Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 103


__ADS_3

Pesta tampak sudah tidak terlalu ramai karena para tamu undangan sudah mulai meninggalkan pestanya satu persatu. Kini tinggal kerabat dekat saja yang berada disana bahkan para orang tua sudah masuk kedalam kamar mereka masing - masing untuk beristirahat


Disebuah meja tampak Nanda dan Fika tengah berbincang bersama dengan Adzriel, Yuki, Nami, Erika dan kekasih Erika yang bernama Aldi. Jay tadi pamit pada Fika untuk mengurus sesuatu


" Apa kamu lelah sayang? Bagaimana kalau sekarang kita kekamar saja, lagi pula para tamu juga sudah pulang hanya tinggal kerabat kita saja yang akan menginap dihotel ini yang belum pulang" Nanda yang sudah merasa lelah mengajak Fika yang masih asik mengobrol dengan yang lainnya


" Cih, katakan saja kamu sudah tidak tahan untuk malam pertama" cibir Adzriel yang mendapatkan sorakan dari yang lainnya


" Tau, apa tuan tidak lihat kami sedang asyik - asyiknya" Yuki menimpali


" Eh tunggu dulu, kayaknya ini bukan malam pertama deh" Erika menampilakn wajah seolah sedang berfikir " bukannya ini malam - malam yang kesekian kalinya" Erika berkata dengan wajah mengejek


" Daebak! tentu saja begitu" Nami ikut mengejek dan semua orang pun tertawa kecuali Fika yang sedang merasa malu bahkan wajahnya kini memerah bagaikan tomat


" Ish, cepatlah menikah! Supaya kalian tahu enaknya mempunyai istri. Bukan hanya bisa mengejek kami" Nanda berdiri dari duduknya "ayo sayang!" Nanda menarik tangan Fika agar berdiri dan tanpa bada basi Nanda mengangkat tubuh Fika ala bridle style


" Kaka!" Pekik Fika saat tubuhnya tiba - tiba terasa melayang diudara


Semua orang tampak bersorak menyoraki pasangan baru yang sudah basi itu sedangkan Fika menenggelamkan wajahnya didada bidang suaminya karena malu seraya memukul kecil dada itu


" Ada apa? Mau kemana mereka?" Tiba - tiba Jay duduk diantara mereka sambil menunjuk pada pasangan suami istri itu


Semua mata tampak menoleh tertuju pada Jay yang baru datang " Dari mana aja lo?" Adzriel menatap Jay dengan tatapan menyelidik


" Gu gue ada urusan" Jay menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Paling juga urusan cewek" Nami menaikan kaca matanya

__ADS_1


" Emang pak Jay punya cewek? Aku gak pernah lihat pak Jay bawa cewek" Erika berbicara dengan tatapan mengejek


" Emang bener? Wah masa sih, tuan Jay kan tampan" Yuki mengangkat satu alisnya


" Benar kan aku tampan?" Jay merapikan tatanan rambutnya


" Tampanan juga gue ki" Adzriel tampak protes


" Eh lo gak dengar apa Yuki bilang gue tampan" Jay percaya diri


" Gantengan juga gue kan Ki?" Adzriel menatap tajam Yuki


" Hoam... Aku mengantuk, tidur dulu ya. Ayo Nami!" Alih - alih meladeni kedua pria tampan namun jomblo itu Yuki lebih memilih untuk pergi kekamarnya bersama Nami, ya Nami dan Yuki akan tidur dikamar yang sama malam ini


" Nah Erika katakan padaku, siapa diantara kami yang paling tampan" Jay tampak menaik turunkan alisnya


" Eeemm... tentu saja tampan ka Aldi" Erika terkekeh begitu pun Aldi namun tidak dengan Adzriel dan Jay yang tampak mendengus kesal


" Kalau begitu, kita juga istirahat yuk sayang" Erika pun berdiri mengajak kekasihnya untuk ke kamar mereka masing - masing dari pada harus meladeni kedua jones itu. Lagi pula hari sudah sangat larut


Tinggalah Jay dan Adzriel yang saling menatap satu sama lain karena semua orang meninggalkannya. Tanpa menunggu lama mereka pun melesat pergi menuju kamar mereka masing - masing


Saat ini didalam kamar Nanda dan Fika. Fika tampak sedang duduk disofa menunggu Nanda yang sedang membersihkan diri di kamar mandi sambil memainkan ponsel yang ada ditangannya sambil sesekali memotret dekorasi kamar yang sudah didekor dengan sangat indah, kelopak bunga dimana - mana dan ada juga yang ditaburkan ditengah tempat tidur yang dibuat membentuk hati dan juga selimut yang dibentuk angsa yang sedang memadu masih dengan beberapa bunga menghiasnya


Ceklek


Tak lama pintu kamar mandi terbuka menampilkan Nanda yang hanya berbalut handuk pada bagian bawahnya dengan rambut yang masih basah

__ADS_1


" Kamu belum tidur hem? Apa kamu tidak lelah?" Nanda mendekati fika dan langsung memeluk tubuh mungil istrinya itu


" Ish, ka pakai baju dulu sana!" Fika mendorong tubuh Nanda


" Kenapa hem? Bukankah nanti juga akan dibuka" Nanda kembali memeluk Fika


" Kaaa... iih" Fika merengek manja " aku sedang bingung, jadi jangan ganggu aku"


" Bingung? Kenapa?" Nanda mengerutkan keningnya


" Ah emm bagaimana ya" Fika tampak gugup dan merasa ragu untuk berkata


" Apa, cepat katakan!" Nanda penasaran dengan apa yang akan diucapkan Fika


" Apa kakak mau tidur di sofa atau dilantai?" Walaupun ragu akhirnya Fika mengatakan juga apa yang ada dalam fikirannya


" What, a apa maksudmu ha? Apa kamu tidak mau tidur dengan suamimu ini ha" Nanda reflek melepaskan pelukannya pada tubuh Fika "aku tidak mengerti, apa salahku?" Nanda mengacak rambutnya frustasi


" Bukan begitu ka"


" Lalu" Nanda menhangkat sebelah alisnya


" Aku hanya tidak mau merusak dekorasi yang ada diatas tempat tidur, itu saja dan aku juga akan tidur disofa bersama kaka" Fika menjelaskan maksudnya membuat Nanda membulatkan bola matanya. Nanda mengedip - ngedipkan matanya beberapa kali " apa tadi, apa aku tidak salah dengar?" batin Nanda


Rasanya saat ini Nanda ingin tertawa terbahak - bahak setelah mendengarkan perkataan Fika. Sungguh istrinya itu terkadang bisa menjadi begitu ajaib


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2