
Nanda dan yang lainnya kini telah sampai dirumah yang ditunjukkan oleh nenek tadi. Saat mereka tiba hari sudah mulai gelap karena memang tadi mereka sampai kekampung itu pun sudah sore, apalagi mereka jalan kaki dari rumah nenek itu menyusuri jalan setapak yang ada disana
Membutuhkan waktu lima belas menit yang mereka habiskan untuk sampai dirumah itu , rumah yang tampak lumayan besar namun sederhana. Hanya dikelilingi oleh kebun dengan jarak yang lumayan jauh dari pemukiman warga yang lainnya
" Apa benar disini tempatnya" tanya Yuki
" Ya, sepertinya begitu" Adzriel yang menjawab
" Kalau yang nenek itu bilang sih, memang disini" Jay tampak melihat sekeliling
" Tom, Jim, kalian periksa sekeliling" Davian memberikan perintahnya
" Siap tuan!" Tom dan Jim pun bergegas kearah samping rumah itu menuju arah yang berbeda
Tok
Tok
Tok
Tanpa menunggu lagi Nanda langsung mengetuk pintu didepannya
" Sepertinya sepi" Andra tampak mengintip pada jendela depan rumah itu
" Sepertinya begitu" Yuki juga melakukan hal yang sama dengan Andra
" Tapi, lampu rumah ini menyala. Berarti ada orang yang tinggal disini" Adzriel menunjuk lampu yang menyala disalah satu ruangan
__ADS_1
" Kita coba lagi" Davian menyuruh Nanda untuk kembali mengetuk pintu tersebut
Tok
Tok
Tok
Nanda kembali mengetuk
Sementara didalam rumah itu tepatnya dikamar yang dihuni oleh Fika dan yang lainnya
" Siapa?" Fika menatap Danu, Sita dan Bima bergantian namun semua tampak mengendikan bahu mereka.
" Coba kamu lihat, mungkin itu suamimu" Danu tersenyum penuh arti saat mengatakannya
" Ish, om jangan bercanda deh"
" Tidak " Fika berkata cepat " lebih baik aku lihat sekarang siapa tahu itu benar ka Adi" Fika beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari kamar itu sedangkan Danu , Sita dan Bima tampak mengulum senyum mereka seraya mengikuti Fika dari belakang
" Siapa, kenapa ramai sekali?" Gumam Fika saat sayup - sayup mendengar suara bising dari luar
Tak menunggu lama Fika pun membuka pintu depan rumah tersebut dan betapa kagetnya Fika saat melihat siapa saja yang ada dihadapannya
Belum juga sempat Fika berbicara tubuhnya sudah ditubruk oleh badan seseorang yang memeluknya dengan sangat erat
" Ka Adi" gumam Fika seraya membalas pelukan hangat yang ia ridukan walaupun hanya satu hari saja mereka tak bertemu
__ADS_1
" Qia syukurlah aku menemukanmu" Nanda melepaskan pelukannya " apa kamu baik - baik saja hem? Tidak terluka kan? Apa ada yang sakit hem" Nanda tampak menelisik tubuh Fika dari ujung kepala sampai ujung kaki seraya membolak - balikan tubuh Fika membuat Fika memutar bola matanya malas
" Aku baik - baik saja ka" Fika mendengus kesal melihat suaminya yang sangat lebay menurut Fika
" Sudah - sudah, tuan sekarang giliran saya ya" Yuki mendorong kuat tubuh Nanda hingga Nanda terhuyung kesamping, dan tak menunggu lama Yuki langsung menghambur memeluk Fika dengan senyum yang mengembang diwajah cantiknya "syukurlah, kamu baik - baik saja" Yuki melepaskan pelukannya " apa kau tahu? Aku sangat ketakutan tadi, bahkan aku menangis memikirkanmu" Yuki mengerucutkan bibirnya
" Benarkah? Uuuh kacian! Cup cup cup" Fika kembali memeluk Yuki dan menepuk punggung sahabatnya itu
" Apa aku juga tidak mendapatkan pelukan dari kalian hem" suara Adzriel membuat Fika dan Yuki menoleh
" Kemarilah" Fika menggerakan tangannya
Adzriel tersenyum penuh kemenangan hendak melangkahkan kakinya mendekati kedua sahabatnya namun sebuah tangan menarik bajunya sehingga tubuhnya tertarik kebelakang
" Jangan macam - macam" Nanda tampak melotot tajam kearah Adzriel dengan tangannya yang masih memegang baju yang dikenakan Adzriel
" Ish, dasar bucin!" Adzriel mendengus kesal " sekali saja , ya ya!" Adzriel menatap dengan tatapan memohonnya
" Aku bilang tidak ya tidak"
" Ish, menyebalkan!" Adzriel menepis kasar tangan Nanda yang masih memegangi baju yang dipakainya
" Kalau kamu mau peluk, peluk Yuki saja dan jangan peluk istriku" Nanda menarik Fika kedalam dekapannya membuat Yuki mendengus kesal
" Ish, siapa juga yang mau dipeluk olehnya" Yuki membuang mukanya dari Adzriel membuat Adzriel tersenyum kecut
" Sudah - sudah, apa kalian tidak malu ha?" Davian menghentikan perdebatan keempat orang didadapannya " sekarang ada hal penting yang harus kita urus, apa kalian tidak mau tahu jawaban dari semua misteri yang ada" lanjutnya sambil menatap tiga orang dalam rumah yang tadi mengikuti Fika dari belakang
__ADS_1
Semua mata tampak mengikuti tatapan Davian dan betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa yang ada disana kecuali Fika tentunya. Malah Andra sejak tadi sudah terpaku diam mematung melihat tak percaya ke arah ketiga orang itu
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏