Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 27


__ADS_3

Flash back on


Tujuh tahun yang lalu tepatnya dikota Bandung terlihat seorang gadis kecil berusia hampir 17 tahun tengah duduk diatas sebuah ayunan bersama dengan seorang anak laki laki berumur hampir 19 tahun. Anak laki - laki itu terlihat mendorong lembut ayunan itu membuat sang gadis tertawa riang


" Apa ini tidak terlalu kencang?" Ucap sang anak laki - laki yang tak lain adalah Nanda remaja


" Tidak ka, ini cukup" ucap sang gadis yanģ tak lain adalah Fika remaja


" Qia " Nanda dengan ragu memanggil Fika


" Ya" Fika menoleh dan melihat kejanggalan yang ada pada orang yang dia panggil kaka itu


" ka Adi kenapa?" Ya Fika memanggil Nanda dengan sebutan ka Adi karena Nanda yang memintanya. Selama setengah tahun mereka melewatkan banyak waktu bersama .Fika hanya tau nama itu karena Nanda tidak pernah menyebutkan nama lengkapnya. Itu adalah nama yang sering menjadi panggilan paman dan bibinya yang ada di Bandung tempat dia dititipkan selama setengah taun ini oleh kedua orang tuanya


Sebenarnya Nanda sekolah dan tinggal di Jakarta. Nanda adalah anak pintar bahkan bisa disebut jenius saat itu. Bagaimana tidak disebut seperti itu , Nanda selalu mendapat nilai tertinggi dan selalu sempurna walaupun dia sering bolos dan sangat nakal sehingga dia sering menjadi langganan guru BK disana. Tapi walaupun nakal , banyak para gadis yang tergila - gila pada Nanda . Namun Nanda tidak pernah menghiraukan mereka semua. Karena bagi Nanda mereka tidaklah penting dan belum ada gadis yang membuat hatinya berdebar - debar


Saat sekolah Nanda tinggal setengah semester lagi suatu insiden membuat Nanda harus dikeluarkan dari sekolahnya. Nanda telah membuat salah satu temannya babak belur sampai masuk rumah sakit karena pada saat itu temannya berusaha mencelakai Nanda dengan menjebaknya disebuah gedung tua. Namun karena Nanda yang jago berkelahi sehingga membalikan keadaan. Mereka yang mengeroyok Nanda kalah dan naasnya salah satu dari mereka menjadi korban keganasan Nanda karena tak sempat melarikan diri

__ADS_1


Ayah Nanda yang bernama Davian Aditama Balendra dan ibunya Anika Sabila Balendra sangat murka saat mendengarnya. beliau pun memutuskan untuk menitipkan anaknya pada adik dari Anika yang bernama Anita yang tinggal di kota Bandung bersama suaminya


Mau tidak mau Nanda harus menurut dan menerimanya. Awalnya Nanda sangat malas untuk sekolah disana. Namun semua berubah saat dia bertemu dengan Fika yang ternyata adalah tetangga dari bibinya


Entah kenapa sejak pertama Nanda melihat Fika. hatinya merasa aneh. rasanya jantungnya berdebar dan selalu tersenyum tanpa sadar saat dia melihatnya. Mungkin sifat ceria Fika dan sikap yang alami apa adanya Fika yang membuat Nanda menyukainya atau entahlah apa itu nanda sendiri tidak mengetahuinya


Mereka berkenalan dan sering melakukan kegiatan mereka bersama walaupun mereka berbeda kelas karena saat itu Fika masih kelas 10 sedangkan Nanda kelas 12. Kebiasaan itu terus mereka lakukan sampai saat ini. Dua hari lagi adalah kelulusan bagi Nanda dan dua hari setelahnya ayah dan ibunya akan menjemputnya untuk pulang ke Jakarta dan minggu berikutnya Nanda akan melanjutkan kuliahnya diluar negri lebih tepatnya di London.


Nanda sedari tadi berusaha untuk mengatakannya pada Fika, namun entah kenapa terasa berat saat dia ingin mengucapkannya. Fika yang merasa ada kejanggalanpun langsung turun dari ayunannya dan menghampiri Nanda " ada apa hem?" Fika tersenyum manis membuat Nanda semakin ragu


Fika menangkup wajah Nanda agar dia mau menatap matanya " katakanlah!"


"Berjanjilah padaku, kamu akan menungguku! Dan berjanjilah padaku kau akan baik - baik saja sampai aku kembali padamu!" Mendengar itu hati Fika terasa sakit


" Memangnya ka Adi mau kemana?" Suara Fika sudah bergetar menahan tangisnya


" Dua hari setelah kelulusan, aku akan kembali ke Jakarta dan satu minggu setelahnya aku akan melanjutkan pendidikanku di London " Nanda berusaha tegar menyampaikannya walaupun dalam hatinya dia tak rela meninggalkan gadisnya

__ADS_1


" Berapa lama" Fika sudah tertunduk. Air matanya sudah mengalir begitu saja


" Aku akan berusaha secepat mungkin menyelesaikan pendidikanku"


" Tidak bisakah kaka kuliah di Bandung saja"


" Maaf, ini keinginan kedua orang tuaku dan aku tidak bisa menolaknya. Sudah sering aku membuat mereka kecewa. Dan aku tidak ingin melakukannya lagi" Nanda teringat akan kenakalan yang selalu ia perbuat dulu


" Baiklah, berjanjilah kaka akan kembali dan mencariku disini" Fika mengangkat kepalanya dan berusaha tersenyum semanis mungkin walau itu sangat berat bagi Fika


" Ya , aku berjanji. Maka tunggulah aku!" Nanda membalas senyum Fika


" Janji" Fika mengacungkan janji kelingkingnya


" Janji" Nanda pun melakukan hal yang sama dan mereka pun menautkan jari kelingking mereka dengan senyum dibibir mereka


Flash back of

__ADS_1


Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏


__ADS_2