Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 107


__ADS_3

" Tentu saja bisa" tiba - tiba seseorang masuk menghampiri mereka membuat Bisma membulatkan bola matanya "apa kamu kira aku akan mampu menghabisi nyawa dari saudara ku sendiri" Danu tampak menatap Bisma dengan intens


" Kamu benar hanya orang yang sangat jahat sepertiku yang dibutakan oleh benci sehingga tega untuk menghabisi keluargaku sendiri" Begitu besar rasa penyesalan yang terlihat pada diri Bisma


" Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu dan sekarang kita sambut hari yang baru" Danu terkekeh saat mengatakannya


" Tapi aku" Bisma menatap dua sosok yang sangat ingin dia temui tapi sekaligus menjadi Orang yang paling tidak mau dia temui. Katakanlah Bisma sangat merasa malu saat ini pada semua orang dan pada dirinya sendiri


" Maafkan aku ka, maafkan aku" Bisma tiba - tiba berlutut dihadapan Bima dengan air mata yang mengalir deras dari kedua matanya. Tubuhnya bergetar seiring isakan tangis yang keluar dari bibirnya


Bima yang melihat Bisma seperti itu merasa tidak tega saat melihatnya. Perlahan Bima berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh adiknya itu, kedua tangannya terulur menyentuh kedua pundak Bisma yang masih saja bergetar


" Bangunlah!" Bima menyuruh Bisma untuk berdiri


" Tidak ka, bahkan permintaan maafku tidak akan cukup untuk apa yang telah aku lakukan padamu dan keluargamu. Tapi aku mohon maafkan aku" air mata Bisma semakin mengalir dengan begitu derasnya


" Sudahlah, aku sudah memaafkanmu. Lagipula ini bukan sepenuhnya salahmu, semua juga karena keadaan yang membuatmu seperti itu" Bisma langsung memeluk tubuh Bima dan menagis diatas pundak kakaknya itu. Sungguh Bisma sangat menyesali perbuatannya dulu, bisa - bisanya dia berfikiran untuk mencelakai bahkan menghilangkan nyawa kakaknya yang jelas - kelas selau menyayanginya sejak dulu bahkan sejak mereka masih sangat kecil


" Aku juga bersalah dalam hal ini, seandainya dulu aku bisa mencegah ayah untuk mengusirmu dari rumah, kamu pasti tidak akan merasa diasingkan dan kamu tidak akan kesulitan hidup di Surabaya sendirian saat itu" Bima kembali mengingat saat dimana semua kekacauan terjadi dalam keluarga mereka


" Maafkan aku" kata itu tak henti - hentinya meluncur dari bibir Bisma yang bergetar bercampur dengan isak tangis yang keluar darinya

__ADS_1


" Sudahlah, ayo bangunlah! Apa kau tak malu dengan anak - anak ha?" Bima berusaha terkekeh disela air mata yang sejak tadi berdesakan dipelupuk mata yang sedari tadi ia tahan supaya tidak meluncur


" Ya, aku pasti sangat memalukan" Bisma pun ikut terkekeh seraya menghapus sisa air mata yang keluar membasahi wajahnya " aku senang dan sangat bersyukur karena kamu masih hidup dan selamat dari kejadian itu, dan Danu kamu berhutang penjelasan padaku" Bisma menunjuk Danu dengan tangannya


" He he.. kau tenang saja, aku akan menceritakan semuanya" Danu ikut terkekeh


" Kakak ipar, apa kamu mau memaafkan adik iparmu ini?" wajah Bisma kembali terlihat sendu menatap pada Sita yang ada disamping kakaknya Bima


" Ya, bagaimanapun juga aku tidak bisa membencimu karena suamiku ini terlalu menyayangimu" Sita berbicara dengan nada mengejek sambil tangannya terulur mendekap tangan suaminya yang berada disampingnya


" Ya, dan kamu harus menerimanya! Kamu harus bisa membagi kasih sayangnya denganku" Bisma ikut berbicara dengan nada mengejek


" Oh kemarilah sayang, tentu saja kau akan jadi orang pertama bagiku dan menjadi satu - satunya untukku "Bisma merangkul pundak istrinya


" Sekarang aku benar - benar merasa tersisihkan, Oh Tuhan apa hanya aku saja yang jomblo disini" Danu berkata seolah menjadi orang yang paling malang didunia ini


" Tenang saja, om Danu denganku saja" Andra mendekati Danu dan merangkul omnya itu dari belakang


" Sepertinya om Danu harus segera mencari pacar" Fika yang sedari tadi diam didalam dekapan suaminya pun ikut berbicara


" Aku setuju pada kakak" Andra melepaskan rangkulannya pada pundak Danu

__ADS_1


" Benarkah? Katakan apa om masih pantas untuk menikah?" Danu melipat kedua tangannya didepan dadanya


" Tentu saja om kan tampan" Fika memuji Danu membuat Nanda menatap tajam padanya " Walaupun lebih tampan suamiku ini" Fika tersenyum kikuk sambil menepuk pelan dada Nanda


" Tentu saja aku yang paling tampan" Nanda berbicara ponggah


" Ya , suamiku ini memang paling tampan" Fika memutar bola matanya malas sedangkan semuanya tampak tertawa melihat kelakuan pasangan itu


Nanda memang selalu bersikap posesif pada Fika bahkan Fika tidak diizinkan memuji pria lain dihadapannya termasuk ayah Fika sendiri


" Baiklah, Bisma kamu bersiaplah" Bima kembali berbicara setelah menghentikan tawanya


" Bersiap? Untuk apa?" Bisma mengerutkan keningnya


" Hari ini kamu dibebaskan dengan jaminan" Semua orang tampak terkejut saat mendengarnya kecuali Danu dan Nanda


Tadi saat mereka datang, Nanda dan Bima telah mengurus untuk pembebasan Bisma dari penjara karena tuduhan pembunuhan terhadapnya sudah dicabut karena yang dibunuh oleh Bisma yaitu Bima dan Sita masih hidup dan masalah tuduhan penipuan dan penggelapan dana perusahaan Bisma hanya disuruh menggantinya dengan denda yang lumayan sangat besar dan hukuman penjara yang tidak terlalu lama atau bisa digantikan dengan uang jaminan yang dibayar oleh Nanda tadi


Anggi , Andra, Sita dan Fika tampak mengembangkan senyum mereka. Lengkaplah sudah kebahagiaan yang dirasakan oleh Fika saat ini, keluarga yang lengkap dan semua sudah kembali akur tanpa ada kesalah fahaman lagi diantara mereka. Tidak ada benci yang ada hanya cinta dan kasih sayang diantara mereka


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2