Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan
Bab 26


__ADS_3

Brak


Ternyata Nanda yang merasa pusing setelah memegang keningnya yang berdarah dan tidak sengaja melihat darahnya sendiri ditangan nya sendiri langsung tak sadarkan diri. Ya Nanda paling tidak bisa melihat darah . Apalagi darah itu dia pegang dan ada pada tangannya sendiri. Sejak kecil memang tidak ada yang dia takuti selain darah , entah kenapa Nanda selalu lemah bila melihat cairan berwarna merah tersebut


Fika yang kaget dan merasa bingung langsung mengangkat kepala Nanda dan dia tumpukan diatas pahanya. Ibu - ibu pemilik warung yang sejak tadi memperhatikan langsung menghampiru Fika dan Nanda


" Ya ampun neng, ini pacarnya ko bisa pingsan? Padahal dari tadi ibu perhatikan dia baik - baik saja, kuat juga" ucap ibu itu panik


" A apa? pacar?" Fika terbengong dengan ucapan ibu itu. Tapi sepersekian detik kemudian dia kembali tersadar dan kembali pada kenyataan


" Gak tau bu, saya juga bingung ini" Fika jadi tambah panik


" Ya udah bu , bisa tolong saya bawa dia kedalam mobil? Fika menunjuk mobil Nanda yang terparkir tidak jauh dari sana

__ADS_1


" Bisa neng , ayo!" Ibu itu bangkit bersama Fika dan dan mengalungkan kedua tangan Nanda ke pundak mereka masing - masing


Dengan susah payah mereka membawa Nanda dan memasukannya kedalam mobil karena memang tubuh Nanda dan lumayan besar membuat mereka kesusahan membawa tubuh Nanda


" Terima kasih bu" Fika berucap setelah berhasil memasukan Nanda kedalam mobil. Dia meletakan Nanda di bangku penumpang depan dan memasangkan sabuk pengaman untuk menahan tubuh Nanda . Tak lupa ia mengatur sandaran kursi untuk membuat tubuh Nanda nyaman dan tak terjatuh " saya minta tolong juga, titip motor saya, apa boleh? Besok saya akan mengambilnya kesini, apa tidak apa- apa?


" Oh... tentu saja boleh. Nanti ibu masukin kedalam warung ibu, sini kuncinya neng?"


" Maaf sudah merepotkan ibu" Fika merasa tidak enak telah banyak merepotkan ibu itu


" Terimakasih bu, saya Fika" Fika membalas dengan senyum manisnya


" Ya sudah saya permisi bu!" Fika pun berlari mengitari mobil dan duduk didepan kemudi

__ADS_1


" Bissmillah" Fika pun menyalakn mobilnya dan menginjak pedal gas setelah sebelumya menganggukan kepalanya pada bu Popon


Tak lama mobil pun sampai didepan gang menuju kontrakan Fika. Ya Fika memutuskan untuk membawa Nanda kekontrakannya, karena jarak nya yang lebih dekat daripada jarak le apartemen Nanda . Lagi pula akan lebih ribet kalau dia membawa Nanda yang sedang pingsan ke apartemen itu selain harus naik lift kelantai atas dia juga pasti akan diribetkan dengan pertanyaan pak satpam yang berjaga disana


Fika turun dan memutari mobil itu ketempat Nanda didudukan . Perlahan Fika meletakan tangan Nanda pada pundaknya dan memapahnya.


Dengan susah payah akhirnya Fika berhasil membawa tubuh pingsan Nanda kedalam kontrakannya dan membaringkannya diatas tempat tidurnya. Tanpa dia sadari dari tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan Fika membawa masuk Nanda kedalam kontrakannya " ini tidak bisa dibiarkan" ucap orang tersebut " ya kamu benar" ucap yang satunya lagi. Dan mereka pun bergi menjauh dari kontrakan Fika


Fika yang sudah membaringkan Nanda dan melepaskan sepatunya juga langsung mengambil baskom berisi air hangat dan sebuah kain untuk membersihkan luka diwajah Nanda . Tak lupa ia juga mengambil kotak p3k dan mengobati lukanya dan menutupnya dengan plester. Beruntung luka didahi Nanda hanya goresan kecil yang tidak berbahaya sehingga pengobatan yang dilakukan fika cukup. Sedangkan luka lebam pada pipi dan sudut bibir Nanda diolesi salep untuk memar


Lama Fika memandangi wajah tampan Nanda setelah dia selesai mengobatinya " lihatlah wajahnya sekarang, terlihat tampan dan tenang tidak seperti kalau dia terbangun terlihat menyeramkan dan menyebalkan" Fika membayangkan Nanda yang selalu berwajah datar dan sombong sehingga terlihat menyebalkan dimata Fika


Sesaat dia tertegun melihat wajah tampan Nanda. Sekolebat bayangan pria dimasa lalunya tiba - tiba terlintas dalam benaknya

__ADS_1


" Kalau dilihat - lihat , wajah nya mirip dengan dia." Tangan Fika terulur menyentuh wajah Nanda " matanya, hidungnya dan bibirnya" tangan Fika terus bergerak menyentuh semua bagian wajah Nanda " hanya saja tubuhnya yang lebih tinggi dan atletis. Apa mungkin?" Fika terus bergumam sendiri mengira - ngira


"Tapi bila itu benar, kenapa dia melupakanku" tak terasa buliran bening jatuh dari pipi mulusnya " pikiran Fika berputar kembali pada kejadian 7 tahun yang lalu


__ADS_2