Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 87


__ADS_3

Sementara disebuah rumah sederhana yang terdapat ditengah - tengah perkebunan tampak seorang gadis tengah berbaring disebuah tempat tidur yang agak kecil.


Perlahan matanya terbuka dan mengerjap beberapa kali untuk membiasakan matanya dengan cahaya yang ada dalam ruangan itu


" Aku dimana?" Gumam gadis itu yang tak lain adalah Fika


Dia memegang kepalanya yang masih sedikit pusing sambil mendudukan dirinya di atas tempat tidur itu


" Tunggu dulu, bukannya tadi aku ada di pemakaman dan..." Fika mencoba mengingat apa yang terjadi


" Oh Tuhan, tadi ada orang yang membekapku dan menculikku" wajah Fika kini pucat dengan wajah terkejutnya " tapi ada yang aneh" Fika tampak berfikir sambil melihat keseluruh ruangan


Ya Fika merasa keadaan ini cukup aneh, bukannya biasanya kalau orang diculik itu akan sadar dengan keadaan terikat disebuah kursi dan berada ditempat yang terbengkalai seperti rumah atau gudang tua yang banyak debu dan sarang laba- labanya. Tapi apa ini? Dia terbangun di sebuah tempat tidur yang nyaman dengan keadaan baik - baik saja dan dalam kamar yang terawat dan sangat rapi


" Sebenarnya apa yang terjadi? Dan aku ada dimana?" Fika tampak mengerutkan keningnya


Ceklek


Tak lama pintu terbuka dari luar menampakkan sosok pria yang tak asing bagi Fika dan Fika sangat membencinya


" Jangan mendekat" Fika refleks berdiri sambil berteriak melihat kedatangan orang itu


" Tenanglah " ucap pria itu " aku hanya ingin memberikan ini" pria itu menunjukan nampan yang ada ditangannya dan meletakkannya diatas meja yang ada disamping tempat tidur yang tadi diduduki Fika. Fika hanya melihat apa yang dilakukan pria itu tanpa ingin mencegahnya dengan perasaan was - was

__ADS_1


" Makanlah, kamu pasti lapar!" pria itu berkata tanpa menghiraukan tatapan tajam yang kini dilayangkan Fika padanya


"Apa yang om inginkan ha? Apa tidak cukup penderitaanku selama ini?" Fika berteriak histeris pada pria dihadapannya .Pria yang Fika sudah anggap sebagai ayah keduanya namun telah tega merenggut semuanya dari Fika 5 tahun yang lalu.


Sakit, itulah perasaan yang dirasakan Fika setiap melihat wajahnya. Wajah yang selalu mengingatkannya pada kedua orang tuanya yang tak mungkin lagi bisa ia temui. Siapa lagi kalau bukan Danu. Ya yang menculik Fika dan membawa Fika adalah Danu


" Aku? Yang aku inginkan hanya satu, aku ingin kamu bertemu dengan seseorang" ucap Danu lembut


Fika tampak berfikir seraya tetap menatap tajam pada Danu " seseorang?"


" Ya, setelah itu aku akan membiarkan kamu melakukan apapun padaku. Aku janji" Danu menatap Fika dengan tatapan memohon. Entah kenapa perasaan Fika menjadi hangat saat melihat tatapan itu, tatapan yang sudah 5 tahun ini tidak Fika lihat dari sosok itu


" Apa om berjanji" Fika menatap dengan tatapan menyelidik


" Apa termasuk menyerahkan diri om pada polisi?"


" Ya, itu juga. Bila kamu memang menginginkannya bahkan bila kamu menginginkan nyawaku pun aku akan menyerahkannya"


" Tentu saja aku menginginkannya, sangat menginginkannya. Om tahu sepertinya aku akan menjadi orang yang paling bahagia saat itu terjadi"


" Benarkah? Kamu selalu tahu aku tidak bisa menolak keinginanmu" Danu tersenyum tipis


" Ha ha ha.. Om memang selalu memberi apa yang aku mau tapi dengan mudahnya juga om merenggut semuanya dariku" Fika tertawa paksa dengan wajah yang tampak marah

__ADS_1


" Maaf" Danu berucap sendu


" Ha, terlambat om, semuanya sudah terlambat" Fika melemparkan gelas yang tadi dibawa oleh Danu membuat Danu terlonjak kaget. Namun dia berusaha menutupi rasa kagetnya itu dengan wajah datarnya


" Apa om kira dengan permintaan maaf dari om saat ini bisa mengembalikan apa yang sudah om renggut dariku ha" Fika berteriak histeris dengan amarah yang mengebu - gebu terlihat dari nafas Fika yang naik turun seiting nafas yang memburu


Brak


Pintu tiba - tiba terbuka dari luar dengan sangat keras


" Ada apa? Apa yang terjadi?" Sesosok pria paruh baya tampak masuk dengan wajah yang sangat cemas diikuti seorang wanita dibelakangnya dengan wajah yang sama cemasnya


" Oh Tuhan, apa yang terjadi" pekik wanita itu saat melihat pecahan gelas yang sudah berceceran dimana - mana


Sedangkan Fika tampak membulatkan bola matanya dengan wajah kaget dan tak percaya melihat dua sosok yang ada didepannya.


Fika tampak menggelengkan kepanya seraya tangan yang menutup mulutnya yang terbuka saking kagetnya


" Oh Tuhan, apa aku sedang bermimpi? Bila ini mimpi tolong jangan bangunkan aku" gumam Fika


**Hayo siapa coba dua sosok dihadapan Fika sekarang?


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2