
Jujur saja Nanda tidak mau Fika memberikan haknya dengan terpaksa. Nanda ingin Fika melakukannya dengan cinta. Dan lagi Nanda berniat ingin menjelaskan dulu siapa dia dan hubungan mereka dimasa lalu, bagaimana pun dia ingin memastikan apakah Fika masih mengingat dan menunggunya atau mungkin gadis itu malah menganggapnya masa lalu yang tak penting
Fika masih diam seribu bahasa masih dengan tatapannya yang menatap pria dihadapannya dengan perasaan yang tak menentu, jantungnya kini berdetak sangat kencang. Fikirannya kini mulai bertraveling kemana - mana. Pandangannya kini mengarah pada bibir tebal berwana merah keunguan milik suaminya
" Bibir itu dan bibir ini" batin Fika seraya menyentuh bibir miliknya sendiri
Nanda melihat Fika yang seperti itu tampak mengulum senyum " bagaimana?"Nanda bernada datar dan menahan rasa ingin tertawanya
" Ha ... apa?" Fika tersadar dari lamunannya
" Apa kau lupa? Atau pura - pura lupa ha?"
"A aku" Fika tampak berfikir
" Sudahlah , lupakan!" Nanda kembali pada laptopnya dengan wajah yang kecewa
__ADS_1
Fika menggigit bibir bawahnya. jujur saja dia tidak enak hati pada Nanda. Fika pun mendekati Nanda dan menangkup kedua pipi Nanda. Nanda yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Fika pun terkesiap, namun ia membiarkan saja apa yang akan dilakukan oleh istrinya itu
Perlahan Fika mendekatkan wajahnya pada wajah Nanda dengan jantung yang terus berdebar - debar sangat kencang. " Oh Tuhan... apa sebenarnya yang aku lakukan" batin Fika
Semakin lama wajah mereka semakin dekat. Fika memejamkan matanya dan dengan perlahan mulai menempelkan bibirnya pada bibir Nanda
Cup
Ciuman itu pun berlangsung singkat. Fika buru - buru menjauhkan wajah dan tubuhnya dari Nanda dengan wajah yang sudah merona seperti tomat dan dengan jantung yang seakan ingin keluar dari tempatnya. Fika pun berlari keluar kamar untuk menyembunyikan rona merah diwajahnya
Brak
Begitupun Nanda, jantungnya pun tak kalah berdebar - debar. Wajahnya pun sama meronanya seperti wajah Fika. Perlahan tangannya memegangi bibirnya yang tadi telah dicium sekilas oleh Fika " apa itu tadi yang namanya berciuman?" Gumam Nanda seraya merasakan ada sesuatu yang hangat menjalar dalam hatinya
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
__ADS_1
Dua hari telah berlalu, sejak kejadian itu Fika dan Nanda sama - sama saling menghindar. Setiap kali mereka bertatap muka mereka langsung memalingkan pandangan mereka masing - masing. Mereka hanya berkomunikasi seperlunya saja bahkan saat malam tiba pun mereka tidur saling membelakangi tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka
" Apa yang kamu dapatkan?" Nanda berbicara pada orang dihadapannya. Kini Nanda sedang berada dikantor sedangkan Fika ia suruh keluar untuk membuatkan kopi karena ada hal penting dan rahasia yang ia ingin bicarakan dengan orang kepercayaannya yang tak lain dan tak bukan adalah Jay.
" Lo pasti gak akan percaya! lihat ini!" Jay meletakan sebuah amplop coklat pada Nanda yang berisi beberapa lembar berkas dan foto.
Nanda terlihat membaca kertas yang ada ditangannya. Perlahan wajahnya memerah dan rahangnya mengeras " brengsek!" Erangnya
" Beraninya dia ingin mempermainkanku" Nanda kembali membaca kertas yang lainnya
" Lo juga pasti gak akan percaya, orang yang telah nyerang istri lo dimalam itu juga ternyata orang suruhannya, dan yang lebih parahnya lagi ternyata dia juga yang sudah merencanakan tentang kecelakaan yang menimpa keluarga istri lo 5 tahun yang lalu"
Nanda tampak menganggukan kepalanya seraya terus memperhatikan apa yang ada ditangannya.
" Dan lo tau pasti hubungan seperti apa yang terjalin antara mereka, itu yang membuat gue tak habis fikir" Jay menepuk pundak sahabatnya itu
__ADS_1
" Tadinya gue fikir karena mereka adalah keluarga Qia jadi gue sedikit menutup mata gue saat mengetahui segala kecurangan yang dilakukannya, tapi setelah gue tau apa yang mereka perbuat pada Qia ku dan mertuaku. Gue jelas tidak akan tinggal diam" ya selama ini Balendra Corp dan Wijaya Corp bekerja sama. Telah banyak kecurangan yang dilakukan Bisma pada beberapa proyek yang mereka tangani namun Nanda bersabar karena dia memandang Bisma yang merupakan paman dari Qia nya.
Bahkan dengan tak tau malunya Bisma beberapa bulan yang lalu meminta suntikan dana untuk perusahaannya yang tengah diambang kebangkrutan dan nominalnya pun sangat besar. Namun Nanda tak menyetujuinya begitu saja, Nanda meminta Bisma untuk mempertemukannya dengan Qia baru dia akan membantunya. Setidaknya Nanda Fikir dengan begitu Nanda akan segera bertemu dengan Qia. Namun ternyata Tuhan sangat baik sehingga dia dan Qianya bisa bertemu kembali tanpa campur tangan dari Bisma. Apalagi kini Qia nya sudah menjadi istri sahnya dimata hukum dan agama walaupun belum dipublikasikan