
Fika terlihat mondar - mandir didalam kamar dengan menggunakan baju tidurnya, baju tidur model kimono yang tidak terlalu seksi. Fika tadinya ingin memakai baju tidur yang agak tertutup, namun hanya model itu yang ada di lemari itu bahkan beberapa baju tidur yang lainnya terlihat sangat seksi dan menerawang. Fika tidak bisa membayangkan kalau dia memakai pakaian yang seperti itu.
Fika melihat ke arah tempat tidur dan menggeleng - gelengkan kepalanya. Fika pun melangkahkan kakinya kembali seraya menggigit ujung kukunya " apa aku harus menyerahkannya malam ini? Oh Tuhan aku sangat malu sekali" Fika memegang kedua pipinya yang terasa panas
Ceklek
Pintu terbuka dari luar menampilkan sosok Nanda yang sangat tampan. Perlahan dia melangkahkan kakinya ke arah Fika dengan senyuman yang mengembang dari wajahnya
Glek
Fika menelan salivanya susah melihat Nanda yang berjalan ke arahnya " ya Tuhan, selamatkan aku" batin Fika
"Kenapa hem?" Nanda semakin mendekat pada Fika yang sekarang tengah mematung , sibuk dengan Fikirannya sendiri
Fika terkesiap saat tiba - tiba tangan Nanda sudah melingkar dipinggangnya dengan wajah mereka yang sangat dekat. Jantung Fika lansung berdetak dengan sangat kencang, bahkan mungkin Nanda pun bisa mendengarnya saat ini
" Apa kamu siap sayang?" Nanda berkata lembut
__ADS_1
Fika mengedip - ngedipkan matanya lucu karena merasa aneh dengan keadaan ini.
" Kenapa kamu sangat menggemaskan hem?" Nanda menarik hidung yang sedikit mancung itu membuat Fika mendengus kesal
" Ish... kakak, sakit tahu?" Fika memegang hidungnya yang tadi ditarik oleh Nanda
Nanda terkekeh melihat istrinya itu " kamu sangat lucu sayang"
" Ish.. memangnya aku ini badut, lucu" Fika mengerucutkan bibirnya
Cup
" Kamu mencoba merayuku hem" Nanda berucap setelah dia melepaskan ciuman singkatnya
" Ya? Siapa yang hmmft" belum juga Fika melanjutkan kata - katanya Nanda langsung menautkan kembali bibir mereka
Tak ada penolakan dari Fika, dia sadar hal ini pasti terjadi cepat atau lambat karena memang itu yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri. Yang harus dilakukan Fika hanya menikmati setiap hal yang akan dilakukan oleh suaminya itu padanya. Tangan Fika kini bahkan sudah mengalung sempurna pada leher Nanda sedangkan kedua tangan Nanda mendekap pinggang Fika semakin erat.
__ADS_1
Lama mereka berciuman dan saling membelit lidah meluapkan hasrat mereka yang telah lama mereka pendam. Bahkan dalam setiap gerakan mereka, sudah tidak ada kecanggungan lagi
" Sudah siap hem?" Nanda bertanya setelah melepaskan tautan antara mereka. Fika mengangguk pasrah selain ia sadar akan kewajibannya sebagai istri, dia pun sepertinya telah sama - sama terbakar gairah
Nanda mengangkat tubuh Fika dan menggendongnya membawa tubuh istrinya itu keatas tempat tidur king size milik mereka. Nanda meletakkan Fika dengan sangat hati - hati kemudian dia naik keatas tubuh Fika. Tak menunggu lama Nanda pun menautkan kembali bibir mereka. Ciuman itu semakin lama semakin menuntut, keduanya kini sudah sama - sama terbakar gairah yang sangat besar.
Ciuman Nanda kini turun pada leher jenjang Fika dan mulai memberikan cap kepemilikannya disana
" Aaaah" Fika mendesah saat Nanda melakukannya. Seperti ada gelenjar aneh yang mengalir ditubuh Fika , seperti tersengat aliran listrik namun terasa sangat aneh dan Fika merasa tidak bisa menolak apa yang dilakukan suaminya itu padanya. Jujur saja Fika sangat terbuai dan menikmati setiap sentuhan dari suaminya itu
" Aaaaahk" Fika kembali mendesah sehingga membuat Nanda semakin bersemangat melakukannya. Nanda perlahan membuka helai demi helai kain yang menutupi tubuh Fika sehingga kini terpangpang tubuh polos istrinya.
Tak menunggu lama Nanda pun menyatukan tubuhnya dengan tubuh Fika. Awalnya Fika merasa sangat kesakitan saat bagian bawahnya didobrak paksa oleh ular piton milik Nanda , namun rasa sakit itu berganti menjadi rasa nikmat yang bisa membuat orang merasa ketagihan akan hal itu
Akhirnya pada malam itu menjadi malam pertama mereka yang sempat tertunda beberapa minggu. Suara ******* dan erangan memenuhi kamar apartemen yang luas itu sampai tengah malam mereka baru menyelesaikan kegiatan mereka dan langsung tertidur karena merasa kelelahan. Entah berapa rondeu mereka melakukannya yang pasti Fika lumayan kewalahan melayani suaminya itu.
Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏
__ADS_1