
" Jadi , apakah Fika sudah mengetahui ini semua?" Adzriel menyesap kopi ditangannya
" Entahlah, kami tidak pernah membicarakannya. Sepertinya dia tidak mengetahuinya, atau mungkin bahkan dia sudah melupakanku" Wajah Nanda berubah sendu
" Apa kau pernah berfikir kalau Fika juga merasakan hal yanh sama denganmu?" Adzriel menaikan sebelah alisnya
" Maksudmu?"
" Ya , mungkin saja Fika selama ini juga mencarimu dan mungkin bahkan dia mengenalimu?"
" Tapi jika begitu , kenapa dia tidak pernah mengatakannya padaku?"
" Entahlah, mungkin saja alasanmu dan alasan dia sama" Adzriel menaik turunkan alisnya sedangkan Nanda masih mencerna apa yang telah ia dengar " oh ayolah kawan, apa kau masih belum mengerti maksudku? Maksudku kamu saja merasa kalau Fika tak mengenalimu dan melupakanmu, apa dia juga tidak akan berfikir seperti itu juga?"
Nanda tampak berfikir " kau benar kawan, kenapa itu tak terfikirkan olehku!" Wajah Nanda seketika cerah " thanks kawan" Nanda memeluk Adzriel erat dan menepuk - nepuk punggung sahabat istrinya itu yang mungkin akan menjadi sahabatnya juga
" Sudah hentikan, apa kau mau membunuhku huh" Adzriel mendorong tubuh Nanda yang sudah membuatnya merasa sesak
" Maaf" Nanda berdiri dan merapikan kembali pakaian nya yang sempat kusut
" Baiklah , aku pamit. Terima kasih karena kamu mau mendengarkan ceritaku"
" Its oke" Adzriel pun ikut berdiri melayangkan senyum penuh arti pada Nanda dan sepersekian detik kemudian
__ADS_1
Bugh
Tanpa basa - basi Adzriel melayangkan pukulannya pada wajah Nanda membuat Nanda terhuyung kebelakan. Tadinya Nanda ingin marah namun tak jadi saat mendengar perkataan Adzriel
" Sorry kawan, rasanya tidak adil kalau hanya aku yang terkena pukulan" Adzriel terkekeh seraya mengulurkan tangannya pada Nanda " setidaknya aku membantumu untuk mendapatkan perhatian dari Fika"
Nanda ikut terkekeh sambil menerima uluran tangan Adzriel dan mereka pun berjabat tangan " berarti kita impas" tawa keduanya pun pecah diruangan itu
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Nanda terlihat tergesa - gesa memasuki ruang kerjanya. Lebih dari setengah hari dia habiskan waktunya dikantor Adzriel, dia pun memutuskan untuk mengatakan semuanya pada istrinya sekarang juga.
Ceklek
" Aku ingin bicara" Nanda to the point. Entah sejak kapan Nanda berada tepat disamping gadis itu membuat dia terkesiap dan langsung berdiri dengan jantung yang berdebar kencang
" Apa yang ingin dia lakukan, jangan - jangan dia mau melakukannya lagi" batin Fika seraya menyentuh pelan bibirnya. Bahkan kecupan yang diberikan Nanda tadi pagi sepertinya masih terasa dibibirnya seketika wajah Fika pun merona
Nanda mengerutkan keningnya melihat eksfresi Fika yang seperti kaget dan salah tingkah. " Kenapa hem?"
Fika menggeleng cepat " ti tidak ada apa - apa? Memang aku kenapa?"
Fika mendongak melihat wajah Nanda, betapa kagetnya dia saat melihat sudut bibir pria itu sedikit membiru " kamu kenapa ka?" Fika berwajah panik dan langsung melesat mengambil kotak P3K dikamar tempat istirahat Nanda
__ADS_1
Nanda pun menyusul langkah Fika kedalam ruang istirahat, Fika yang melihatnya pun langsung menarik Nanda untuk duduk ditepi tempat tidur yang ada disana " duduklah!"
" Aku tidak apa - apa"
" Apanya yang tidak apa - apa, ini kenapa bisa kayak gini sih ka? Kaka berantem? Sama siapa?" Fika nyerocos sambil tangannya cekatan mengobati luka Nanda yang kecil itu
" Bisakah kalau bertanya itu satu - satu? Kamu membuatku pusing. Oh ya ada hal yang lebih penting yang harus aku bicarakan padamu" Nanda melihat wajah Fika dengan intens
" Apa?" Fika meletakan kotak P3K di sampingnya
" Apa kamu tahu siapa aku?"
Fika mengernyitkan keningnya " ha ha ha pertanyaan apa itu ka?" Fika tertawa renyah
" Jawab saja!" ucap Nanda ketus
" Baiklah, kamu adalah suamiku tuan Nanda Aditama Balendra pemilik dari Balendra Corp perusahaan terbesar no satu di Indonesia bahkan seAsia"
" Ish.. maksudku bukan itu" Nanda mendengus sebal " lupakanlah!" Nanda berdiri dan hendak keluar dari ruangan itu " sepertinya dia tidak mengingatku sama sekali" batin Nanda . Jujur hati Nanda kini hancur sehancur hancurnya, rasa kecewa karena merasa hanya dia yang mengingat nya, mengingat masalalu diantara mereka dan masih menyimpan rasa itu
Namun baru Nanda memegang handle pintu untuk membukanya, suara Fika menghentikannya
" Ya aku tahu, kamu adalah ka Adi ku yang selama ini aku tunggu. Apa aku benar?"
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏