
Keesokan harinya Fika dikejutkan lagi dengan berita yang ada di televisi .Disana diberitakan bahwa setelah orang tua Fika meninggal dan Fika menghilang semua harta dan perusahaan keluarga Wijaya jatuh pada sang paman dan bibinya. Disana Fika melihat dengan jelas wajah munafik mereka berdua yang berpura - pura merasa sedih dan tegar atas meninggalnya sang kakak yang tak lain adalah orang tua Fika, dibelakang Bisma Fika juga bisa melihat wajah Danu dengan wajah yang terlihat sama munafiknya
" Ternyata semudah itu om menghianati ayah dan menjadi kaki tangan paman Bisma" tangan Fika terkepal erat , tubuhnya bergetar dan air matanya kembali tumpah
Yang sabar ya Neng!" Pak Dadang dan Bu Rusmi hanya bisa mengatakan itu. Mereka sangat prihatin akan apa yang sudah menimpa Fika.
" Iya bu" Fika mengusap air matanya yang mengalir begitu saja "Pak , Bu ,apa Fika bisa tinggal disini untuk sementara? Fika juga ingin diajarkan silat oleh bapak dan ibu" Fika menatap serius pada pasangan suami istri itu
" Tentu saja, Neng bisa tinggal berapa lama pun yang Neng mau. Ibu senang, jadi berasa punya anak sendiri" Bu Rusmi tersenyum senang
" Ya , anggap saja kami seperti orang tua neng sendiri" Pak Dadang tak kalah senangnya
__ADS_1
" Terima kasih Pak , Bu" Fika menghambur masuk kedalam pelukan bu Rusmi. Fika merasa senang karena Bu Rusmi dan pak Dadang sangat baik padanya
Tiga bulan telah berlalu, Fika kini sudah pandai beladiri silat. Fika sudah merasa cukup untuk dia membela dirinya sendiri saat dia meninggalkan rumah Pak Dadang dan Bu Rusmi.
Bukannya Fika tidak betah tinggal disana, namun Fika tidak mau kalau harus merepotkan mereka lebih lama lagi. Lagi pula Fika berniat untuk pergi ke Jakarta, tujuannya adalah untuk meneruskan pendidikannya sambil dia mencari seseoarng yang ada dimasa lalunya. Fika berharap dia bisa bertemu dengannya dan yang penting semoga saja orang itu masih mengingatnya. Walaupun Fika tahu Jakarta sangatlah luas dan Fika juga tidak tahu apa dia sudah kembali dari London atau belum
Sebenarnya Bu Rusmi dan Pak Dadang melarang kepergian Fika dan membujuknya untuk tetap tinggal dirumah mereka namun Fika keukeuh dengan pendiriannya, karena Fika juga ingin belajar hidup mandiri apalagi sekarang orang tua Fika sudah meninggal. Pada akhirnya dengan berat hati Bu Rusmi dan pak Dadang mengizinkan Fika dengan syarat Fika harus tetap memberi kabar pada mereka melalui ponsel yang sudah mereka berikan pada Fika.
"Jadi mereka meninggal bukan karena kecelakaan melainkan dibunuh dengan cara ditembak?" Nanda berbicara dengan nada marah saat Fika menyelesaikan ceritanya
Fika pun menganggukan kepalanya " Aku juga masih tidak percaya, om Danu akan begitu tega pada ayah dan juga ibu" air mata Fika kembali menetes
__ADS_1
Nanda pun kembali memasukan tubuh Fika pada dekapannya " sudahlah jangan difikirkan lagi, aku akan membantumu untuk membalas mereka satu persatu. Dan aku sudah memulainya, jadi kita hanya perlu menyelesaikannya" Fika menganggukan kepalanya yang masih berada dalam dekapan Nanda
" Jadi, apa yang akan aku dapatkan karena telah membantu istriku ini mengambil kembali perusahaan keluarganya hem" Nanda tersenyum nakal menggoda Fika, jujur saja dia tidak tahan melihat wajah Fika yang bersedih. Baginya kini kesedihan Fika sudah cukup selama ini, jadi dia ingin memberi Fika kebahagiaan sepanjang hidupnya
Fika mendongakan kepalanya dan memukul pelan dada bidang milik Nanda " Aw, sayang sakit" Nanda mengaduh seraya terkekeh mendapatkan pukulan yang tidak seberapa itu bagi Nanda "apakah ini imbalanku ?bukankah aku harusnya mendapatkan sesuatu yang istimewa hem? Nanda mengerucutkan bibirnya lucu membuat Fika terkekeh geli saat melihatnya
Fika pun menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya " i'm yours today" ucap Fika dengan nada menggodanya.
Nanda pun tersenyum senang dan tak menunggu lama lagi dia langsung mengangkat tubuh mungil istrinya itu dan membawanya kedalam kamar mereka. Mereka pun melakukan aktifitas yang biasa dilakukan suami istri itu dihari yang masih sore dimana cahaya matahari masih bersinar dengan terangnya
Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Terima kasih🙏🙏
__ADS_1