
Semua tampak diam dengan pemikiran mereka masing - masing Anggi tampak terisak setelah mendengar pengakuan Bisma sedangkan Fika masih setia menatap Bisma yang kini keadaannya terlihat menyedihkan . Tubuh yang terduduk dilantai dengan kaki yang ia tekuk kebelakang baju dan rambut yang acak - acakan
" Sejak dulu Bima selalu dibanggakan oleh ayah dan ibu, sedangkan aku. Aku hanya dianggap sebagai aib keluarga karena aku dianggap bodoh dan nakal tidak seperti Bima yang pintar dan penurut" Bisma menerawang membayangkan masa lalunya
" Apa paman tahu, ayah selalu berkata bahwa paman adalah saudara satu - satunya yang sangat dia sayangi" Fika berbicara dengan tatapan kosong
" Bohong, semua itu bohong" Bisma berteriak membuat Fika terlonjak kaget
" A aku tidak bohong" Fika membalas bereteriak
" Ha ha ha" tawa Bisma menggema diruangan itu, semua orang tampak melihat kearahnya menunggu apa yang ingin Bisma katakan tanpa ada niat untuk menyela
" Apa dengan membiarkan aku diusir oleh ayah dan dikirim ke Surabaya hanya berbekalkan uang pas - pasan dan tempat tinggal kecil, apa itu yang disebut sayang ha? Dia bahkan tidak pernah mencariku dan menemuiku selama bertahun - tahun"
__ADS_1
" Beruntungnya aku bisa mendirikan perusahaanku sendiri dengan kerja kerasku walaupun harus mengalami bangkrut berkali - kali, bahkan perusahaan terakhirku yang diberikan mertuaku pun akhirnya hancur tak bersisa. Tapi itu lebih baik daripada ayahmu yang hanya mengandalkan harta dari ayah dan ibu saja yang akhirnya aku bisa juga menguasainya, karena kamu tahu ? Akupun berhak atas Wijaya Corp dan rumah besar itu, tapi apa ? Bima seolah - olah pemilik dari semuanya bahkan semua saham Wijaya Corp atas nama kamu , Sita dan dirinya tidak ada sedikitpun atas namaku" Bisma tampak terkekeh saat mengatakannya
" Paman salah!" Fika menggelengkan kepalanya" paman salah, ayah tidak pernah menghak rumah dan Wijaya Corp justru ayah yang sudah menyelamatkan Wijaya Corp dari kehancuran dan masalah rumah, rumah itu memang sudah menjadi milik ayah sejak aku berumur 10 tahun karena pada saat itu ayahlah yang sudah membelinya kembali dengan uang hasil usahanya dengan dibantu oleh oma dan opa dari ibu. Aku ingat persis hal itu"
" Apa maksudmu? Rumah itu dalah milik ayah dan ibuku, kakek dan nenekmu. Ayahmu membelinya dari siapa? Kalau itu benar bukankah aku juga harus menerima uang hasil penjualannya" Bisma menatap tajam pada Fika
" Ya pasti paman tidak tahu karena ayah menutupinya dari paman karena tidak ingin paman merasa terbebani dengan keadaan kami saat itu" Fika teringat kembali akan kenangannya bersama kedua orang tuanya
" Tentu saja aku sangat mengingatnya, aku tidak mungkin melupakan jasanya. Lalu apa hubungannya itu dengan masalah ini"Bisma tampak mengerutkan keningnya
" Apa paman ingat namanya?" Fika tampak menaikan sebelah alisnya
" Ya , namanya pak Bimbim. Dia pengusaha kaya raya yang suka berinvestasi pada perusahaan - perusahaan kecil"
__ADS_1
" Apa paman pernah bertemu dengannya, sepertinya paman sangat mengaguminya" Fika tersenyum mengejek " apa paman tahu siapa dia? Apa paman merasa tidak asing dengan nama itu?"
" A apa maksudmu?" Bisma tampak mengingat sesuatu " Tidak" Bisma menggelengkan kepalanya " itu tidak mungkin" Bisma menatap Fika. Bisma tahu persis apa maksiud Fika karena Bimbim adalah panggilan kesayangan untuk kakaknya dari ayah dan ibunya bahkan sejak kecil Bima memang sering dipanggil Bimbim bahkan oleh dirinya sendiri
" Ya, seperti yang paman Fikirkan Bimbim yang selalu membantu paman saat paman kesusahan dengan mengirimkan orang untuk membantumu adalah kakak yang selalu menyayangi adiknya, kakak yang rela melakukan apapun demi adiknya termasuk mengorbankan segala yang ia punya bahkan nyawanya sendiri" pertahanan Fika kini hancur sudah. Tubuhnya mulai bergetar dan air matanya meluncur deras pada pipinya
Nanda yang melihat itu pun mendekat dan mendekap tubuh rapuh itu, Fika pun menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik suaminya dan terisak didalam sana
Yuki dan Erika juga tidak bisa membendung air mata mereka yang lolos begitu saja tanpa mereka minta. Adzriel pun sama dia terlihat beberapa kali menyeka sudut matanya yang basah seraya merangkul Yuki yang ada disampingnya sedangkan Jay masih mengawasi Bisma sambil menatap keadaan Fika dengan mata yang sudah berkaca - kaca
Sedangkan Anggi dan Salsa tenggelam dalam fikiran mereka masing - masing sambil sesekali isakan tangis keluar dari bibir Anggi
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1