Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 96


__ADS_3

" Maafkan om, seharusnya om bisa mencegah kamu untuk keluar dari mobil dan mengalami hal mengerikan itu" Danu berbicara dengan wajah sendu melihat Fika yang kini terdiam setelah Danu menyelesaikan ceritanya


" Kamu tahu, om tidak pernah menyerah selama 5 tahun ini untuk mencarimu. Dan om sangat lega saat mendengar kabar kamu masih hidup dan tinggal di Jakarta pada 2 tahun yang lalu, namun om hanya bisa mengawasimu dari jauh dan membantumu diam - diam. Apa kamu tahu betapa hancurnya hati om saat melihatmu harus bekerja keras untuk hidupmu sendiri" Danu tak bisa lagi membendung air matanya


Fika masih terdiam dalam fikirannya sendiri, entah mengapa begitu sakit saat melihat om Danunya mengeluarkan air mata untuk dirinya namun ada perasaan lega yang luar biasa dalam hati Fika saat mengetahui bahwa om Danu nya tidak pernah berubah sedikitpun dari apa yang dia kenal sebelumnya.


Fika jadi teringat sudah dua tahun ini Fika sering menerima bantuan entah dari mana, bisa dengan mendapat uang lebih atau makanan dari penumpangnya dan itu terjadi berkali - kali dengan jumlah yang cukup besar. Tadinya Fika berfikir kalau dia sangat beruntung karena sering mendapatkan penumpang yang baik hati namun tak disangka ternyata itu perbuatan om Danu nya


Fika menjauhkan dirinya dari kedua orang tuanya dan berhambur masuk kedalam pelukan Danu " Terima kasih om, terima kasih karena masih jadi om Danu yang ku kenal" gumam Fika disela isakan tangis yang keluar dari bibirnya seraya menguatkan pelukannya


Begitupun Danu, dia terisak sambil terus mengeratkan pelukannya pada gadis kecilnya yang dulu selalu ia manjakan


" Ayah , ibu dan om Danu sekarang Fika sudah menikah dan mempunyai keluarga baru yang sangat baik sekali" Fika tersenyum senang seraya mengusap sisa air matanya setelah melepaskan pelukannya


" Hmm kami sudah tahu sayang" Sita megusap kepala Fika lembut


" Ya dan kami senang akan hal itu" Bima menimpali


" Oh iya, kalian sudah tau? Jangan - jangan kalian juga tahu aku menikah dengan siapa?" Fika memandang ketiganya dengan tatapan menyelidik


Danu , Sita dan Bima tampak tersenyum dan menganggukan kepalanya


" Tentu saja, kamu menikah dengan bocah tetangga kita itu kan?"Bima yang berbicara

__ADS_1


" Ish, kalian curang" Fika mengerucutkan bibirnya


" Curang, curang bagaimana?" Danu mengangkat alisnya sebelah


" Tentu saja curang, kalian bisa tahu tentang kehidupanku sedangkan kalian tidak membiarkanku tahu keadaan kalian. Apa itu bukan curang namanya?" Fika mendengus kesal membuat semua tertawa melihat kelakuan Fika, seperti itulah Fika bila sedang bersama keluarganya selalu manja dan tak mau kalah


" Astagfirullah" Fika menepuk jidatnya sendiri


" Ada apa?" Sita mengerutkan keningnya


" Suamiku, pasti dia khawatir. Bukankah om membawaku kesini tadi pagi dan sekarang sudah hampir malam. Aku harus menghubunginya" Fika berkata dengan wajah panik


" Oh itu, kamu tidak perlu khawatir! Sebentar lagi dia juga akan kesini" Danu berbicara santai


" Tentu saja tidak, mana ada penculik yang mengatakan keberadaannya" Danu terkekeh


" Lalu?"


" Apa kamu lupa siapa suamimu?"


" Ish om ini, tidak mungkin aku lupa dengan suamiku sendiri. Suamiku itu Nanda Aditama Balendra apa om lupa?"


" Maksudnya bukan itu sayang" Sita merasa gemas sendiri pada anaknya yang kadang bersikap ajaib ini

__ADS_1


" Maksud om Danu, tanpa kita memberitahukan suamimu tentang keberadaan kita. Dia pasti akan tahu dengan sendirinya mengingat bagaimana kekuasaan dan kehebatan keluarga Balendra" Bima menjelaskan, Fika tampak mengangguk - anggukan kepalanya mengerti


" Sebentar lagi juga mereka akan datang, kita lihat saja" Danu berkata setelah melihat pesan yang masuk pada ponselnya


" Dari mana om tahu? memangnya om peramal apa" Fika berkata dengan nada mengejek


" Kamu mau taruhan?" Danu mengangkat alisnya sebelah " seperti masa lalu" lanjutnya dengan menaik turunkan alisnya lucu


" Ish, aku gak mau yah! Paman selalu menang bila taruhan denganku" Fika membuang wajahnya


Danu terkekeh melihat Fika, memang dari dulu bila Fika dan Danu taruhan selalu Danu yang menang karena Fika tidak tahu bahwa Danu selalu membuat taruhan yang sudah ia ketahui terlebih dahulu dan Fika tidak mengetahuinya. Seperti saat ini, Danu tadi menerima pesan dari salah satu warga disana yang mengatakan bahwa sekelompok orang kota telah mencari keberadaan seorang gadis yang mirip dengan Sita. Ya sebelumnya Danu sudah mewanti - wanti pada warga agar tidak ada yang berbicara pada siapa saja yang menanyakan keberadaan Sita dan keluarganya pada orang asing , namun Danu tidak memberitahuknnya juga pada nenek Ijah. Nenek Ijah adalah nenek yang ditanyai oleh Nanda dan yang lainnya karena Danu fikir mereka juga tidak akan mengerti apa yang diucapkan nenek itu pada mereka karena Nek Ijah tidak bisa berbicara bahasa Indonesia dan hanya bisa bahasa daerah saja. Setidaknya itu bisa mengulur waktu untuknya sampai semua baik - baik saja antara Fika dan keluarganya


Danu , Sita dan Bima tampak tertwa menertawakan Fika yang selalu tidak mau kalah dari mereka


Tok


Tok


Tok


Tak lama terdengar suara ketukan dari luar membuat mereka menghentikan tawa mereka


**Hayo! Siapa yang datang?

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏**


__ADS_2