Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 46


__ADS_3

Keesokan harinya Nanda berpamitan pada Fika yang tengah sibuk dengan laptop yang ada dimeja kerjanya diruangan Nanda.


" Qia, aku ada urusan sebentar diluar kantor" Nanda berdiri didepan meja Fika


" Apa aku perlu ikut?" Fika mendongakan kepalanya menatap sang suami


" Tidak perlu , aku pergi sendiri"


Fika pun menganggukan kepalanya dan kembali dengan pekerjaannya. Namun Nanda masih setia berdiri disana membuat Fika mengerutkan keningnya


" Apa ada sesuatu yang bisa saya bantu lagi?"


" Ya, kemarilah!" Nanda menggerakan jarinya


Fika pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Nanda yang masih setia berdiri didepan mejanya


Tanpa ba bi bu Nanda menempelkan bibirnya pada bibir Fika membuat tubuh Fika menegang seketika


Cup


" Kmu harus mulai terbiasa dengan ini, aku ingin kita melakukannya setiap pagi. Kata orang sih morning kiss" setelah mengatakan itu Nanda meninggalkan ruangannya dengan senyum yang mengembang meninggalkan Fika yang kini tengah mematung dengan jantungnya yang berdegub dengan sangat kencang


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Nanda tampak berjalan disebuah koridor kantor dengan mata seluruh karyawan menatap heran dan penuh kagum padanya


" Ada perlu apa CEO Balendra Corp yang sangat terkenal itu menginjakan kakinya disini?" Begitulah kira - kira yang ada difikiran mereka


Nanda tiba didepan ruangan CEO dari perusahaan itu dan disambut dengan hormat oleh asisten CEO yang letak meja kerjanya tepat didepan ruangan CEO

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan"


"Pagi, apa dia ada diruangannya?"


" Ada tuan, silahkan masuk!" Afkha mempersilahkan


Ya Nanda mendatangi Saputra Corp perusahaan keluarga Adzriel. Nanda ingin menemui Adzriel demi Qia nya, dia tidak tahan melihat Qia nya yang selalu bersedih dan tak nafsu makan seperti itu


Afkha mengetuk pintu berwarna coklat itu, setelah terdengar suara Adzriel yng mempersilahkannya masuk Afkha pun membuka pintu itu dan melangkahkan kakinya masuk kedalam diikuti oleh Nanda dibelakangnya


Afkha pun kembali keluar untuk melanjutkan pekerjaannya setelah Nanda masuk keruangan atasan sekaligus sepupunya itu dan tak lupa menutup pintunya dengan rapat


" Wow , ada angin apa yang membawa CEO dari perusahaan no satu Indonesia bahkan se Asia ini sehingga sudi datang langsung menemuiku yang hanya CEO sebuah perusahaan yang kecil ini" Adzriel berdiri dari duduknya " Apa ada hal yang sangat penting sehingga anda yang langsung turun tangan untuk menyelesaikannya?" Adzriel tersenyum menyeringai


" Ya, tidak ada yang lebih penting dari kebahagiaan istriku" Nanda berkata datar


" Dan kalau aku tak salah, dari desas desus yang saya dengar, anda itu tidak mungkin jatuh cinta pada seoarang gadis dengan mudah karena menurut yang saya dengar anda sedang mencari seseorang. Lebih tepatnya gadis yang sudah menempati hati anda selama 7 tahun ini, apa benar" Adzriel tersenyum mengejek pada Nanda


Ya Adzriel menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki Nanda setelah tau bahwa salah satu sahabatnya telah menikah dengan Nanda. Adzriel tidak ingin sahabatnya dipermainkan begitu saja oleh orang lain


" Ya, kamu benar" Nanda menjawab mantap


" Lalu, apa anda berniat untuk meninggalkan Fika setelah anda menemukan Δ£adis itu?" Rahang Adzriel terlihat mengeras


" Tidak"


" Apa kau bermaksud berpoligami dengan mempertahankan Fika dan mendapatkan gadis yang kamu cari itu ha? "Adzriel melayangkan tatapan tajamnya pada Nanda " kalau seperti itu tinggalkan Fika"


" Sampai kapan pun aku tidak akan pernah meninggalkan Qia"

__ADS_1


" Apa kau tidak mengerti juga ha? Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti perasaan Fika" Adzriel mencengkram kuat kerah baju Nanda, tidak ada lagi bahasa formal dan sopan santun


" Benarkah? Seberarti itukah istriku dimatamu? Apa kamu mencintainya?" Nanda terlihat mengeraskan rahangnya


" Kalau iya, memangnya kenapa?"


Bugh


Pukulan mendarat dipipi Adzriel membuat Adzriel tersungkur


"Kau ingat ini baik - baik, sampai kapan pun aku Nanda Aditama Balendra tidak akan meninggalkan Qia dan tidak akan pernah membiarkan orang - orang sepertimu untuk merebutnya" Nanda berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Adzriel dan berbicara dengan kilatan marah dimatanya


" He he..." Adzriel terkekeh seraya bangkit dan merapikan kembali pakaiannya yang sempat berantakan . Nanda melihatnya dengan dahi yang mengkerut seraya ikut berdiri


" Sebesar itu kah cintamu pada Fika? Tetaplah seperti itu! Bahagiakanlah dia!" Adzriel menatap mata Nanda " ingatlah ini! Jika suatu hari nanti kau menyakitinya, maka kau akan berhadapan denganku" Adzriel menepuk bahu Nanda


" Ya tentu?" Nanda tersenyum lega


" Tapi masalah gadis dimasa lalu mu, aku serius. Bagaimana bila dia kembali? Bagaimana dengan Fika?" Adzriel berbicara serius


"Kalau itu kau tenang saja, karena gadis itu sekarang sudah bersamaku."


"Maksudmu?"


" Gadis itu adalah Qia"


Adzriel membulatkan matanya " bagaimana bisa?"


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2