap , tiba tiba terbangun karena suara ketukan dipintu kamar mereka
" Mas denger gak?" Sita mengucek matanya yang sudah terbuka
" Ya mas juga dengar, siapa yang tengah malam begini mengetuk pintu?" Bima pun melakukan hal yang sama " biar mas lihat" lanjutnya lagi seraya beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya mendekati pintunya
" Siapa?" Bima bertanya setelah tepat didepan pintu
" Danu" jawab Danu berbisik
" Danu" beo Bima dengan wajah setengah kaget dan langung membuka pintu dihadapannya
Ceklek
Pintupun terbuka, tak menunggu lama Danu pun masuk kedalam ssbelum ada orang lain yang melihatnya berada disana
" Ada apa mas, siapa itu?" Sita yang penasaran bangun dari tempat tidurnya dan mendekati suaminya yang tampak berbicara dengan seseorang
" Sita, ini aku" Danu menjawab pertanyaan Sita
" Mas Danu" Sita terkejut akan kedatangan Danu disana ditengah malam begini. Apalagi yang dia tahu hubungan Bima dan Danu sedang tidak baik - baik saja dan sudah beberapa minggu ini Danu tidak pernah menginjakan kakinya lagi dirumah besar Wijaya.
" Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?" Sita bertanya setelah melihat raut wajah keduanya yang terlihat panik
Bima tampak melirik Danu dan begitupun sebaliknya. Mereka menganggukan kepala mereka mengiyakan atas apa yang mereka tanyakan melaui kode mata mereka.
Keduanya tampak menghela nafas mereka secara bersamaan
__ADS_1
" Sebenarnya ada masalah" Bima menatap istrinya lembut
" Masalah? Apa serius?" Sita tampak panik
" Sangat, ini bahkan bisa dibilang berbahaya" kali ini Danu yang menjawab
" Berbahaya? Apa maksudnya?" Sita tampak semakin panik
Danu dan Bima pun menceritakan semuanya daria awal hingga akhir bahkan tentang rencana Bisma yang ingin mencelakakan mereka
Sita tampak menutup mulutnya sendiri tak percaya dengan apa yang telah dia dengar
" Oh Tuhan, bagaimana bisa Bisma melakukan itu pada kita" Sita tampak menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya mencari kebenaran dari wajah suaminya itu. Bima menganggukan kepalanya mantap
" Oh Tuhan" Sita tampak memucat dan perlahan tubuhnya melemah dan luruh kelantai bila Bima tidak menahan tubuh istrinya itu. Perlahan Bima menggendong tubuh istrinya itu dan mendudukannya diatas tempat tidur mereka dan memberikan segelas air minum yang selalu ia letakkan diatas nakas dekat tempat tidur mereka
" Aku juga sama terkejutnya denganmu saat pertama kali mengetahuinya" Bima meletakkan kembali gelas yang sudah kosong setelah Sita meminumnya " tapi itulah yang terjadi, aku tidak bisa menyangkalnya bahwa adikku sendiri ingin menyakitiku dan bahkan bersekutu dengan musuhku" wajah Bima terlihat sendu saat mengatakannya
Sita mengerti bagaimana sakit dan hancurnya perasaan suaminya itu. Adiknya sendiri yang sangat dia sayangi dengan sepenuh hati dan yang ia bantu mati - matian, ingin menhancurkan dirinya sendiri. Itu pasti tidak mudah diterima oleh hatinya
" Kamu jangan khawatir, aku sudah merencanakan sesuatu untuk ini. Tapi aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik dan mau berkorban sekali lagi setidaknya sampai kita bisa menjerat kembali Arga ke ranah hukum dan menyadarkan Bisma akan perbuatan salah yang ia telah lakukan. Apa kalian bersedia" Danu tampak melihat pasangan itu
" Apa rencanamu? Aku akan berusaha untuk melakukan dengan baik untuk melaksanakan rencana kita ini agar berhasil" Bima berkata mantap " kapan mereka akan melaksanakan rencana mereka?" Bima kembali bertanya
" Besok" Danu berkata mantap sedangkan Sita dan Bima terlihat syok saat mendengarnya
" Besok" kaget mereka berdua
__ADS_1