Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 78


__ADS_3

Fika dan yang lainnya akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya menyusul Anggi dan Salsa yang sudah masuk duluan sedangkan Anita pamit masuk kedalam rumahnya karena tadi terdengar suara tangisan seorang anak yang ternyata anak Anita yang baru bangun dari tidurnya. Ya setelah sekian lama akhirnya 4 tahun yang lalu Anita melahirkan anak laki - laki yang diberi nama Dimas


Belum juga Fika dan yang lainnya masuk kedalan rumah, mereka dikejutkan dengan seorang pria yang masih remaja berlari menubruk tubuh Fika yang sedikit oleng karena tidak siap menerima perlakuan itu


Yuki dan Adzriel tampak bertanya - tanya sedangkan Nanda mengepalkan tangannya, rahangnya pun mengeras dan wajahnya pun memerah melihat adegan yang ada dihadapannya


Seorang pria muda nan tampan dan gagah tengah memeluk istinya dihadapan dirinya sendiri , oh God rasanya Nanda akan menghabisi laki - laki yang ada dihadapannya ini


Tidak ada perlawanan dari Fika, dia dapat merasakan kerinduan yang sangat besar dari orang yang kini sedang memeluknya dengan sangat erat. Entah kenapa Fika merasa tidak asing dengan orang yang tengah memeluknya saat ini


" Andra" gumam Fika pelan saat dia sadar akan satu nama dimasa lalunya yang selalu menemani hari - harinya setelah ka Adinya pergi meninggalkannya


Fika bisa merasakan isakan yang dikeluarkan dari bibir pria itu seraya menganggukan kepalanya cepat saat Fika menyebutkan nama itu.


" Lepaskan istiku" Tangan Nanda menarik paksa tubuh laki - laki itu, namun bukannya melepaskan pelukannya laki - laki itu malah semakin mengeratkan pelukannya tubuhnya bergetar seiring isakan tangis yang keluar dari bibirnya


" Tunggu tunggu , apa dia menangis" batin Nanda memandang dengan dahi yang mengkerut sedangkan Fika kini membalas pelukan laki - laki itu dengan sesekali mengelus punggungnya

__ADS_1


" Apa kamu sangat merindukanku hem?" Air mata Fika ikut tumpah bersamaan dengan isakan tangis dari laki - laki itu


" Siapa kau, cepat lepaskan istriku" Nanda setengah berteriak membuat Fika mendorong pelan tubuh yang masih bergetar karena tangisan itu


" Ish , suamiku itu sangat pencemburu, apalagi melihat pria yang memeluku ini sangat tampan hem" Fika berusaha tersenyum disela air mata yang terus saja mengalir " katakan! kenapa kamu masih saja cengeng padahal kamu sudah sebesar ini ha?"


" Aku tidak cengeng" menghapus air mata dengan kedua tangannya " aku hanya cengeng didepanmu saja ka" Tersenyum disela tangisannya


" Ini baru Andraku" Fika mengusap kepala Andra dengan susah payah karena kini tubuhnya lebih tinggi darinya " ish, kenapa tubuhmu bisa setinggi ini huh. Aku jadi kesusahan seperti ini" Fika berkacak pinggang sambil mendengus kesal membuat semua tertawa . Namun tidak dengan Nanda wajahnya masih saja memancarkan kekesalan


" Tentu saja" Nanda mendengus kesal " Siapa yang tidak akan cemburu melihat istrinya dipeluk oleh pria lain"


" Dia Andra, adikku. Apa pantas kamu cemburu pada adik iparmu sendiri ha" Fika memukul pelan dada bidang Nanda


" Asal kamu tahu, yang boleh menyentuh atau memelukmu hanya aku, oke" Nanda berbicara dengan penuh penekanan


" Ya ya ya" Fika memutar bola matanya malas " ayo masuk!" Fika meninggalkan Nanda yang masih menunjukan wajah kesalnya dan menggandeng tangan Andra untuk masuk kedalam rumah yang sangat ia rindukan itu

__ADS_1


" Qia" Nanda berteriak namun Fika tak menghiraukannya " keapa kamu meninggalkanku" Nanda berlari mengejar istrinya yang sudah masuk kedalam rumah bersama dengan Andra


Yuki dan Adzriel terlihat menggelengkan kepala mereka saat melihat tingkah Fika dan juga Nanda seraya ikut masuk kedalam rumah


Sesampainya didalam rumah Anggi menunjukan kamar mereka masing - masing. Fika dan Nanda akan menempati kamarnya yang dulu sedangkan Yuki dan Adzriel menempati kamar tamu yang ada di lantai bawah


Setelah tadi Anggi sempat menjamu mereka dengan minuman segar dan cemilan , mereka pun masuk kedalam kamar masing - masing untuk membersihkan diri dan beristirahat dari rasa lelah yang mereka rasakan setelah perjalanan jauh yang mereka tempuh tadi


Fika dan Nanda diantar oleh Andra sampai kedepan kamar mereka


" Kamar kakak masih sama seperti terakhir kali kakak tinggalkan. Aku tidak pernah membiarkan ayah dan ibuku menyentuh kamar ini, aku selalu menjaganya untuk kakak sampai kakak kembali " Andra membuka pintu itu dengan kunci yang selalu ia simpan dan memutar knop pintu itu sampai terbuka dan menampilkan ruangan bernuansa biru laut dengan wallpapper bergambar salah satu tokoh kartun Jepang yang berbadan bulat dan berwarna biru


Fika melangkahkan kakinya seraya melihat dan menyentuh barang - barangnya yang masih terlihat sama sejak saat ia meninggalkannya 5 tahun yang lalu " terima kasih karena telah menjaganya untukku" Fika memandang Andra dengan mata yang berkaca - kaca


" Em.. aku selalu yakin bahwa kakak akan kembali, dan terbukti kini kakak ada disini"


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2