Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 68


__ADS_3

Setelah drama yang terjadi dijalan tadi, akhirnya mobil Adzriel sampai juga diparkiran Balendra Corp


Yuki sudah mengirim pesan pada Nami beberapa saat sebelum mobil mereka memasuki halaman Balendra Corp


" Kami sudah sampai, selanjutnya kami serahkan padamu" begitulah kira- kira isi pesan Yuki pada Nami


Bisma , Anggi dan Fika palsu pun turun dari mobil dan merapikan kembali penampilan mereka yang cukup berantakan setelah sedikit berolah raga tadi dijalan.


Dengan wajah angkuh dan percaya diri mereka, mereka melangkahkan kaki mereka memasuki lobi kantor yang sudah ditempati oleh Nami disana


Sedangkan Adzriel dan Fika masuk melalui pintu belakang untuk langsung kelantai atas dan masuk keruangan Nanda. Mereka menemui Fika dan Nanda disana menunggu target masuk kesana


"Permisi, ada yang bisa saya bantu!" Nami tersenyum ramah pada tamunya. Ya Nami sekarang berperan sebagai recepsionis


" Kami ingin bertemu dengan CEO kalian" Bisma dengan gaya angkuhnya


" Maaf apa bapak sudah membuat janji sebelumnya?"


" Apa kamu tidak tahu siapa saya huh, saya adalah calon istri bos kamu . Jadi jangan menghalangi kami" Fika palsu berbicara angkuh


" Maaf tapi ini sudah prosedur dari perusahaan kami yang harus dipatuhi" Nami tersenyum canggung " ha ha ha rasanya aku ingin sekali tertawa didepan wajahnya " batin Nami


" Kemarin Nanda menyuruh kami datang kesini untuk suatu urusan dan tadi juga kami dijemput oleh utusan langsung dari Nanda" Bisma berbicara dengan menahan kekesalannya


" Oh , baiklah! saya akan menanyakannya dulu, maaf nama bapak siapa?"

__ADS_1


" Bisma Wijaya"


" Harap tunggu sebentar!" Nami pun melakukan panggilan pada Erika


" Oh, bapak dan ibu serta nyonya silahkan lansung naik saja ke lantai 20. Disana ruang kerja pak Nanda berada" Nami meletakan telpon pada tempatnya " tapi maaf anda tidak bisa menggunakan lift yang ada disini karena masih dalam masa perbaikan" Nami menunjuk papan tanda perbaikan yang ada didepan pintu lift


" What?" teriak ketiganya dengan wajah yang sangat lelah


" Kamu yang benar saja? Kami harus naik tangga kelantai 20, begitu? Oh God yang benar saja" Anggi sudah terduduk lesu dikursi yang ada disana


" Kalau tidak mau naik tangga juga tidak apa - apa"


" Benarkah? apa ada cara lain" Bisma kembali bersemangat namun sepersekian detik kemudian semangat itu kembali menghilang


" Kembali lagi dilain waktu setelah lift selesai diperbaiki" Nami tersenyum manis


" A apa paman serius" Fika palsu tampak memucat dan menelan salivanya susah


" Tapi mas, aku cape" Anggi merengek manja


" Jangan banyak bicara! apa kalian tidak ingin segera mendapatkan uang huh" Bisma mendengus kesal seraya terus melangkahkan kakinya menuju tangga darurat diikuti oleh Anggi dan Fika palsu dengan langkah gontai mereka


" Rasakan" Nami tertawa senang sambil mengetikan pesan pada yang lainnya " misi selesai, mereka menuju pada kalian" begitulah isi pesan yang dikirim Nami


Bisma, Anggi dan Fika palsu tampak berjalan dengan kaki yang diseret - seret menaiki undakan demi undakan anak tangga yang ada disana menuju lantai 20 tempat ruangan Nanda berada. Bisa kalian bayangkan bagaimana keadaan mereka saat ini

__ADS_1


Rambut mereka yang lengket dan acak - acakan bercampur dengan keringat yang terus mengalir deras dari sekujur tubuh mereka. Baju yang sedikit acak acakan juga, bahkan dasi yang tadinya terikat rapi dileher Bisma ia lepaskan karena sesak yang ia rasakan dan jas mahal yang ia kenakan dengan rapi tadi sekarang ia sampirkan diatas pundaknya.


Anggi dan Fika palsu pun tak kalah kacau. Make up yang tadi mereka pakai untuk memoles wajah mereka kini sudah luntur seiring keringat yang bercucuran. Kalian bisa bayangkan bedak yang luntur serta maskara dan eyeliner yang luntur membuat kesan menyeramkan pada wajah mereka berdua


Setelah berjalan dengan penuh perjuangan, akhirnya mereka sampai juga dilantai 20. Mereka bertiga langsung menjatuhkan tubuh mereka diatas lantai yang kotor itu karena sudah merasa tak kuat lagi untuk berdiri dengan kaki mereka. Kaki mereka bergetar saking tak kuatnya menopang tubuh mereka masing - masing


Sementara diruang istirahat Nanda , tampak Fika, Nanda , Adzriel dan Yuki yang sedang tertawa terbahak - bahak menyaksikan penderitaan keluarga Bisma dari layar laptop yang ada disana


" Ini tidak sebanding dengan apa yang telah kalian lakukan pada keluargaku" Fika tampak mengepalkan tangannya dengan mata penuh amarah


" Tenang saja sayang, aku akan memastikan mereka menerima hukuman yang setimpal" Nanda menarik tubuh Fika dalam dekapannya


" Em.. itu harus, walaupun dengan begitu tidak bisa mengembalikan orang tuaku, tapi setidaknya mereka akan tenang disana" wajah Fika berubah sendu


" Lo tenang aja Fik, lo punya kita dan mertua lo yang sayang banget sama lo" Yuki mengusap pundak Fika


" Ya gue sama yang lainnya akan selalu ada buat lo" Adzriel ikut mengelus pundak Fika yang satunya


Fika pun tersenyum manis " thanks ya, kalian memang sahabat paling the best"


" Udah melow - melownya, kalian siap - siap gih, mereka sebentar lagi akan sampai kesini!" Adzriel mengintrupsi mereka


" Lo bener juga, hampir gue lupa" Fika nyengir kuda


" Kalau gitu, kita keluar dulu. Kalian baik - baik disini! Awas jangan macam- macam!" Fika mengarahkan jari telunjuknya pada Yuki dan Adzriel

__ADS_1


" Dengerin tuh!" Setelah mengatakan hal itu Nanda dan Fika melangkah keluar untuk bersiap menyambut tamu istimewa mereka


" Ish, memang apa yang akan kita lakuin coba? Yuki mengerucutkan bibirnya seraya melirik Adzriel. Adzriel hanya mengendikan bahunya acuh sambil kembali duduk di depan laptop yang terhubung dengan semua CCTV yang ada disana


__ADS_2