Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 84


__ADS_3

Fika tengah terisak sambil mencurahkan isi hatinya pada dua gundukan tanah yang tersemayamkan jasad kedua orang tuanya saat sebuah tangan membekap mulut dan hidung Fika dengan sapu tangan yang sudah diolesi obat bius. Fika sempat memberontak dan melawan namun perlahan tenaganya mulai melemah, matanya perlahan tertutup dan kesadaran Fika pun perlahan mengilang


" Maafkan aku harus melakukan ini" gumam orang yang membekap Fika dan langsung menggendong tubuh mungil Fika dan membawanya pergi sebelum ada seseorang yang melihatnya


Suasana makam saat itu sangat sepi tidak ada satu orang pun yang ada disana. Hanya makam yang berderet dan seekor kucing yang berada didekat Fika kala itu


Sementara di tempat parkir mobil tampak Nanda tengah menunggu dengan gelisah, entah kenapa perasaannya tidak enak sedari tadi


" Ka bisakah kakak diam, aku pusing melihat kakak!" Andra mendengus kesal sebab dari tadi Nanda terus berjalan mondar - mandir didepannya.


Posisi mereka kini Yuki dan Anggi duduk di bangku yang kebetulan ada disana sambil menegak minuman yang tadi dibeli Adzriel diwarung dekat sana sedangkan Adzriel dan Nanda tampak berdiri bersandar pada mobil milik Nanda dan Nanda yang mondar - mandir seperti orang gelisah didepan mereka


" Andra benar, tidak bisakah kamu tenang dan diam saja seperti kami. Ini bahkan baru berlalu 10 menit, masih tersisa 5 menit lagi waktu untuk Fika" Adzriel berbicara dengan nada mengejek


" Kalian tidak tahu saja apa yang aku rasakan, susah memang kalau bicara dengan jomblo" Nanda balik mengejek pada Adzriel dan Andra


" Ya ya ya, tuan yang sudah beristri" Adzriel memutar bola matanya malas


Setelah beberapa saat tiba - tiba Nanda berhenti dari kegiatannya yang tak penting itu. Senyum manis terukir dibibirnya sambil melihat jam mahal yang melingkar dipergelangan tangannya " sudah 15 menit, waktu habis. Aku akan menjemput Qia ku" dengan perasaan senangnya Nanda hendak melangkahkan kakinya kembali masuk ke area pemakaman


" Apa tidak kita tunggu saja ka? Mungkin ka Fika sebentar lagi juga datang" Andra menghentikan langkah Nanda

__ADS_1


" Tidak, aku akan tetap menjemputnya. Kalau kalian mau menunggu, tunggu saja sendiri" setelah mengatakan itu Nanda kembali melangkahkan kakinya


" Dasar bucin" Adzriel menatap punggung Nanda yang sudah menjauh dengan nada mengejek


" Ada apa ini, Nanda mau kemana?" Anggi yang sejak tadi mepeehatikan mereka dari jauh pun mendekati mereka diikuti Yuki dibelakangnya


" Mau jemput istrinya katanya" Andra menjawab dengan malas


Anggi pun tersenyum menanggapi ucapan anaknya itu " segitu cintanya ya Nanda sama istrinya itu"


" Benarkan tante, tante juga setuju? Tuan Nanda itu sangat romantis" Yuki tersenyum pada Anggi dan Anggi pun menganggukan kepalanya setuju


" Apanya yang romantis? Cih, romantisan juga gue" gumam Adzriel pelan namun masih bisa didengar oleh semuanya. Yuki melihat Adzriel sekilas dan langsung memalingkan wajahnya membuat Adzriel mendengus kesal sedangkan Andra terkekeh geli dan Anggi tersenyum penuh arti melihat mereka berdua


" Apa Qia tadi datang kesini?"


Anggi, Yuki, Adzriel dan Andra tampak menggelengkan kepala mereka dengan wajah yang bertanya - tanya


" Apa maksud mu, bukankah kamu pergi untuk menjemputnya" Anggi ikut terlihat cemas


" Iya tuan, apa tuan tidak menemukan Fika" Yuki pun tak kalah cemasnya

__ADS_1


" Justru itu. aku tidak menemukan istriku dimana - mana" Nanda tampak menyugar rambutnya frustasi


" Kamu jangan bercanda?" Adzriel tiba - tiba emosi


" Apa aku terlihat bercanda ha?" Nanda setengah berteriak


" Sudah lebih baik kita berpencar mencari ka Fika" Andra berusaha menengahi keduanya " Ibu dan ka Yuki cari ditoilet sekitar sini siapa tahu ka Fika kesana dan ka Nanda dan ka Adzril juga aku akan berpencar mencari kembali di sekitar area pemakaman" mereka semua menganggukan kepala mereka


" Oke, setelah 15 menit. Kita kumpul kembali disini" Nanda menimpali


" Oke" jawab mereka serempak sambil beranjak dari tempat mereka masing - masing untuk berpencar mencari Fika


Anggi dan Yuki berlari menuju toilet umum didekat area pemakaman dengan wajah yang sangat panik. Satu persatu bilik toilet mereka ketuk dan mereka buka namun tidak ada Fika disana. Mereka pun kembali berlari menyusuri setiap tempat yang ada disana untuk mencari keberadaan Fika disana


Begitupun Nanda , Adzriel dan Andra , mereka sudah berkeliling disekitar area pemakaman bahkan ke area jalan raya tapi mereka tetap tidak menemukan Fika dimanapun. Mereka bahkan menanyakan pada orang - orang yang tengah berlalu lalang di sekitar sana dengan menunjukan foto Fika yang ada pada ponsel mereka. Namun tak ada satu orang pun yang melihat Fika


Mereka terllihat begitu frustasi saat belum menemukan Fika dimanapun. Setelah 15 menit berlalu mereka pun dengan langkah gontai kembali ke tempat yang sudah mereka sepakati untuk kembali berkumpul


" Bagaimana?" Nanda dengan nada prustasi menanyakan pada yang lainnya setelah mereka kembali berkumpul di area parkir


Semua tampak menggelengkan kepala mereka dengan lemah

__ADS_1


" ****" Umpat Nanda seraya memukul mobilnya dengan kencang. " Kamu dimana Qia? Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi" batin Nanda


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2