
Hari ini adalah hari minggu. Fika meminta izin pada kedua mertuanya dan juga suaminya untuk pergi menemui kedua sahabatnya ditaman dekat perumahan tempat tinggal Adzriel. Mereka memang terkadang kalau hari minggu akan kumpul sembari berolahraga disana. fika juga berencana untuk memberitahukan kedua sahabatnya tentang pernikahannya dengan Nanda
Fika tampak mematut dirinya dicermin melihat pantulan dirinya yang sudah bersiap dengan stelan olah raga berwarna biru cerah bergaris putih dan spatu sket watna putihnya dengan rambut yang ia kuncir kuda sungguh terlihat manis " perfect!" Ucapnya seraya melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya
Ceklek
Baru Fika akan melangkah terdengar pintu walk in closed milik Nanda terbuka menampilkan sosok tampan Nanda dengan setelan olah raga yang senada dengan Fika " ayo! Kamu sudah siap?"
Ya baju olah raga yang Fika kenakan adalah baju yang dibelikan Nanda kemarin sore .Fika meminta izin untuk pergi olah raga bersama kedua sahabatnya di taman . Tiba - tiba malam harinya Nanda menyodorkan paperbag pada Fika yang ternyata isinya adalah setelan olah raga lengkap dengan sepatu sket yang senada. Fika fikir bagaimana suaminya itu tau ukurannya? Tapi semua itu tak ia hiraukan karena ia terlalu senang dengan pemberian suaminya itu. Fika jadi merasa diperhatikan. Namun Fika tak tahu kalau Nanda juga membeli pakaian yang senada dengannya
" Apa dia ingin semua orang tahu kalau kami pasangan?" Batin Fika
Fika sejenak melongo belum paham dengan keadaan " ayo? Maksud tuan?" Fika masih melongo seperti orang bego
" Bukankah kita mau olahraga? Ayo!" Nanda melangkahkan kakinya menghampiri Fika dan tanpa ba bi bu Nanda langsung menggandeng Fika dan menyeretnya
" Tunggu tunggu! Jangan bilang tuan akan ikut denganku?" Fika berkata dengan panik membuat Nanda mengulum senyum
" Apa ada yang salah?" Nanda berkata dengan entengnya
" Apa tuan tidak paham? Aku akan pergi menemui sahabatku" Fika mencebik kesal
" Lalu?"
" Lalu? tentu saja masalah" Fika menarik nafasnya panjang " mereka belum tau aku sudah menikah jadi tidak mungkin kita datang bersama tuan" Fika merasa gemas pada pria yang ada dihadapannya itu
__ADS_1
" Kamu jangan kawatir , aku akan menjaga jarak kita. Jadi tidak akan ada yang tau tentang kita"
" Enak saja mau bertemu pria lain dibelakangku, tidak akan aku biarkan!" Batin Nanda seraya tersenyum penuh arti" kamu sudah terjebak cintaku Qia, kamu tidak bisa lari darinya" lanjutnya didalam hati
" Kenapa aku tidak yakin dengan ucapannya?" Batin Fika seraya menelisik wajah suaminya itu
" Baiklah, tapi berjanjilah akan menjaga jarak dengan kami!"
Nanda pun menganggukan kepalanya dan melangkah pergi bersama dengan menggunakan mobil milik Nanda
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Ditaman yang akan didatangi Fika dan Nanda tampak sudah ramai orang berlalu lalang untuk berolah taga atau hanya sekedar membeli aneka jajanan yang dijual disana
Ditengah keramaian tampak Yuki yang tengah celingak - celinguk menunggu kedua sahabatnya yang belum datang
Deeerrt
Deeerrt
Deeerrt
Ada panggilan diponsel Yuki. dilihatnya ternyata panggilan dari Adzriel. Tak menunggu lama Yuki pun mengangkatnya
" Halo, lo kemana aja sih buruan gue nunggu disini samapai lumutan tau gak! Mana Fika juga entah masih dimana lagi" Yuki langsung nyerocos begitu saja
__ADS_1
" Sorry , gue gak jadi datang deh. bonyok tiba - tiba ngajak dianter kerumah saudara gue yang ada diluar kota, sory ya!" Adzriel terdengar tidak enak pada Yuki
" Oh gitu" ada rasa kecewa dihati Yuki " ya udah ga papa, gue berdua aja sama Fika kalau begitu" Yuki berusaha tetap terdengar ceria seperti biasanya
" Iya, sampaikan salam maaf gue juga sama tuh anak. Ya udah gue tutup"
Panggilan pun diakhiri oleh Adzriel. Yuki tidak bisa lagi menahan rasa kecewanya. Entah kenapa setelah kini Yuki dan Adzriel yang sering menghabiskan waktu bersama karena mengurus bisnis baru mereka membuat Yuki semakin terbiasa dengan adanya Adzriel disisinya sehingga terbersit dihati Yuki ingin selalu bersamanya. Tapi dia tidak mau egois, hati Adzriel sudah diberikan pada Fika sejak mereka masih kuliah dan Yuki tau itu walaupun Adzriel tidak mengatakannya langsung tapi sikap dan perhatiannya pada Fika sungguh berbeda dengan sikap Adzriel padanya
Tak lama terlihat Fika melambaikan tangannya ke arah Yuki, Yuki pun membalasnya dengan senyum mengembang dieajahnya
" Maaf aku telat ya!" Fika ngos ngosan karena tadi dia sedikit berlari dari tempat parkir yang lumayan jauh dari tempat Yuki berada. Kalau bukan harus berdebat terlebih dahulu dengan suaminya. maka pasti dia tidak akan terlambat seperti ini
" Iya lo telat banget. Sampe lumutan gue nungguin lo" Yuki terkekeh dengan ucapannya sendiri
" Mana si Adzriel? belum datang juga dia? " Fika celingak celinguk melihat sekitar Yuki untuk menemukan sahabatnya yang satu lagi
" Gak jadi datang dia"
" Kenapa?"
" Harus nganterin om Herman dan tanteu Wina pergi kerumah saudaranya yang diluar kota katanya"
" Oh "Fika hanya ber oh ria saja
" Ya udah ayo, mulai joging aja kita" Fika langsung berlari kecil diikuti Yuki
__ADS_1
" Ish, yang nunggu siapa? Yang duluan siapa?" Cibir Yuki membiat Fika terkekeh