
Dua bulan telah berlalu, selama itu pula Bisma dan Anggi tinggal dirumah keluarga Fika. Semakin hari semakin terlihat sifat asli mereka membuat Fika terkadang jengkel dengan kelakuan mereka. Bagaiman tidak jengkel Anggi selalu saja keluar rumah dan menghamburkan uang dengan belanja sana sini, bahkan Sita saja yang istri dari seorang CEO sukses di Bandung jarang sekali berbelanja seperti itu
Sedangkan Bisma juga sama saja semakin kesini semakin sering memerintah pada art dan pekerja dirumah itu, bahkan Bima dan Sita saja yang jelas - jelas majikan mereka dan membayar mereka tidak pernah bertindak semena - mena seperti itu. Fika terkadang juga suka kesal dengan tingkah laku mereka, namun ayah dan ibu Fika selalu bilang " sabar ya sayang, kita sebagai pribumi harus menjamu tamu dengan baik"
" Tapi mana ada tamu yang seperti itu, seenaknya" batin Fika
Hari ini adalah hari besar Fika dimana hari ini Fika akan menerima kelulusannya. Sita dan Bima menyempatkan diri mereka untuk menemani putri semata wayangnya itu untuk mengambil surat kelulusan putrinya.
Fika yang memang pintar dalam mata pelajaran hari ini lulus dengan nilai paling tinggi diantara teman - teman yang lainnya dan itu memberi kebanggaannya tersendiri pada hati Bima dan juga Sita
" Kamu seperti biasa, sangat hebat sayang. Iyakan Dan?" Bisma yang duduk dikursi depan mobil bersebelahan dengan Danu yang tengah menyetir mobil itu. Kini mereka sedang dalam perjalanan untuk merayakan kelulusan Fika ketempat favorit mereka di atas perbukitan yang terletak lumayan jauh dari rumah mereka
" Iya, tentu saja. Gadis kecil kita memang sangat pintar" Danu tersenyum senang ke arah Bima
Ya Danu adalah tangan kanan Bima sekaligus sahabatnya sedari SMA. Istri Danu sudah meninggal karena penyakit yang dideritanya satu tahun yang lalu dan dia belum dikaruniai seorang anak pun. Maka dari itu Danu sangat menyayangi Fika dan selalu memanjakannya seperti anaknya sendiri, bahkan Sita saja sering protes karena Danu terlalu memanjakan putrinya itu sehingga dia tumbuh jadi anak yang sangat manja
" Siapa dulu dong bapaknya, gue gitu" Bima berbicara ponggah dambil tertawa lepas. Namun jauh dalam lubuk hatinya dia merasa sangat takut, entah apa yang akan terjadi nanti
" Ish bapaknya aja ni, ibunya nggak?" Sindir Sita membuat semua tertawa
__ADS_1
"Fika ini anaknya ayah dan ibu, jadi jangan berebut. Fika kan pintar karena ayah dan ibu" Fika tersenyum senang sedangkan Sita dan Bima sama - sama menatap sendu anaknya itu
Entahlah seperti ada hal besar yang akan terjadi dan hal itu membuat hati keduanya merasa sendu
Belum juga mereka sampai ketempat tujuan , mobil mereka sudah berhenti. Tampak sebuah mobil hitam tengah menghadang mereka didepan sana. Fika mengedarkan pandangannya melihat kesekeliling. Disisi kanan dan kiri mereka hanya ada sungai besar dengan arus yang sangat deras. Ya mereka sedang berada ditengah jembatan yang lumayan besar
" Ada apa ini?" Sita terlihat panik
" Ada yang menhadang kita didepan, kalian tunggulah didalam mobil!" Bima berbicara tegas seraya membuka pintu mobil dan langsung berjalan menghampiri dua orang yang ada dihadapan mereka bersama dengan Danu
Tampak mereka saling cekcok entah apa yang mereka bicarakan, yang pasti Fika tidak bisa mendengarnya dari sana
Dor
" Aaahk" teriak mereka berdua
" Apa itu bu?" tubuh Fika bergetar hebat bahkan air mata kini sudah membanjiri wajahnya
" Ibu tidak tau sayang" Sita menangkup kedua pipi putrinya dengan gemetar " kamu bersembunyilah disini dan jangan keluar apapun yang terjadi oke"
__ADS_1
" Tapi ibu mau kemana"
" Ibu harus pergi melihat ayahmu sayang, berjanjilah pada ibu. Apapun yang terjadi, tetap didalam mobil"
Fika semakin menangis histeris sambil memeluk ibunya itu. Tubuhnya bergetar hebat saat ini, Sita pun sama dia juga sesegukan saat ini tak dapat lagi menahan tangisnya
Sita perlahan melepaskan pelukan mereka dan menyuruh Fika berjongkok dibelakan jok untuk bersembunyi. Perlahan Sita membuka pintu mobilnya dan melangkahkan kakinya mendekati suaminya.
Dorr
Tak lama kembali terdengar suara tembakan yang sangat keras membuat Fika semakin gemetar dibuatnya " Ayah , ibu , om Danu, apa kalian baik - baik saja? "Gumam Fika dengan air mata yang tak hentinya mengalir dari matanya
Fika yang merasa penasaran dan takut terjadi sesuatu pada orang tuanya tanpa fikir panjang membuka pintu mobil dan berlari menghampiri keluarganya didepan sana
Namun apa yang Fika lihat sangat teramat mengerikan, Fika mendapati kedua orang tuanya terbaring diatas aspal dengan satu luka tembakan pada perut mereka masing masing dan yang lebih mengejutkannya lagi Fika melihat Om Danunya kini telah memegang pistol ditangannya menghadap pada kedua orang tuanya
"Tidak tidak" Fika menggeleng - gelengkan kepalanya sambil berdiri mematung didepan mobil milik keluarganya
" Om Danu" Fika berteriak histeris membuat Danu dan dua orang yang ada dibelakangnya menoleh kearahnya
__ADS_1
" Fika" gumam Danu dengan wajah paniknya