
Pesta masih berjalan didalam sana sementara seorang gadis tampak duduk sendirian dibangku taman samping hotel sambil terisak, terlihat dari tubuhnya yang bergetar naik turun seiring dengan isak tangis yang keluar dari bibirnya
Lama gadis itu sendiri disana " oh Tuhan seharusnya aku tidak menangisi suami orang" menghapus air matanya yang entah kenapa tidak mau berhenti mengalir bagaimanapun kerasnya dia berusaha untuk menghapusnya
Alice terisak meratapi nasib cintanya, bukan karena Nanda yang menikah dengan Fika yang menjadi alasan air matanya itu tak berhenti mengalir melainkan nasib cintanya yang selalu tak pernah berjalan dengan mulus setiap dia menjatuhkan hatinya pada seseorang selalu saja berakhir dengan penolakan. Entah apa yang salah pada dirinya, ya kalau menurut autor ya Alice itu hanya salah menempatkan hatinya dan tidak memperhatikan sekitarnya. Dia terlalu sibuk mengejar apa yang menjadi obsesinya dan melupakan orang - orang disekitarnya yang menyayangi dan mencintainya dengan tulus
" Itu kau tahu, jadi berhentilah menangis!" Tiba - tiba sebuah suara bariton terdengar dari arah sampingnya. Ya seseorang duduk di sampingnya tanpa permisi
Alice tampak menolehkan kepalanya melihat siapa yang ada disampingnya
" Ngapain lo disini?" tanya Alice ketus
" cih, pada Nanda kau sangat manis tapi denganku? Kau selalu bersikap ketus" Pria itu tersenyum kecut seraya tangannya terulur memberikan sapu tangan yang ada ditangannya
" Apa ini" Alice mengerutkan dahinya menunjuk apa yang pria itu berikan
" Mengapa kau jadi mendadak bodoh hem, apa kamu tidak tahu? Ini namanya sapu tangan" mengangkat sapu tangan itu tepat didepan wajah Alice
" Ish , bukan itu maksudku" Alice mengerucutkan bibirnya " maksudku kenapa kamu memberikan ini padaku"
__ADS_1
" Tentu saja untuk menghapus ini" menunjuk sisa air mata pada wajah Alice
" cih" meraih sapu tangan itu dan menggunakan nya untuk menghapus air matanya " sudah, sekarang kau tunggu apa lagi?" menatap intens pria dihadapannya sedangkan pria itu tampak mengerutkan keningnya
" Maksudku kenapa kau tidak kembali kedalam dan menikmati pestanya, apa kamu tidak akan dicari oleh pasangan pengantin bukankah sekarang kamu sebagai bridesmaidnya" mengangkat alisnya sebelah seraya menunjuk baju yang dikenakan pria itu
" Tidak akan, tadi aku sudah pamit pada kakak ipar" Ya yang duduk disamping Alice saat ini adalah Jay
" Kamu juga sangat akrab dengan istri Nanda? Tapi tidak heran melihat siifatnya yang terlihat baik dan welcome pada siapa saja"
" Kamu benar, kakak ipar sangat baik dan mudah bergaul dengan siapa saja."
" Aku jadi penasaran, bagaimana Nanda dan istrinya itu bertemu dan menikah. Padahal beberapa bulan yang lalu aku bertemu dengannya disebuah pesta, dia masih terlihat sendiri" Alice mengingat pertemuannya saat dipesta keluarga Saputra
" Kamu pasti akan kaget saat kamu mengetahuinya, apa kamu mau dengar ceritaku?" Jay tampak terkekeh saat mengatakannya
" Hem sepertinya menarik" Alice menatap Jay dengan antusias dan saking antusiasnya Alice tak sadar bahwa wajahnya kini sangat dekat dengan wajah Jay yang membuat jantung Jay berdetak sangat kencang melihat wajah Alice yang begitu dekat dengan dirinya
" Baiklah - baiklah , tapi kau bisa sedikit menjauh dariku" Jay mendorong bahu Alice agar sedikit menjauh darinya
__ADS_1
" Ish, lo kenapa sih?" Alice mendengus kesal tapi melakukan juga apa yang dikatakan Jay padanya " sekarang cepat ceritakan!"
Jay pun menceritakan bagaimana Fika dan Nanda teepisah 7 tahun yang lalu sampai kejadian mengerikan yang menimpa Fika sehingga Nanda tidak bisa menemukan Fika, sampai pertemuan mereka yang tak terduga saat Fika melamar pekerjaan di Balendra Corp dan menjadi asisten pribadi Nanda . Jay bahkan menceritakan bagaimana mereka bisa digrebeg masa karena kesalah fahaman yang berakhir pada pernikahan yang tidak mereka inginkan
Alice tampak manggut - manggut saat mendengarkan cerita dari Jay " ternyata mereka telah melalui banyak masa sulit"
" Ya, dan kamu tahu kita bisa mengambil pelajaran dari kisah mereka bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berdo'a dan berusaha. Jodoh , rezeki dan maut semua sudah ditakdirkan oleh yang maha kuasa. Bila kita berjodoh bagaimanapun kita terpisah jarak dan waktu, bila hati kita meyakini dan memang sudah digariskan oleh Tuhan maka jodoh akan menemukan kembali jalannya" Jay tampak memandang langit luas yang dipenuhi bintang - bintang
" Ya , sepertinya kamu benar!" Alice melakukan hal yang sama dengan Jay " aku harap , aku juga bisa menemukan jodohku" Alice tersenyum melihat langit malam yang terlihat begitu indah malam ini
" Ya, akhirnya kau bisa mengerti" Jay bangkit dari duduknya "apa kamu mau masih disini atau ikut aku kedalam" menolehkan wajahnya sedikit
" Aku disini dulu" Alice tersenyum manis
" Baiklah, bila kau membutuhkan teman atau sosok sebagai pengisi hatimu, hubungi aku" Nanda terkekeh seraya berjalan menjauh dari kursi taman yang diduduki oleh Alice
" What? Apa tadi dia bilang?" Alice bergumam sendiri
" Woi, tadi apa yang kamu katakan?" Alice berteriak memanggil Jay namun Jay sama sekali tak menghiraukannya dan yerus melangkahkan kakinya memasuki hotel untuk kembali pada pesta Nanda dan Fika
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏