
Nanda kini sedang berjalan memeriksa ruang demi ruang yang ada disekolahnya ditemani pak Toto satpam sekolah yang memang tinggal dirumah yang letaknya tak jauh dari sekolah. Tadi Nanda menyambangi rumah pak Toto dan meminta bantuannya dan untung saja pak Toto mau membantu Nanda karena pak Toto juga merasa tak melihat Fika pulang melewati gerbang sekolah tadi siang padahal Fika selalu menyapanya dulu saat akan masuk dan pulang sekolah. Karena begitulah Fika yang selalu ceria dan ramah pada semua orang.
Satu per satu ruangan disekolah sudah diperiksa tinggal tersisa kamar mandi wanita yang belum dicek. Perlahan Nanda dan pak Toto membuka satu persatu pintu bilik kamar mandi hingga dipintu yang terakhir, pintu seperti terkunci dan tidak bisa dibuka
" Qia apa kamu didalam?" Nanda berteriak sambil mengetuk pintu tersebut namun tidak ada jawaban. Pak Toto pun bergegas mengambil kunci - kunci pintu sekolah dan membukanya, betapa terkejutnya Nanda dan pak Toto melihat Fika yang terbaring dilantai kamar mandi dengan keadaan tak sadarkan diri dengan baju yang basah kuyup
Tak menunggu lama Nanda pun langsung mengangkat tubuh tak berdaya Fika dan langsung melesat pergi menuju rumah sakit terdekat dengan mobil yang ia kemudikan dengan kecepatan yang sangat tinggi
Hanya butuh beberapa menit untuk Nanda bisa sampai dirumah sakit itu. Nanda turun dan langsung menggendong Fika berlari menuju ruangan UGD yang ada disana. Fika diperiksa oleh dokter sedangkan Nanda menunggunya di depan ruang UGD. Nanda menghubungi bibi Anita dan memberitahukan keadaan Fika padanya. Anita pun mengabari Sita , Bima dan Yudi suaminya yang masih berkeliling kota Bandung untuk mencari Fika
Tak lama semua sampai dirumah sakit dengan wajah yang cemas " apa yang terjadi Di?" Anita bertanya dengan wajah cemas
" Aku juga gak tau bi, aku nemuin Fika terkurung didalam kamar mandi sekolah dengan keadaan basah kuyup. Sepertinya ada yang sengaja ingin mengerjai Fika" Nanda menjelaskan pada semuanya
Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Nanda.
Tadi siang tak lama setelah Fika keluar dari kelasnya ,Fika dihampiri oleh tiga orang kakak kelasnya
Fika yang saat itu tengah seorang diri tidak bisa mengelak saat dua orang diantara mereka mencekal kedua tangannya dan menyeret paksa Fika kedalam toilet wanita. Keadaan saat itu sangat sepi karena para siswa memang sudah membubarkan diri mereka untuk pulang kerumah mereka masing - masing , hanya ada beberapa saja yang masih dikelas mereka
" Lepaskan ka, aku mohon" Fika menangis dan memohon untuk dilepaskan namun mereka tidak memperdulikannya dan malah tertawa jahat. Fika saat itu memang tidak sekuat Fika yang sekarang, dia belum bisa membela dirinya sendiri
" Lepaskan katamu? Tidak akan" mereka kembali tertawa
Saat mereka sudah sampai didalam toilet. Fika didorong dan dihempaskan dengan begitu keras kedalam salah satu bilik toilet
__ADS_1
Brak
" Aw, sakit" ringis Fika sambil menahan air matanya yang akan keluar. Belum juga Fika bangkit dari jatuhnya sudah disusul oleh tumpahan air yang mengenainya
Byurr
" Aahk" Fika berteriak histeris " apa yang kakak lakukan" pekiknya
" Ha ha ha.. itulah balasan yang cocok untuk seorang ****** penggoda sepertimu" ketiga gadis itu tertawa puas" Ingat jauhi Adi karena dia hanya miliku!"
Brakk
Pintu ditutup kasar dan kletek pintu terkunci dari luar
Brug brug
Fika hanya bisa berteriak dan menangis sampai dia merasa kelelahan dan tidak ada lagi tenaga. Lama - kelamaan tubuhnya pun menggigil kedinginan karena bajunya yang basah. Mungkin karena kelelahan dan kedinginan juga kelaparan , Fika perlahan kehilangan kesadarannya sampai akhirnya Nanda menemukannya dan membawanya kerumah sakit disaat waktu sudah sangat larut malam
Disinilah Fika diruang rawat inap sebuah rumah sakit di kota Bandung, setelah tadi ia diperiksa dan ditangani di ruang UGD akhirnya Fika dipindahkan keruang rawat inap karena keadaannya yang sudah membaik hanya saja mereka masih harus menunggu Fika tersadar
Kini Nanda yang ada diruangan Fika setelah tadi Sita dan Bima yang terlebih dahulu masuk menjenguk Fika
Dilihatnya wajah gadis yang selama ini selalu ceria dan penuh tawa kini terbaring tak berdaya dengan wajah yang sangat pucat. Dipegangnya tangan yang kecil nan lembut itu
" Sadarlah Qia! Aku mohon!" Air mata Nanda tumpah begitu saja
__ADS_1
" Maafkan aku yang tak bisa menjagamu, maafkan aku yang tak ada saat kamu membutuhkanku" Nanda terus berbicara didepan Fika yang masih setia dengan tidurnya
" Aku berjanji , aku akan selalu menjagamu dan aku juga betjanji tidak akan jauh darimu, aku sayang padamu. Bangunlah!" Nanda meletakan tangan Fika pada wajahnya dan tanpa disangka Fika menggerakan tangannya dan perlahan membuka matanya
" Ka Adi" Ucap Fika lemah
" Qia, kamu sudah sadar" Nanda memeluk tubuh lemah Fika sambil terus terisak " Aku sayang padamu Qia, aku berjanji akan selalu melindungimu" Nanda memeluk Fika dengan erat
" Benarkah? kakak akan melindungiku?" Nanda menganggukan kepalanya membuat Fika tersenyum
" Aku menyayangimu" Nanda melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis yang sudah sebulan ini sudah mengisi hatinya
" Aku juga" Fika tersenyum lemah
" Aku panggilkan dokter. Tunggu sebentar!" Nanda yang baru teringat langsung menjauh dari Fika dan memanggilkan dokter untuk memeriksa keadaan Fika
Bibi Anita dan Paman Yudi serta ayah dan ibunya Fika merasa sangat bahagia dan lega mendengar kabar Fika yang telah sadarkan diri
Sejak saat itu Nanda memenuhi janjinya pada Fika untuk melindunginya. Bahkan Nanda tak segan - segan melaporkan kejadian ini pada pihak sekolah. Tadinya Nanda ingin membawa kasus ini kejalur hukum namun Fika melarangnya dan akhirnya mereka hanya dilaporkan pada pihak sekolah , mereka menerima hukuman yang sangat berat dari pihak sekolah walaupun tidak sampai dikeluarkan mengingat mereka yang sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir.
Sejak saat itu pula cinta dalam hati Fika dan Nanda tumbuh semakin besar
Flas back off
**Jangan lupa like , komen , dan vote
__ADS_1
Terima kasih🙏🙏**