
Nami pun datang keruangan Nanda diikuti 4 orang pria tegap yang berseragam untuk menangkap Bisma agar dia mendapatkan hukumannya
Hanya Bisma yang ditangkap karena permintaan Bisma pada Fika agar dia saja yang dipenjara. Karena bila Anggi ikut dipenjarakan maka tidak ada yang akan menjaga anak semata wayang mereka Andra yang kini baru berusia 15 tahun. Di umur yang masih sangat muda dan masih membutuhkan kasih sayang dan bingbingan orang tuanya
Lagi pula Anggi tidak terlibat dalam semua kejahatan yang dilakukan oleh Bisma selain menjadikan Salsa sebagai Fika palsu itupun karena Anggi yang memang sangat matre dan manja. Hidupnya terbiasa dengan kemewahan dan sangat dimanjakan sejak dia kecil membuat dia terbiasa hidup enak dan berfoya - foya sehingga dia selalu menekan Bisma untuk mendapatkan uang lebih banyak bagaimana pun caranya walaupun cara yang dilakukan Bisma salah.
Apalagi setelah 5 tahun yang lalu perusahaan keluarganya hancur juga ditangan Bisma karena keserakahan mereka bahkan itu membuat ayah Anggi saat itu meninggal karena serangan jantung sedangkan ibunya memang sudah meninggal sebelum itu sehingga Bisma memutuskan untuk membawa keluarganya ke Bandung untuk merebut harta dari kakaknya Bima . Dan bahkan tepat satu minggu yang lalu mereka mengalami hal yang sama karena Nanda telah merebut Wijaya Corp dari tangannya sehingga Anggi ikut dalam rencana jahat Bisma karena takut kekurangan uang untuk dia hambur - hamburkan
Tapi semua menjadi kacau seperti ini dan Anggi hanya bisa menyesalinya sekarang. Seandainya dulu dia hidup lebih baik dan bukan hanya menghamburkan uang saja mungkin saat ini dia masih bahagia. Begitupun Salsa melihat apa yang menimpa tanteu dan pamannya karena keserakahan mereka membuat Salsa sadar bahwa penyesalan akan datang terakhir bahkan mungkin setelah semuanya sudah terlambat dan Salsa tidak mau itu terjadi pada dirinya
" Bagaimana dengan aku dan Andra mas? Kami tidak bisa hidup tanpa kamu mas" Anggi menangis histeris sambil memegangi tangan Bisma yang sudah terkunci borgol dengan Salsa yang memegangi bahunya untuk menenangkannya Sedangkan Fika terisak didalam pelukan Nanda begitupun Yuki yang terisak disamping Fika yang dirangkul oleh Adzriel
Nami dan Erika pun memeluk satu sama lain dengan bibir yang sama terisaknya melihat pemandangan yang sangat memilukan itu
__ADS_1
Sedangkan Jay juga terlihat beberapa kali mengusap ujung matanya yang sedikit basah itu
" Aku tahu kamu bisa, kamu hanya harus terbiasa hidup sederhana saja. Dan aku minta maaf mungkin mulai saat ini kamu juga harus mencari pekerjaan untuk menghidupi kalian berdua karena aku sudah tidak bisa lagi membiayai kalian" Bisma berusaha tegar sambil mmenggenggam erat tangan istrinya itu
" Emm... Aku akan berusaha sebisaku mas, setelah aku punya uang yang cukup. Aku akan membawa Andra untuk pindah ke Jakarta agar kami bisa lebih dekat dengan kamu mas" Anggi mengalungkan tangannya pada leher Bisma dan mendekap tubuh suaminya dengan erat " sementara itu aku akan ikut Salsa ke Surabaya dan tinggal disana, aku akan mencari pekerjaan disana. Aku tidak mungkin tinggal di rumah itu lagi kan" Anggi melepaskan pelukannya
" Aku yakin kamu bisa melewati cobaan ini sayang" Bisma tersenyum manis pada Anggi dan Anggi pun menganggukan kepalanya dan membalas senyuman yang diberikan suaminya
" Begitu dong tersenyum kan cantik" Bisma terkekeh untuk mencairkan suasana yang mengharu biru itu membuat wajah Anggi sedikit merona sedangkan semua orang yang ada disana pun ikut tersenyum menyaksikannya
Fika menoleh pada Nanda, Nanda pun menganggukan kepalanya. Fika berjalan mendekat dan langsung menghambur kedalam pelukan sang paman yang tidak pernah memperlakukannya dengan baik selama ini
" Maafkan paman sayang, dan terima kasih kamu mau mendengarkan permintaan paman" Air mata Bisma kembali tumpah begitupun Fika. " Paman berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bisa jadi orang tua yang baik untukmu dan adikmu Andra, paman janji sayang" Fika semakin mengeratkan pelukannya seraya menganggukan kepalanya dengan air mata yang meluncur semakin deras
__ADS_1
" Aku akan menunggunya" menarik nafasnya sambil menahan rasa sesak didadanya "aku akan menunggu sampai saat itu tiba"
" Terima kasih, terima kasih karena mau memaafkan pamanmu ini. Paman yang bahkan tidak layak menyebut dirinya sebagai paman apalagi ayah" Bisma sesegukan saat mengucapkannya
" Paman titip bibi dan adikmu. Tolong jaga mereka karena paman tahu sifat kamu lebih dewasa dari bibimu, walaupun usianya lebih tua darimu tapi bibimu selama ini selalu hidup berkecukupan . Paman tidak mau dia salah jalan lagi seperti kemarin" Fika melepaskan pelukannya dari Bisma dan menoleh pada bibinya yang masih terisak dalam pelukan Salsa begitupun Bisma, dia juga menoleh pada istrinya itu
" Anggi, aku harap saat aku menyelesaikan masa hukumanku kamu sudah bisa hidup mandiri dan membuat Andra lulus kuliah dan menjadi orang yang sukses" Anggi pu menganggukan kepalanya
" Aku berjanji mas, aku dan Andra akan menunggumu dan sampai saat itu tiba aku akan bekerja keras untuk anak kita"
" Itu baru istriku" Bisma mengacak pelan rambut Anggi dengan tangannya yang sudah terkunci borgol dan dengan lembut mendaratkan kecupan dikening istrinya itu sebelum dia dibawa oleh aparat kepolisian
Semua yang ada disana menyaksikan kepergian Bisma yang digiring oleh aparat kepolisian itu dengan kesedihan yang begitu dalam terutama dihati Anggi dan juga Fika.
__ADS_1
Namun mereka juga sadar bukankah setiap apa yang sudah kita lakukan kita harus selalu siap menerima konsekwensinya baik itu kebaikan maupun keburukan. Apa yang kita tanam itu juga yang akan kita tuai
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏