Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 24


__ADS_3

Fika terus menancap pedal gas sepeda motornya tanpa arah tujuannya yang jelas. Yang ada difikiran Fika saat ini hanyalah berusaha menjauh dan lolos dari Danu dan teman - temannya


" Bagaimana mereka bisa menemukanku? bahkan ini sudah 5 tahun berlalu?" Fika terus bergumam sambil terus mengendarai sepeda motornya.


Fika yang melihat Danu yang mengejarnya menggunalan mobil. Muncul ide dibenak Fika untuk masuk kedalam gang sempit yang hanya bisa dimasuki oleh sepeda motor.


Fika terus melajukan motornya tanpa melihat kearah belakang. Setelah dirasa dia sudah jauh masuk kedalam gang itu. Fika menghentikan sejenak sepeda motornya untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi setelah lelah bekerja ternyata sangat menguras tenaganya apalagi rasa tegang yang ia rasakan juga sangat menguras emosinya


" Aku tidak bisa pulang ke kontrakanku, apa aku pergi kerumah Yuki saja ya?" Gumam Fika " ya , sebaiknya seperti itu saja" putus Fika akhirnya seraya melajukan kembali sepeda motornya . Fika terus mengikuti jalan gang tersebut yang tak tau dimana ujungnya. Fika memang tau jalan didaerah sini karena pekerjaannya dulu sebagai tukang ojek. Namun karena gelap dan rasa paniknya membuat Fika asing dengan jalan yang ia pijaki " aku sebenarnya dimana? ini didaerah mana sih? " Gumam Fika seraya melihat keadaan sekitar , hanya terlihat beberapa rumah disana " aku maju saja terus. Siapa tau aku nemu jalan raya didepan sana" Fika terus melajukan motornya


Tak lama Fika melihat ujung gang dan terlihat jalan raya didepan sana " itu jalan raya, setelah disana aku barua akan tau didaerah mana ini" Fika melajukan motornya sampai diujung gang, namun tiba tiba


Ckiiiit.....


Fika menginjak rem motornya mendadak karena tiba - tiba seseorang menghadangnya


Deg


Jantung Fika berdetak dengan sangat kencang melihat siapa yang telah mencegatnya " hai gadis kecil kita berjumpa lagi" ucap pria itu yang tak lain adalah Danu dengan seringai dibibirnya


Ya tadi saat mengejar Fika dan melihat Fika memasuki sebuah gang, Danu dan teman- temannya memutar arah dan menunggu Fika diujung gang sana. Dan akhirnya setelah menunggu lumayan lama yang mereka tunggu pun muncul juga

__ADS_1


Melihat Danu , tiba - tiba fikiran Fika berputar kembali pada kejadian mengerikan yang terjadi 5 tahun yang lalu


" Apa mau kalian ha" Fika berusaha bersikap tenang dan turun dari atas motornya kemudian melepaskan helmnya dan meletakannya diatas motor. Fika berusaha sesantai mungkin menghadapi mereka walaupun dalam hatinya dia masih merasakan trauma yang luar biasa. Namun Fika yang dulu dan Fika yang sekarang sangatlah berbeda. Fika mengedarkan pandangannya. Jalanan sangat sepi hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang disana. Dipinggir jallan hanya ada warung kecil yang pejaganya seorang ibu - paruh baya yang bahkan tidak berani untuk menghampiri mereka


" Kamu tau persis apa mauku"


" Katakan pada om Bisma, semua miliku telah mereka rampas, kenapa kalian masih saja menggangguku?" Ada kilatan marah dimata Fika


Bisma adalah paman Fika, adik kandung dari ayah Fika yaitu Bimasena Arya Wijaya. Bisma yang tinggal dikota yang berbeda dengan Fika dan orangtuanya tiba - tiba datang 5 tahun yang lalu membawa istri dan anaknya yang berusia 10 tahun kerumah Fika. Dia menceritakan kalau dirinya terkena musibah dan sudah kehilangan semua hartanya. Mereka meminta untuk tinggal bersama Fika dan keluarganya. Karena ayah dan ibu Fika yang memang sangat baik hati ,dengan senang hati mereka mengizinkannya. Namun mereka tak tau ternyata ada niat jahat dihati paman dan bibinya. Air susu dibalas air tuba


" Ha.. ha ha.. "terdengar tawa menggelegar dari Danu " kau benar bos Bisma sudah mendapatkan semuanya, tapi ternyata itu tidak permanen" Danu menampilkan wajah yang menyeramkan " kau tau betul apa alasannya"


" Jangan banyak bicara, ikut kami bila kau tidak ingin celaka" Danu memberi tanda pada kedua temannya untuk menangkap Fika


" Cih, tidak semudah itu" Fika pun memberi pukulannya pada pria yang menghampirinya


Dugh


Pria itu pun tersungkur " brengsek!" Umpat yang satunya lagi maju mencoba memukul Fika namun dengan cepat Fika bisa mengelak dan membalas pukulannya


Bugh

__ADS_1


Pria itu pun mengalami nasib yang sama dengan temannya


" Kalian berdua tidak berguna, menangkap gadis kecil saja kalian tidak becus" Danu terlihat mengertakan rahangnya " lihat aku"


Danu pun maju dan mulai melayangkan beberapa pukulan pada Fika. Fika terus menangkis, menghindar dan membalas Danu sampai akhirnya Fika tersungkur ditanah terkena pukulan Danu yang sangat keras . Terlihat ujung bibir Fika sedikit robek dengan darah segar yang mengalir dari sana


Melihat Fika yang tersungkur, Danu pun berjongkok mensejajari Fika


" Gadis kecil, kemampuanmu lumayan jiga membuat aku lumayan kewalahan" Danu tersenyum smirk ke arah Fika membuat Fika merasa ketakutan. Bayangan mengerikan tentang kejadian 5 tahun yang lalu tiba - tiba kembali berputar - putar dikepalanya


" Cih" Fika memalingkan wajahnya seakan jijik dan tak sudi melihat wajah Danu


Danu tertawa dan memberi kode pada anak buahnya untuk segera membawa Fika . Tanpa basa - basi kedua teman Danu memegangi Fika dan menyetet paksa Fika yang terus meronta - ronta untuk dilepaskan namun apa daya kekuatan Fika tidak dapat mengimbangi kekuatan kedua pria itu apalagi tenaga Fika sudah terkuras saat perkelahian tadi


Namun baru beberapa langkah mereka berjalan tiba - tiba


" Lepaskan dia" terdengar suara bariton yang tak asing ditelinga Fika


Sipakah dia?


Baca terus lanjutannya ya. jangan lupa tinggalkan jejak kalian. terima kasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2