Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 95


__ADS_3

Nanda , Andra , Adzriel, Yuki, Jay dan Davian kini sudah sampai ketempat tujuan mereka. Dimana petunjuk keberadaan Fika ada disana


" Apa benar dia membawa Qia kesini" Nanda turun dari mobil mewahnya diikuti yang lainnya dari mobil yang berbeda karena yang ikut dalam mobil Nanda hanya Andra saja sedangkan Adzriel dan Yuki naik mobil Adzriel dan Jay bersama Davian menaiki mobil milik Davian yang disopiri oleh Jay


Dihadapan mereka tampak kebun teh yang terhampar luas, tak jauh dari sana juga terdapat pemukiman warga dan juga kebun sayuran yang tampak terhampar disana


" Ya, kalau orang - orangku tidak salah mengikuti petunjuk. Memang disini tempatnya" Jay tampak memainkan ponselnya " ayo ikut aku!" Jay melangkahkan kakinya


Nanda dan yang lainnya tampak mengikuti Jay tanpa banyak bicara karena mereka sangat khawatir dengan keselamatan Fika


Mereka berjalan menyusuri jalan setapak ditengah perkebunan teh. Sungguh pemandangan disana sangat indah, seandainya saja mereka kesini tidak untuk mencari Fika yang hilang mungkin mereka akan piknik dan berfoto disana saking exited dengan pemandangan disana


Ternyata Jay membawa mereka kesebuah rumah dimana disana sudah ada dua orang anak buah Jay yang ia suruh mengorek informasi dari warga . Mereka bernama Jim dan Tom, disana juga ada seorang wanita tua yang sepertinya mempunyai informasi tentang Fika


" Bagaimana? " Nanda yang sudah tidak sabar langsung bertanya pada kedua anak buah Jay


" Ish, lo gak sabaran amat sih" Jay mencibir Nanda


" Berisik!" Nanda menatap tajam Jay sesaat dan kembali fokus pada kedua orang itu


" Begini tuan, saya sudah menunjukan foto nyonya muda tadi, tapi jawaban dari nenek ini membuat saya bingung" Jawab Jim setaya mengaruk kepalanya yang tak gatal


" Bingung, maksudmu?" Nanda mengerutkan keningnya

__ADS_1


" Coba kita tanya langsung saja" Adzriel memberi ide


" Kamu benar juga" Nanda mendekati nenek itu untuk menanyakan keberadaan Fika dengan memperlihatkan foto Fika yang berada pada ponselnya


" Nek, apa nenek pernah melihat wanita ini" menunjuk pada layar ponselnya


" Ieu mah nenek terang atuh kasep, ieu mah Sita. Tapi naha aneh nya, ieu mah na poto jiga ngora keneh" ( Kalau ini nenek tahu ganteng, ini Sita. Tapi kenapa ini di foto terlihat masih muda)


Nanda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar jawaban dari sang nenek. Pantas saja kedua anak buahnya bingung dengan jawaban sang nenek karena mereka dari Jakarta dan tak bisa bahasa daerah ini. Namun satu yang ia tahu , nenek itu menyebut nama Sita dan itu sudah jelas ibunya Fika karena memang mereka mempunyai wajah yang mirip


" Apa ada yang mengerti apa yang nenek ini katakan? Aku kurang mengerti, yang aku mengerti hanya nenek ini bilang kalau yang ada difoto ini adalah Sita dan Sita adalah ibu dari Fika" Nanda melihat kearah semua orang


" Daddy rasa ada misteri dibalik semua ini" Davian tampak berfikir


" Hey, apa tidak ada yang bisa kita ajak bicara selain nenek ini? Setidaknya yang bisa berbahasa Indonesia bukan bahasa daerah kayak gini" Jay berbicara pada anak buahnya


" Kenapa?" Jay mengangkat sebelah alisnya


" Kami kurang tahu tuan, sepertinya mereka semua menutupi sesuatu " kali ini Jim yang menjawab


Nanda dan Davian tampak berfikir saat mendengarkan jawaban dari Tom dan Jim begitupun Adzriel dan Andra


" Nek, kalau boleh saya tahu kapan nenek melihat dia" Yuki tiba - tiba bertanya sambil menunjuk foto Fika yang ada di ponselnya

__ADS_1


" Unggal dinten oge lihat neng geulis, pan Sita teh nu gaduh kebon eta" ( Tiap hari juga ketemu, kan Sita itu yang punya kebun itu) nenek itu menunjuk kebun sayur yang tak jauh dari rumahnya


Adzriel terlihat menggaruk kepalanya yang tak gatal " apa kamu mengerti ucapannya" Adzriel mengerutkan keningnya


" Ish, lo gak ingat apa Fika dulu pernah ngajarin kita sedikit bahasa daerahnya, kalau gak salah nenek ini bilang kalau Sita adalah pemilik kebun itu dan nenek itu setiap hari bertemu dengan Sita." Yuki tampak berbicara santai namun sepersekian detik kemudian dia membulatkan bola matanya diikuti oleh yang lainnya


" Oh God, itu berarti ibu Fika masih hidup" Yuki menutup mulutnya sendiri karena rasa kaget yang didapatnya


" Apa nenek tahu dimana uwak Sita tinggal?" Andra yang sedari tadi mendengarkan langsung mendekati nenek itu dan bertanya dengan antusias


" Sita mah bumina nu aya dipangtonggohna nu bumina pang ageungna "(Sita itu rumahnya yang di paling ujung dan paling besar diantara semuanya)


Semua tampak mengerutkan keningnya melihat ke arah Yuki bersamaan menunggu Yuki untuk menerjemahkannya


" Ish, kalian ini gue juga gak tau kalau yang ini" Yuki mendengus kesal sedangkan semuanya tampak lemas


" itu tuh diditu" Si nenek menunjuk kesebuah arah dimana ada rumah yang lumayan besar dan terlihat agak jauh dari pemukiman warga dan hanya dikelilingi oleh perkebunan


" Disitu nek" Nanda ikut menunjuk ke arah yang nenek itu tunjuk dan nenek itu menganggukan kepalanya


Senyuman tampak mengembang diwajah semua orang " terima kasih nek" Nanda mencium tangan nenek itu saking senangnya karena telah menemukan petunjuk tentang keberadaan Fika


Semua tampak ikut berterima kasih pada sang nenek termasuk Davian bahkan dia terlihat memberikan beberapa lembar uang sebagai ucapan terima kasihnya. Nenek itu sempat menolak karena dia merasa tidak pantas menerima uang itu namun Davian terus memaksa dan meletakkan uang itu ditelapak tangan sang nenek. Nenek itu tampak bahagia dan sangat berterima kasih pada Davian. Mungkin bagi Davian uang itu tak seberapa tapi bagi nenek itu uang segitu bisa untuk keperluan hidupnya beberapa bulan

__ADS_1


Tak menunggu lama mereka pun melesat pergi kearah yang ditunjukan nenek itu tadi


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2