
Sementara Yuki dan Adzriel kini baru sampai di Balendra hotel untuk menjemput Bisma dan keluarganya
" Nah, ini kamarnya" Yuki bersorak girang karena berhasil menemukan kamar yang mereka cari
" Ya, sepertinya disini" Adzriel menganggukan kepalanya
" Gue gak sabar pengen lihat muka mereka" Yuki menoleh pada Adzriel yang ada disampingnya
" Apalagi gue, gue juga gak sabar untuk beraksi" Adzriel tersenyum menyeringai yang dibalas juga oleh Yuki dengan hal yang sama
Tok
Tok
Tok
Yuki mengetok pintu dihadapannya, tak lama pintupun terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya. Sepertinya itu bibi Fika, fikir Yuki dan Adzriel
" Maaf bu, kami diutus oleh pak Nanda untuk menjemput ibu sekeluarga" Adzriel berkata sambil membungkukan badannya seperti seorang pelayan
" Ini gue lakuin buat Fika, gue sampai harus ngerendahin diri gue begini" batin Adzriel
" Oh baiklah, tunggu sebentar!" Anggi pun masuk kembali kedalam kamarnya dengan wajah yang angkuh
" Ish, sombong banget. Dasar nenek lampir" gumam Yuki pelan namun masih bisa didengar oleh Adzriel
" Lo bener Ki" Adzriel pun terkekeh
Tak lam pintu kembali terbuka menampilkan sepasang suami istri dengan wajah yang sama - sama angkuh
" Ayo, tapi kita jemput keponakan saya dulu" Bisma berjalan diikuti Anggi menuju kamar disebelahnya untuk menjemput Fika palsu
Adzriel dan Yuki sama - sama penasaran bagaimana tampang gadis yang mereka akui sebagai Fika, apa sangat cantik seperti Fika atau sebaliknya
Adzriel dan Yuki sama - sama membulatkan mata mereka saat seorang gadis keluar dari kamar tersebut.
" Oh God , apa aku tidak salah lihat? Bagaimana bisa mahluk seperti dia disamakan dengan Fika" batin Yuki menggelengkan kepalanya sambil saling tatap dengan Adzriel.
Fikiran Adzriel sepertinya tidak berbeda dengan pemikiran Yuki. Wanita dengan wajah menor dan pakaian seksi seperti kurang bahan itu sama sekali jauh dengan Fika
Mereka pun melangkahkan kaki mereka keluar dari hotel. Disana sudah terparkir dengan rapi mobil mewah milik Adzriel, Ya dia memutuskan untuk memakai mobilnya sendiri walaupun Nanda sudah menawarkan untuk memakai salah satu mobil miliknya
Adzriel dan Yuki hendak masuk kebagian depan mobil mereka
__ADS_1
"Ekhem" Suara deheman dari Bisma menhentikan mereka. Adzriel dan Yuki saling tatap dan sepersekian detik kemudian Yuki paham dan langsung memberi kode pada Adzriel. Adzriel pun menghela nafasnya kasar
" Gue lupa kalau gue lagi jadi jongos sekarang" batin Adzriel seraya berjalan memutari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Bisma dan keluarganya. Yuki tersenyum menyemangati Adzriel yang terlihat sudah tak tahan dengan kelakuan Bisma dan yang lainnya
Setelah mereka semua masuk, Adzriel mulai melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang sangat padat
Ditengah perjalanan tiba - tiba mobil yang ditumpangi mereka tersendat - sendat dan berhenti dipinggir jalan
" Ada apa ini?" ucap Fika palsu
" Iya, kenapa ini mobilnya ko berhenti?" Anggi menimpali
" Ada apa? Bisma pun ikut bicara
" Tidak tau pak, sepertinya ini mogok" ucap Adzriel enteng
Adzriel pun keluar dari mobil dan membuka kap mobil untuk pura - pura memeriksa mobilnya diikuti semua orang yang ikut turun karena dalam mobil terasa pengap dan panas
"Bagaimana?" Tanya Bisma menghampiri Adzriel
" Ternyata benar mogok pak" jawab Adzriel
" Apa?" Anggi dan Fika palsu berteriak
" Ish, berisik banget sih" batin Yuki seraya menutup kedua telinganya
" Iya saya dengar, saya gak budeg kali" Anggi mendengus kesal
" Kirain" cicit Yuki yang samar - samar terdengar oleh Anggi
" Apa kamu bilang, siapa nama kamu? Nanti kamu saya adukan pada Nanda karena telah berani kurang ajar sama saya, kamu tahu keponakan saya ini sebentar lagi akan menjadi nyonya Nanda" Anggi berkacak pinggang pada Yuki
" Mimpi" batin Yuki " maaf bu, saya tidak bermaksud" ucap Yuki sambil menundukan wajahnya
" Udah jangan berisik! sekarang kita fikirkan bagaimana kita bisa sampai di Balendra Corp segera" Bisma mendengus kesal " bagaimana?" Bisma bertanya pada Adzriel
" Sepertinya kalian harus mendorongnya" ada seringai tipis saat Adzriel mengatakannya
" What? yang benar saja, sudah dandan cantik begini harus mendorong mobil" pekik Fika palsu sedangkan Yuki tampak mengulum senyum
" Jangan banyak bicara, ayo lakukan. Kita harus segera sampai untuk menemui Nanda dan kita bisa bersenang - senang setelahnya" Bisma bersiap untuk mendorong mobil
" Ish, demi harta dan kekuasaan" gumam Anggi seraya ikut mendorong
__ADS_1
" Apa kalian serius? Aku harus ikut mendorong? Oh yang benar saja" Fika palsu menggerutu kesal
Adzriel masuk kembali kedalam mobil diikuti Yuki bersiap untuk menyalakan mobil
"Et et kenapa kamu tidak ikut mendorong?" Fika palsu menarik tangan Yuki yang hendak masuk kedalam mobil
" Saya punya penyakit asma nona, kalau saya ikut dorong mobil. Apa nona mau tanggung jawab kalau asma saya kambuh terus terjadi apa - apa sama saya disini, terus nona dipenjara karena memaksa saya mendorong mobil mau?" Yuki terkekeh dalam hatinya sambil merutuki lebohongannya " amit- amit, amit - amit" batin Yuki
" Ya enggaklah, yaudah sana masuk! Bisa - bisanya Nanda mempekerjakan cewek penyakitan kaya lo gini. Heran gue" Fika palsu semakin menggerutu
Setelah mobil didorong beberapa lama tiba - tiba
Brrum
Brrum
Mobil menyala dan Adzriel menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi membuat Bisma, Anggi dan Fika palsu tersungkur diatas aspal yang lumayan panas karena teriknya matahari
Bruk
"Aaww" mereka bertiga berteriak bersamaan dengan posisi mereka yang masih tersungkur diaspal
Yuki dan Adzriel melihat mereka dari kaca spion bersorak penuh kemenangan. Adzriel menhentikan mobilnya setelah jarak mereka lumayan jauh tanpa memundurkannya kembali.
" Yes , rasakan!" Adzriel dan Yuki melakukan high five bersama
" Kita berbasil" Yuki bersorak girang dan reflek memeluk sahabatnya Adzriel membuat Adzriel terkesiap dan tersenyum senang dengan jantungnya yang tiba - tiba berdetak dengan kencang. Sepersekian detik kemudian Yuki pun tersadar dengan apa yan dia lakukan, refleks Yuki melepaskan peluaknnya seraya tersenyum canggung pada Adzriel " sory, gue kelewat senang tadi"
" Sering - sering aja lo kegirangan kayak gitu, biar lo juga sering peluk gue" Adzriel tersenyum menggoda
Plak
Satu pukulan mendarat pada tangan Adzriel " itu mah maunya elo" Yuki mendengus kesal sedangkan Adzriel terkekeh
Tak lama Bisma dan yang lainnya menghampiri mereka dengan nafas yang terengah - engah karena habis berlari lumayan jauh
" Apa kalian sengaja melakukannya huh? Apa kalian tidak lihat kami sampai terjatuh seperti itu" Anggi mengomel
"Maaf saya tidak sengaja" Adzriel berbicara tanpa dosa
" Lihat saja aku akan melakukan prhitungan setelah urusanku dengan Nanda selesai" Bisma membuka pintu mobil dan masuk kedalam diikuti yang lainnya
" Kalian akan menjadi yang pertama aku pecat saat aku menjadi nyonya Nanda" Fika palsu ikut menggerutu
__ADS_1
" Ya ya ya, terserah kalian saja" batin Yuki
Tak menunggu lama Adzriel pun kembali melajukan mobilnya dengan mengulum senyum diwajahnya