Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 55


__ADS_3

Dikafe tampak Yuki yang sudah datang duluan tengah menunggu kedua sahabatnya plus suami sahabatnya.


" Kebiasaan deh, jam karet dasar" Yuki menggerutu kesal sambil memainkan ponsel yang ada ditangannya


" Fika dan suaminya belum datang?" Tiba - tiba Adzriel datang dan duduk disebelah Yuki


"Belum" Jawab Yuki acuh sambil masih memainkan ponselnya


" Kalau ada yang ngomong tuh, lihat wajahnya jangan malah mainin hape!" Adzriel merebut ponsel ditangan Yuki


" Iiih... Adzriel... Kembaliin!" Yuki merengek dan berusaha mengambil ponsel yang ada ditangan Adzriel


Yuki berusaha mengambil ponselnya yang sudah diambil paksa oleh Adzriel sedangkan Adzriel tidak memberikannya begitu saja, dia berusaha terus menjauhkan ponselnya dengan mengacungkan tangannya ke atas .


Yuki yang ingin segera mendapatkan ponselnya tanpa sadar sudah mendudukan dirinya dipangkuan Adzriel dan tanpa mereka sadari posisi mereka kini sangat dekat bahkan mereka seperti orang yang sedang berpelukan dengan tangan mereka yang sama - sama mengacung ke atas


" Siniin gak!"


" Nggak, ambil aja sendiri" mereka berdua masih dalam pisisi yang sama sampai


" Ekhem" Deheman seseorang membuat mereka menoleh bersamaan " sepertinya kita datang tidak dalam waktu yang tepat ya kak?"


" Ya sayang, sepertinya begitu" Fika dan Nanda tampak mengulum senyum mereka


Yuki dan Adzriel saling tatap, wajah mereka bahkan sangat dekat saat ini. Mata mereka berdua saling bersirobok, jantung mereka berdetak sangat kencang seakan akan melompat dari tempatnya.

__ADS_1


" Tampan" batin Yuki


"Cantik" batin Adzriel. Mereka berdua sama - sama tersenyum satu sama lain


" Aduh - aduh, kayaknya kita gak dianggap ya kak" Fika berpura - pura akan menangis sedangkan Yuki dan Adzriel masih betah dengan posisi mereka. Namun sepersekian detik kemudian mereka pun tersadar dan Yuki langsung turun dari atas pangkuan Adzriel dan kembali duduk dikursinya


Adzriel pun sama dia langsung membenahi jasnya yang agak berantakan dan langsung meletakan ponsel Yuki dihadapan Yuki " i ini ponsel lo" Adzriel berusaha menutupi kegugupannya


" I iya" Yuki dengan gerakan cepat mengambil ponselnya dan langsung meletakannya dalam tas


" Kenapa kalian gak lanjutin aja ha? Pangkuan aja terus, anggap aja kita gak ada. Iya kan ka?" Fika berbicara dengan nada mengejek


" Lo salah faham Fik, tadi tuh gue kesel aja sama si Yuki . Masa gue ngomong dia malah sibuk sama ponsel" Adzriel menjelaskan


" Kalian kenapa sih, kayak pasangan selingkuh yang ketahuan oleh pacar cowoknya tau gak" Fika melirik Nanda sedangkan yang dilirik datar - datar saja


" Apaan sih Fik, lagian siapa yang cowok siapa dan yang selingkuh siapa. Lo aja udah bawa body guard gitu" Adzriel menunjuk Nanda dengan dagunya " pukulan dia yang kemarin aja masih kerasa" Lanjutnya seraya memegang sudut bibirnya yang masih sedikit merah


" Kemarin?" Fika mengerutkan keningnya " jangan bilang kalau yang berantem sama suami gue itu elo?"


" Yap, seratus buat lo" Adzriel menganggukan kepalanya sedangkan Fika membulatkan matanya


" Kakak kemarin ketempat Adzriel?" Nanda mengangguk santai " untuk apa?"


" Kamu masih tanya untuk apa? tentu saja untuk membantu istri tersayangku agar dia bisa berbaikan dengan sahabat nya ini" Nanda menangkup kedua pipi Fika

__ADS_1


Fika pun tersenyum manis " térima kasih, I Love You"


" Love You to"


cup


Fika mencium pipi Nanda membuat Nanda tersenyum senang


" Apa hanya ini hem? Aku ingin lebih sayang, nanti aku akan menagihnya saat kita sampai di apartemen kita" Nanda berbisik sambik tersenyum menyeringai membuat Fika merinding dan wajahnya berubah merah


" Ekhem" Adzriel dan Yuki berdehem bersamaan


" Dunia berasa milik berdua ya, yang lain ngontrak" Sindir Adzriel


" Berasa jadi obat nyamuk kita" Yuki menimpali


" Sirik aja deh lo, kepingin ya?" Fika membalas dengan nada mengejek


" Iyuh... jijik gue" Yuki memitar bola matanya malas


Fika dan Nanda tertawa melihat Yuki yang terlihat kesal sedangkan Adzriel mendengus kesal


" Udah, pesen makanan dulu gih. Laper tau!" Yuki mengerucutkan bibirnya


Mereka pun memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk mereka. Lagipula sebentar lagi sudah masuk jam makan malam jadi wajar saja mereka sudah merasa lapar. Mereka malam itu makan malam bersama sambil sesekali mengobrol dan bercanda ala - ala mereka. Nanda yang baru pertama kali bergabung dengan mereka merasa sangat nyaman berada ditengah tengah mereka walaupun masih ada kecanggungan di antara mereka karena Nanda yang terlalu datar dan dingin. Hanya saat bicara bersama Fika saja Nanda bisa menjadi sangat lembut. Yuki dan Adzriel yang melihat cinta diantara mereka pun sangat bahagia dan merasa tenang, setidaknya sahabatnya itu sudah menemukan cintanya dan terlihat bahagia

__ADS_1


__ADS_2