
Setelah pembicaraan diruang keluarga tadi Fika kembali kekamar Nanda seorang diri sedangkan Nanda disuruh oleh daddy Davian untuk keruang kerja daddy terlebih dahulu karena ada yang ingin daddy sampaikan kepada Nanda. Mungkin urusan kantor atau apalah Fika juga tidak tau
Fika bersandar pada kepala ranjang king size miliknya dan suaminya sekarang. Fikirannya melanglang buana entah kemana kejadian 7 tahun yang lalu saat dia berpisah dengan ka Adinya dan kejadian mengerikan 5 tahun yang lalu yang mengharuskan dia kehilangan segalanya termasuk kedua orang tuanya
Sampai sekarang tiba - tiba dia harus menikah dengan tuan bosnya yang baru dia kenal. Namun dia cukup bersyukur karena telah menikah dengan Nanda, walaupun dia kasar dan menyebalkan tapi dia baik hati terbukti dia mau menolong dirinya dan tidak menghindar saat dia diminta menikahinya bahkan Nanda mau terbuka mengakuinya sebagai istrinya pada keluarganya apalagi keluarganya sangat baik dan menerimanya dengan baik walaupun Fika bukan dari keluarga berada
Namun seandainya ada cinta diantara mereka mungkin saja dia akan sangat bahagia " apa aku mencoba membuka hatiku untuk tuan Nanda ya" Fika merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur" tapi apakah tuan Nanda juga akan mencintaiku? Aku takut kecewa untuk kedua kalinya dan aku tak siap bila harus kehilangan untuk yang kedua kalinya" tak terasa Fika pun terlelap
30 menit kemudian Nanda masuk kedalam kamar setelah menyelesaikan perbincangannya dengan daddynya. Ternyata kedua orang tuanya mampu membaca perasaannya pada Fika sehingga mereka ingin mendengarkan penjelasan darinya
Nanda pun menceritakan tentang Fika yang sebenarnya adalah Qia nya yang ia tinggalkan di Bandung 7 tahun yang lalu
" Apa Fika tahu soal itu?" Nanda menggeleng membuat Davian menghela nafasnya
" Dengarkan daddy, sebaiknya kamu segera berbicara padanya. Mungkin dia juga sama menderitanya sepertimu"
" Ya, mungkin yang daddy katakan itu benar. sepertinya dia bahkan lebih menderita daripada aku"
__ADS_1
" Sepertinya begitu, maka ubahlah satu per satu penderitaannya menjadi kebahagiaan " Nanda pun mengiyakan perkataan daddynya.
Nanda menghampiri Fika yang sedang tertidur tanpa menggunakan selimutnya. Perlahan Nanda membaringkan dirinya disisi Fika dan membawanya kedalam pelukannya serta menyelimuti Fika dan dirinya
" Nggh" Fika melenguh saat merasa ada yang mengusik tidurnya. Mungkin karena tadi dia tidur siang lumayan lama , jadi membuat tidurnya tak terlalu pulas
Fika perlahan membuka matanya dan seketika kaget saat melihat wajah tampan Nanda yang berada tepat dihadapannya jarak mereka hanya beberapa senti saja
" Tu tuan apa yang sedang anda lakukan?" Fika bertanya karena merasakan tangan Nanda yang tengah mendekapnya sangat erat
" Memeluk istriku" jawab Nanda enteng membuat wajah Fika bersemu merah dan meronta berusaha melepaskan dirinya dari dekapan tuan bosnya " diamlah kalau tidak mau aku melalukan sesuatu padamu" Nanda berbicara penuh penekanan membuat tubuh Fika membeku seketika sedangkan Nanda tersenyum tipis melihat wajah Fika yang memerah seperti kepiting rebus
" Tuhan semoga cinta segera tumbuh pada hati tuan Nanda" setelah waktu yang cukup lama akhirnya Fika pun dapat terlelap juga
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Keesokan harinya, Nanda dan Fika terlihat sudah tapi dan sudah siap untuk pergi bekerja
__ADS_1
" Tuan, apa bisa antarkan saya ke warung bi Popon?"
Nanda mengerutkan keningnya " bi Popon?"
" I itu tuan , warung dekat tempat kejadian malam itu loh"
" Untuk apa?"
" Saya mau mengambil motor saya yang saya titipkan disana tuan"
" Biarkan saja , nanti kamu ke kantor bareng saya saja pake mobil"
" Tapi tuan itu adalah benda berharga saya satu - satunya. Banyak kenangan pada motor itu" wajah Fika berubah sendu, dia tidak rela bila harus kehilangan motor kesayangannya itu yang sudah menemaninya kemanapun dalam suka maupun duka dan walau panas ataupun hujan
" Baiklah" Putus Nanda ahkirnya yamg tak tega melihat Fika yang terlihat sedih
" Tapi ingat, mulai besok kamu akan berangkat bekerja bersamamu! Biar motormu simpan saja di mansion" Fika pun mengangguk seraya tersenyum manis. Dia senang walaupun mulai besok dia tidak membawa motor kesayangannya itu ke kantor setidaknya dia masih bisa bersama dengan sepeda motornya itu
__ADS_1
Jangan Lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏