Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 85


__ADS_3

Setelah mencari disekitar area pemakaman selama 2 jam namun tidak juga mendapatkan petunjuk apa - apa mengenai keberadaan Fika. Mereka kesulitan karena disana hanya ada satu cctv saja yang mengarah ke parkiran sedangkan ditempat yang lainnya tidak ada


Kini mereka memutuskan untuk kembali ke rumah Fika dengan perasaan khawatir dalam hati mereka masing - masing. Nanda tadi sudah menghubungi Jay agar dia datang ke Bandung dengan membawa beberapa orang terbaik mereka untuk membantu mencari Fika. Mungkin sebentar lagi juga mereka akan sampai.


Mereka belum bisa melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib karena belum 2×24 jam. Jadi lebih baik Nanda mengerahkan anak buahnya saja


" Bagaiman kalau Fika tidak ditemukan ? Dan bagaimana kalau Fika diculik?" Yuki sedari tadi terus berbicara sambil air mata tak henti mengalir dari pipinya sama halnya dengan Anggi dan Anita , mereka tak jauh dari keadaan Yuki sedangkan Salsa terus berusaha menenangkan semua wanita disana.


Ya tadi Nanda memberitahukan pada Anita tentang kehilangan Fika di makam tadi. Tentu saja Anita sangat syok saat mendengarnya bahkan dia langsung menelpon Yudi suaminya untuk segera pulang dan ikut mencari Fika


Anggi memutuskan untuk menunda kepergian mereka ke Surabaya sampai Fika ditemukan. Dia tidak akan tenang bila harus pergi sedangkan dia sendiri tidak tahu bagaimana keadaan Fika.


" Kamu tenang saja Fika pasti baik - baik saja, kamu sendiri tahu kan bagaimana Fika kita" Adzriel mendekati Yuki untuk menenangkannya. Adzriel memegang pundak Yuki bermaksud untuk memeluk gadis itu seperti kebiasaannya dulu, untuk menenangkan gadis itu Adzriel selalu memberikan pelukannya. Namun kali ini Yuki menepis tangan Adzriel, Adzriel pun tidak mau memaksanya karena dia tau kalau mungkin Yuki masih marah terhadapnya

__ADS_1


Yuki mengangguk dalam isakannya. Jujur saja Yuki sangat membutuhkan pelukan hangat dari Adzriel namun rasa ego nya terlalu tinggi untuk menerima semua dari laki laki itu. Jujur Yuki tidak tahu apa sebenarnya yang dia inginkan saat ini


" Apa mungkin?"Tiba - tiba Anggi berbicara membuat semua menoleh ke arahnya


" Mungkin apa?" Nanda dengan tatapan dinginnya


" Apa mungkin Danu menculik Fika? Maksudku Danu tidak ada dimanapun dan kita tidak tahu dia bersembunyi dimana dan Danu kini menjadi buronan apa kalian fikir Danu akan menculik Fika agar bisa membantu membebaskannya dari jeratan hukum"


" Sebenarnya itu juga yang aku fikirkan" Nanda tampak memijit pangkal hidungnya yang terasa berdenyut


Adzriel yang melihatnya langsung mendekap tubuh rapuh itu dalam dekapannya dan kali ini tidak ada penolakan dari gadis itu. Jujur saja memang itu yang dia butuhkan saat ini


"Kamu tenang hem! aku yakin Fika akan baik - baik saja, kita berdo'a sama - sama oke" Tangan Adzriel tampak mengelus punggung Yuki lembut

__ADS_1


Jujur saja perasaan Adzriel kini tak jauh dari Yuki, dalam lubuk hatinya dia pun merasakan ketakutan yang sama. Takut terjadi sesuatu pada Fika apalagi mereka tahu Danu sebagai pelaku utama pembunuhan orang tua Fika masih berkeliaran bebas disana jadi besar kemungkinan Fika diculik olehnya


" Lalu, apa yang kita tunggu ha" Andra yang sedari tadi diam mendengarkan pun tiba - tiba berdiri " apa kita akan diam saja disini tanpa melakukan apapun? setidaknya kita harus mencari kakak lagi dan lagi sampai kita menemukannya" Andra terlihat memandang semua orang yang ada disana dengan tatapan nanar. Jujur saja dia tidak mau kehilangan Fika untuk kedua kalinya apalagi dia baru saja bertemu kembali dengan kakaknya itu setelah 5 tahun mereka terpisahkan


" Kita tunggu kabar dari Jay terlebih dahulu, baru kita bisa memutuskan tindakan selanjutnya setidaknya kita harus mempersempit daerah pencarian kita. Kita tidak mungkin mencari diseluruh kota Bandung, bisa kamu bayangkan seberapa luas kota ini" Nanda berkata dengan nada dinginnya


Jujur perasaan Nanda saat ini sangat kacau, tapi dia juga sadar kalau dia juga harus mengjadapi ini dengan kepala dingin. Karena dia tidak ingin gegabah dalam masalah ini dan entah kenapa Nanda merasa kalau Fika akan baik - baik saja. Setidaknya hanya itu yang bisa dia fikirkan untuk menenangkan dirinya sendiri


" Permisi" Tak lama terdengar suara dari arah pintu yang memang dibiarkan terbuka, Tampak Jay berdiri diambang pintu dengan wajah paniknya


" Jay apa kamu menemukan sesuatu?" Tak menunggu lama Nanda langsung menodongnya dengan pertanyaan


Bukannya menjawab pertanyaan dari Nanda, Jay malah tampak memberi kode dengan matanya pada Nanda membuat Nanda mengerutkan keningnya. " Apa"

__ADS_1


Nanda merasa bingung tidak mengerti akan maksud Jay . Namun sepersekian detik kemudian rasa bingung Nanda berubah dengan rasa kaget yang luar biasa saat seseorang keluar dari belakang Jay


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2