
Dalam perjalanannya pulang dari gudang tua itu Danu terus memikirkan bagaimana caranya agar sampai niat jahat dari Arga pada Bima dengan menggunakan Bisma bisa gagal. Karena jujur mengingat kenekatan dan kekejaman Arga Danu takut hal ini akan berakibat fatal pada Bima dan keluarganya sekarang
Apalagi barusan Danu menerima kabar dari anak buahnya bahwa ternyata Arga terjun dalam dunia hitam dan menjadi pimpinan para geng mafia dikota Bandung itu. Arga memiliki beberapa bisnis gelap yang ia kelola dibalik nama perusahaan yang kini dia dirikan dan cara bisnisnya sangat kotor bahkan dia tidak segan - segan untuk menghabisi nyawa seseorang yang telah mengahalanginya ataupun berhianat padanya
Danu berfikir akan sangat berbahaya bila berhadapan dengan orang seperti itu, satu - satunya jalan yang Danu fikirkan adalah bagaimana cara melindungi Bima dan keluarganya agar hal buruk tidak terjadi pada mereka
Danu terus membelah jalanan kota Kembang itu dengan segala pemikiran yang ia fikirkan saat ini. Sungguh segala permasalahan ini cukup membuat seorang Danu pusing dan kewalahan. Bagaimana dia melindungi keluarga sahabatnya tanpa ada yang tersakiti dan meluruskan segala kesalahpahaman yang terjadi antara Bima dan Bisma tanpa membuat salah satu dari mereka tersakiti. Sungguh sangat menguras tenaga dan fikiran Danu saat ini. Karena bagaimana pun juga Arga tidak akan tinggal diam saat Bisma tidak menjalankan rencana awal mereka, dia pasti akan berbuat sesuatu pada Bisma dan bila Bisma melakukannya akan sangat berbahaya bagi Bima. Sungguh ini seperti memakan buah simalakama, begini salah begitu salah seperti lagu dangdut itu lho😁😁
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
" Aku telah menyelidikinya, dan kau akan kaget saat kamu tahu siapa yang telah berada dibelakang Bisma sekarang" Danu berbicara pada Bima yang tengah duduk mendengarkan apa yang ingin dikatakan sahabatnya itu
Ya tadi saat Danu tiba dirumah besar Wijaya Danu langsung meminta Bima untuk menemuinya dan disinilah mereka sekarang diruang kerja Bima
Awalnya Bima enggan untuk mendengarkan perkataan Danu yang pastinya akan menyudutkan adiknya namun dia juga merasa penasaran atas apa yang akan disampaikan oleh sahabatnya itu
" Siapa" Bima mengangkat sebelah alisnya
__ADS_1
" Arga" Danu menjeda ucapannya " Arga Putra Atmaja" Danu menatap Bima untuk mengetahui reaksi sahabatnya itu dan benar saja Bima tampak terkejut saat Danu menyebutkan nama itu
" Arga Putra Atmaja? Ta tapi bagaimana bisa?"
" Aku tidak tahu pasti bagaimana bisa itu terjadi, tapi yang pasti itu menjawab segala pertanyaan kita mengapa Bisma bisa setega itu ingin menghancurkan kakaknya sendiri. Itu pasti atas hasutan dia" Bima tampak berfikir mencerna apa yang disampaikan oleh Danu
" Bisa jadi seperti itu" Bima memijit pangkal hidungnya yang terasa pusing " Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita sangat mengenal Arga dan kita tahu bahwa dia bisa berbuat apa saja untuk mencapai tujuannya apalagi kita sama- sama tahu kalau dia sangat membenciku"
" Itu dia yang sedang aku fikirkan" Danu meletakkan tangannya pada dahinya seperti orang yang sedang berfikir " apalagi kalau kamu tahu bagaimana dia sekarang ini?" Danu melirik Bima
" Apa maksudmu?"
" Kamu benar, dia benar - benar sudah gila dan sangat terobsesi denganku."Bima tampak terkekeh pelan saat mengatakannya
" Kau benar dan kita harus lebih waspada karena itu"
" Aku setuju, lalu apa rencanamu" Bima menatap Danu dengan tatapan menyelidik. Dia tahu persis bagaimana sifat sahabatnya itu, dia tidak akan membicarakan suatu hal bila belum ada rencana dalam otaknya
__ADS_1
" I don't know" Danu berkata enteng
" Ayolah aku tau kamu mempunyai sebuah rencana, aku tahu siapa dirimu?" Bima tampak berjalan mengitari meja kerjanya dan berdiri disamping Danu sambil menepuk pundaknya
Danu terkekeh kecil "sepertinya aku mempunyai sebuah ide gila, apa kamu mau mendengarkannya?
" Ide gila lo gak mungkin segila si Arga kan?" Bima tertawa saat mengatakannya
" Hemmm... bisa dibilang begitu sih" Danu tampak terkekeh " apa lo mau dengar?" Danu menaikan sebelah alisnya seraya menggerakan tangannya meminta Bima untuk mendekatkan telinganya
Bima mengangguk dan mendekat seperti apa yang Danu minta. Danu mulai membisikan rencana yang ada dalam kepalanya, tampak Bima sesekali menganggukan kepalanya dan sepersekian detik kemudian
" Ide lo memang gokil, oke kita lakukan" Bima dan Danu sama - sama tersenyum menyeringai seraya saling menatap penuh arti
**Penasaran bagaimana kelanjutannya dan apa rencana Danu sebenarnya?
Tetap baca dan dukung novel ini ya. Biar autor lebih semangat lagi nulisnya!😘😘
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏**